Antisipasi Virus Corona, Penonton Java Jazz Diimbau Pakai Masker

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penggunaan masker, sebagai salah satu upaya penyebaran virus.

    Ilustrasi penggunaan masker, sebagai salah satu upaya penyebaran virus.

    TEMPO.CO, Jakarta - Java Jazz Festival 2020 akan berlangsung pada 28-29 Februari dan 1 Maret di JIExpo, Kemayoran. Beberapa musisi yang akan tampil di ajang festival jazz terbesar di Asia Tenggara ini, antara lain Omar Apollo, Kiana Lede, RINI, Bruno Major, Phil Perry, T-SQUARE, Harvey Mason, The Jacksons, 7 Bintang feat Deddy Dhukun, Fariz RM, Mus Mujiono, Trie Utami, Yuni Shara, Ita Purnamasari dan Memes.

    Namun di tengah mewabahnya virus corona, panitia pun dengan sigap mengantisipasinya. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sampai saat ini virus corona belum terdeteksi di wilayah Indonesia. Namun, sebagai antisipasi masyarakat diharapkan tetap berjaga-jaga.

    "Cuci tangan, air putih, karena saran itu juga dikasih ke kami untuk kami sosialisasikan kepada penonton. Kalau dari kementerian bahkan kayak sudah enggak apa-apa, enggak pakai masker, yang penting cuci tangan dan jangan dehidrasi, itu aaja," kata presiden direktur Java Festival Production, Dewi Gontha.

    Pihak Java Jazz Festival juga menyediakan hand sanitizer atau cairan pembersih tangan di beberapa tempat. Namun, jika ingin lebih nyaman, penonton diharapkan membawanya sendiri.

    "Kita di tempat-tempat tertentu kayak merchandise booth, info booth, itu ada beberapa. Sejujurnya kami tidak punya memang alatnya untuk dia bisa ada stand di mana-mana. Jadi tempat-tempat yang bisa kita taruh, kita taruh. Kita saran lagi, teman-teman bawa sterilizer," jelas Dewi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.