Ibunda Jokowi Meninggal, Cegah Kanker Tenggorokan dengan Cara Ini

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi, bersama ibunya, Sudjiatmi Notomihardjo (kanan), dan adik-adiknya seusai diwawancarai Tempo di 'Rumah Saya', Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis, 20 September 2012. Dok. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Jokowi, bersama ibunya, Sudjiatmi Notomihardjo (kanan), dan adik-adiknya seusai diwawancarai Tempo di 'Rumah Saya', Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis, 20 September 2012. Dok. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar duka tengah meliputi keluarga Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi. Pada Rabu, 25 Maret 2020, sang ibu, Sujiatmi Notomihardjo, mengembuskan napas terakhir dalam usia 77 tahun. Ia tutup usia setelah berjuang melawan kanker tenggorokan.

    Memang jika dibandingkan dengan jenis kanker lain, kanker tenggorokan masih jarang diderita oleh masyarakat. Menurut data Litbangkes tahun 2018, hanya sekitar 3-4 persen dari total pasien kanker yang menderita kanker di tenggorokan. Meski begitu, bukan berarti kita harus acuh dengan masalah kesehatan yang satu ini.

    Sebagai bentuk pencegahan agar kanker tenggorokan bisa kita hindari, berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan seperti dilansir dari situs Health Line dan Web MD.

    Berhenti merokok
    Merokok bisa meningkatkan risiko sepuluh jenis kanker, termasuk kanker tenggorokan. Untuk itu, penting buat yang memiliki kebiasaan merokok agar segera berhenti. Sedangkan yang baru ingin mencoba merokok, pikirkan kembali tentang risiko ini agar tidak jadi merealisasikan keinginan mengisap tembakau.

    Kurangi asupan alkohol
    Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa mengonsumsi alkohol terlalu banyak dapat meningkatkan risiko kanker tenggorokan. Sebagai aturan, batas maksimal pria minum miras adalah dua gelas sehari. Sedangkan bagi wanita, tidak lebih dari satu gelas sehari.

    Terapkan pola hidup sehat
    Untuk menghindari risiko kanker tenggorokan, Anda juga wajib menerapkan pola hidup sehat. Ini bisa dilakukan dengan cara mengurangi asupan lemak dan natrium. Jalani pula berbagai rangkaian untuk menurunkan berat badan seperti olahraga selama 2,5 jam per minggu sebab dengan tubuh yang sehat dan imunitas yang tinggi, segala jenis masalah kesehatan pun bisa dilawan.

    Minimalkan risiko HPV
    Menurut Pusat Perawatan Kanker di Amerika Serikat, kanker tenggorokan sering dikaitkan dengan beberapa jenis infeksi human papillomavirus (HPV). Jadi, jika ingin menurunkan risiko kanker tenggorokan, meminimalkan risiko HPV juga perlu dilakukan. Ini bisa dikerjakan melalui aktivitas seksual yang aman dan menjalankan vaksin HPV bila diperlukan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.