Viral Meneguk Segelas Air Hangat Bisa Bunuh Corona, Benarkah?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi minuman panas/ dok. Rika Ekawati

    ilustrasi minuman panas/ dok. Rika Ekawati

    TEMPO.CO, Jakarta - Baru-baru ini, masyarakat dihebohkan dengan pernyataan Menteri Kesehatan Malaysia, Datuk Seri Dr Adham Baba. Dalam sebuah tayangan di program televisi RTM, Bicara Naratif, ia menyampaikan minum air hangat bisa membunuh COVID-19.

    Melansir dari situs The Star, ia menjelaskan virus tidak tahan dengan suhu panas. Air hangat yang dikonsumsi juga dipercaya dapat mengguyur virus corona ke perut.

    “Ketika mencapai perut yang mengandung asam, virus itu mati. Begitulah cara kita menghilangkan virus itu,” katanya.

    Namun, terbukti efektifkah pernyataan tersebut? Seorang ahli bedah asal Malaysia yang berbasis di Inggris, Nur Amalina Che Bakri, pun tidak membenarkan.

    “Minum segelas air hangat tidak akan membantu virus untuk masuk ke bagian tubuh lebih dalam,” jelasnya.

    Sejalan dengan Nur Amalina, ahli epidemiologi klinis di London School of Hygiene dan Tropical Medicine, Kalpana Sabapathy, juga mengatakan belum ada penelitian yang dilakukan untuk mengetahui efektivitas asam pada lambung dalam membunuh virus.

    “Tidak ada bukti yang menunjukkan asam di perut dapat membunuh virus,” katanya.

    Untuk itu, masyarakat diimbau agar melakukan bentuk pencegahan seperti yang disarankan pemerintah.

    “Hal yang benar untuk dilakukan saat ini adalah mempraktikkan kebersihan yang baik, menghindari menyentuh wajah, tinggal di rumah, dan menjaga jarak sosial,” tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.