Tips Membersihkan Belanjaan dari Pasar Swalayan saat Wabah Corona

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu dan anak berbelanja. shutterstock.com

    Ilustrasi ibu dan anak berbelanja. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Usai berbelanja kebutuhan harian di pasar swalayan kala wabah virus corona, kita pun harus memperhatikan kebersihan barang-barang yang dibeli. Belanjaan tersebut bisa saja terkena percikan air liur pasien positif virus corona lewat bersin ataupun sentuhan tangan.

    Lalu, bagaimana cara efektif untuk membersihkan belanjaan itu? Melansir dari situs Health Line, profesor makanan dan nutrisi di Universitas Georgia, Amerika Serikat, Elizabeth L. Andress mengatakan hal pertama yang wajib dilakukan adalah mencuci tangan.

    “Agar tangan steril saat membersihkan belanjaan,” katanya.

    Setelah itu, barulah pisahkan jenis makanan dan wadah penampungnya. Misalnya, untuk makanan dalam kaleng atau kotak, ia mengimbau agar Anda langsung mengelap permukaan dengan tisu basah.

    “Kalau kaleng dan kotak itu sekali pakai, ada baiknya dibuang dan tata isinya pada tempat lain di rumah,” ujarnya.

    Sedangkan untuk makanan tanpa wadah seperti buah dan sayur, dokter keluarga yang berpraktik di Grand Rapids, Michigan, Amerika Serikat, Jeffrey Van Wingen, mengimbau untuk merendamnya selama 20 detik.

    “Rendam dengan air hangat dan sabun agar kuman mati. Jangan lupa membilasnya kembali dengan air mengalir sampai tidak ada busa yang tersisa,” tegasnya.

    Setelah melakukan berbagai tindakan kebersihan untuk belanjaan, lap juga meja dan peralatan yang sudah digunakan dengan cairan disinfektan. Cuci juga tangan dan pakaian yang sudah dipakai agar bakteri tidak tersisa.

    “Bersihkan tas pembawa belanjaan juga lewat mesin cuci agar bisa digunakan saat kembali ke pasar swalayan,” jelasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.