Wabah Corona, Membuat Pekerja Lajang Pilih Hunian Co-Living

Reporter

Editor

Mitra Tarigan

Ilustrasi apartemen mungil. Thetinylife.com

TEMPO.CO, Jakarta - Pilihan umum hunian berupa apartemen maupun kos bagi mereka yang tinggal sendirian di Jakarta ternyata berpotensi memunculkan masalah, khususnya pada saat pembatasan kontak sosial sedang diberlakukan sebagai dampak merebaknya virus corona baru, COVID-19 .

CEO Flokq Anand Janardhanan menyatakan tinggal di apartemen diakui menawarkan lebih banyak keunggulan dari berbagai aspek, namun tidak terjangkau bagi semua orang akibat adanya pembayaran di muka serta biaya sewa lebih tinggi.

"Apalagi, tinggal di apartemen juga tidak menawarkan solusi bagi isu kesepian, sedangkan, di sisi lain, kos sudah menjadi pilihan standar bagi masyarakat luas dalam waktu yang begitu lama," ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa 7 April 2020.

Di berbagai belahan dunia, bertempat tinggal di bangunan tinggi dan menerapkan flatsharing sudah menjadi sesuatu yang biasa, namun masih belum begitu biasa di Jakarta.

Kos sudah dan masih menjadi pilihan pertama dalam waktu yang begitu lama karena terjangkau dan pelayanannya beragam, sedangkan apartemen biaya sewa lebih tinggi dan pembayaran di muka hanya jadi pilihan bagi yang bermodal cukup.

Namun, lanjut Anand, pada saat isolasi sosial sedang digalakkan, dan berkumpul dengan keluarga jadi sesuatu yang tak memungkinkan, tinggal di ruangan besar berfasilitas lengkap, dengan beberapa teman sesama penghuni flat yang sudah pasti higienitasnya, lebih menguntungkan.

Tinggal di apartemen co-living juga lebih memungkinkan keberlangsungan kegiatan memasak, khususnya dengan dapur yang hanya digunakan bersama 2-3 orang penghuni flat lainnya.

"Keluar dari kos saat ini untuk pindah ke apartemen bersama beberapa teman tentunya bukanlah hal yang simpel. Namun, hal tersebut tidak lagi menjadi masalah dengan bermunculannya beberapa operator co-living baru belakangan ini," katanya.

Eko, pekerja muda di Kawasan Kuningan Jakarta, menyatakan, baru-baru ini memutuskan pindah ke apartemen berkonsep co-living di wilayah Setiabudi, Jakarta Selatan bersama beberapa teman kerja.

"Rasanya nyaman saat Anda memiliki seseorang yang dapat diajak bicara secara langsung. Saya tidak tahu kapan bisa kembali nongkrong dengan teman-teman seperti biasanya," ujar karyawan perusahaan swasta itu.

Eko dan teman-teman flatnya tersebut telah sepenuhnya bekerja dari rumah selama tiga minggu terakhir, sehingga mereka merasa aman akibat jaminan tidak adanya salah seorang dari mereka yang membawa virus dari luar.

"Meski tengah dihadapkan dengan konsekuensi tak terhindarkan berupa rasa kesepian, co-living bersama beberapa penghuni lain bisa menjadi pilihan yang ideal," ujar Anand.






Eks Pejabat Bank DKI Cairkan Kredit Apartemen Pakai Data Palsu, Dihukum 4 Tahun Penjara

11 jam lalu

Eks Pejabat Bank DKI Cairkan Kredit Apartemen Pakai Data Palsu, Dihukum 4 Tahun Penjara

PN Jakarta Pusat menjatuhkan vonis empat tahun penjara terhadap dua eks kepala cabang Bank DKI yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi.


Kasus Covid-19 di Tibet Mulai Meresahkan

2 hari lalu

Kasus Covid-19 di Tibet Mulai Meresahkan

Warga Tibet yang tinggal di sejumlah wilayah diminta melakukan tes massal Covid-19.


KPK Duga Bupati Mamberamo Tengah Beli Mobil dan Apartemen Pakai Duit Korupsi

3 hari lalu

KPK Duga Bupati Mamberamo Tengah Beli Mobil dan Apartemen Pakai Duit Korupsi

KPK telah memasukkan Bupati Mamberamo Tengah RHP ke dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 15 Juli 2022 yang diduga melarikan diri ke PNG


Korea Utara Klaim Pasien dengan Gelaja Demam Sudah Sembuh Semua

6 hari lalu

Korea Utara Klaim Pasien dengan Gelaja Demam Sudah Sembuh Semua

Korae Utara tak pernah mempublikasi jumlah kasus Covid-19 di negara itu. Korea Utara lebih suka menyebutnya dengan pasien bergejala demam.


Biden Masih Positif Corona, Kini Disertai Batuk Ringan

8 hari lalu

Biden Masih Positif Corona, Kini Disertai Batuk Ringan

Presiden AS Joe Biden dites Corona setiap hari. Kini tim dokter menyatakan Biden masih mengalami gejala batuk ringan.


Cuti Melahirkan 6 Bulan, Agar Ibu dan Anak Lebih Sehat

10 hari lalu

Cuti Melahirkan 6 Bulan, Agar Ibu dan Anak Lebih Sehat

Cuti melahirkan 6 bulan dianggap dapat menjaga kestabilan kesehatan mental dan memberikan waktu istirahat yang cukup agar kesehatan ibu stabil.


Hunian Kamar Membaik, Sheraton Senggigi Buka Kembali Restoran Sambil Menikmati Sunset

12 hari lalu

Hunian Kamar Membaik, Sheraton Senggigi Buka Kembali Restoran Sambil Menikmati Sunset

Sejak hunian kamar membaik, Sheraton Senggigi membuka kembali Bawang Putih Restaurant yang memanjakan lidah dan mata untuk menikmati sunset.


Tak Ada Kasus Baru Covid-19 di Makau

15 hari lalu

Tak Ada Kasus Baru Covid-19 di Makau

Untuk pertama kalinya sejak pertengahan Juni 2022, tak ada kasus baru Covid-19 di Makau pada Rabu, 27 Juli 2022.


Dosen UI: Scarring Effect Pandemi, Pekerja Sektor Informal Hampir 60 Persen

15 hari lalu

Dosen UI: Scarring Effect Pandemi, Pekerja Sektor Informal Hampir 60 Persen

Dosen Universitas Indonesia Teguh Dartanto menyebutkan pekerja sektor informal di Indonesia mencapai 59,97 persen hingga Februari 2022.


Tertular Covid-19, Kondisi Joe Biden Semakin Membaik

18 hari lalu

Tertular Covid-19, Kondisi Joe Biden Semakin Membaik

Dokter kepresidenan mengungkap gejala Covid-19 yang dialami Joe Biden sudah banyak berkurang. Dia masih harus menjalani karantina mandiri.