Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kisah Relawan Medis Covid-19, APD Robek Hingga Disiplin Bersama

Reporter

Editor

Mitra Tarigan

image-gnews
Talkshow: Inovasi dan Daya Tahan Tubuh Menghadapi Era New Normal bersama Dexa Group pada 17 Juni 2020/Dexa Group
Talkshow: Inovasi dan Daya Tahan Tubuh Menghadapi Era New Normal bersama Dexa Group pada 17 Juni 2020/Dexa Group
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Wabah corona memberikan banyak sekali pengalaman yang berbeda untuk semua orang, khususnya para tenaga kesehatan yang bertugas di Wisma Kemayoran, rumah sakit darurat COVID-19, sejak tanggal 23 Maret 2020. Beberapa dokter yang sempat bertugas di Wisma Atlet adala Debryna Dewi Lumanauw dan Zainah Fitriah.

Debryna bercerita salah satu pengalaman yang dia sangat ingat ketika menjadi dokter relawan medis di Wisma Atlet adalah saat ia menyemangati pasien yang terinfeksi corona. Saat itu, Debryna dan para dokter lain harus melakukan olahraga di salah satu menara di Wisma Atlet. Beberapa kelompok pasien corona pun harus melakukan olah tubuh di waktu yang sama, namun di tower yang berbeda. "Kami saling berteriak memberikan semangat olahraga. Saat berjauhan itu lah mereka melihat saya dalam wujud asli. Biasanya mereka hanya bisa mendengar suara saya karena kami menggunakan alat pelindung diri," katanya pada talkshow: Inovasi dan Daya Tahan Tubuh Menghadapi Era New Normal oleh Dexa Group secara daring pada 17 Juni 2020.

Relawan medis Zainah memiliki cerita lain lagi. Salah satu pengalaman yang diingatnya adalah ketika ia tidak sadar alat pelindung diri jenis Hazmat yang dikenakannya sobek. Zainah bercerita, saat itu, ia bertugas menjaga ruangan pasien yang berada di beberapa lantai berbeda. Saat sedang bekerja, tiba-tiba ada pasien yang mengingatkan bahwa baju yang Zainah kenakan ternyata sobek. "Sepertinya tersangkut, karena saya mobile terus," kata Zainah yang sempat kaget dan sangat khawatir mengalami penularan virus corona. Ia terpaksa menutup lubang di baju Hazmatnya dengan plester di sisa hari itu.

Zainah menambahkan bahwa pengalaman sebulan menjadi relawan medis di Wisma Atlet membuatnya semakin merasakan makna Bhineka Tunggal Ika. Ia bertemu dengan sesama dokter dan relawan serta pasien dengan profesi dan adat istiadat yang beragam, namun tetap kompak. Mereka pun terus bersama melakukan berbagai kegiatan sehingga Zaina merasa kelompok itu sudah seperti hubungan adik dan kakak. "Tujuan kami semua sama, yaitu redakan pandemi corona ini. Bhineka Tungga Ika itu terasa sekali," katanya.

Para dokter ini terus mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dan imunitas masing-masing. Zaina berharap masyarakat Indonesia bisa sedisiplin salah satu pasien asal Jepang yang sempat ia rawat di Wisma Atlet saat itu. Zaina mengatakan pasien asal Jepang yang ia tangani terus mengingatkan agar para pasien tidak tidur larut malam. Saat pagi pun pasien Jepang itu paling semangat ketika diminta untuk melakukan olahraga. Tidak lupa pula si pasien asal negeri sakura itu mengingatkan agar kawan-kawannya ikut banyak minum air putih, makan sayur dan buah, serta aktif konsumsi suplemen. "Dia benar-benar punya disiplin tinggi dan sangat aktif," kata Zaina.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dexa Group melaksanakan Dexa Award Science Scholarship 2020 secara daring bertema 'Inovasi Untuk Bangsa'. Pimpinan Dexa Group Ferry A. Soetikno menyampaikan bahwa sains adalah dasar manusia bertumbuh. Sulit sekali membayangkan di masa depan tanpa sains dan inovasi. Karena itulah Dexa Award Science Scholarship ini diselenggarakan untuk mendukung peningkatan inovasi di sektor farmasi dan kesehatan.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengemukakan bahwa era baru menjadi peluang untuk menciptakan riset dan inovasi yang mendukung Indonesia maju dan mandiri terutama di sektor kesehatan. “Selama masa ini, riset vaksin dan pengobatan COVID-19 yang efektif akan terus kita kembangkan. Di sinilah saintis sebagai harapan bangsa dapat berkontribusi melalui perkembangan riset dan penelitian yang bermanfaat untuk mencapai kemandirian bangsa agar kita tidak terus menerus bergantung pada produk impor,” kata Bambang.

Bambang pun mengingatkan bahwa Indonesia akan butuh banyak peneliti, inovator, dan orang-orang yang mau menciptakan solusi untuk tantangan bangsa di masa depan. “Mari kita gunakan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk berkontribusi bagi negara kita. Anda sebagai penerus bangsa di bidang penelitian, memegang peranan penting untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju dan mandiri, terutama di sektor kesehatan. Masa depan bangsa di tangan para generasi muda untuk mencapai Indonesia emas 2045,” katanya.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Gejolak Demonstrasi Paramedis di Korea Selatan, Giliran Dokter Senior dan Profesor Memprotes

15 jam lalu

Para dokter saat protes terhadap rencana penerimaan lebih banyak siswa ke sekolah kedokteran, di depan Kantor Kepresidenan di Seoul, Korea Selatan, 22 Februari 2024. REUTERS/Kim Soo-Hyeon
Gejolak Demonstrasi Paramedis di Korea Selatan, Giliran Dokter Senior dan Profesor Memprotes

Sejumlah akademisi dan dokter di Korea Selatan memprotes kebijakan baru pemerintah soal penerimaan Jurusan Kedokteran.


7 Relawan MER-C Masih Bertugas di Gaza

4 hari lalu

Warga Palestina melaksanakan salat Idul Adha di tengah reruntuhan bangunan Masjid Al-Rahma yang hancur akibat serangan Israel di Khan Younis, Gaza, 16 Juni 2024. Warga Palestina yang menjadi korban konflik antara Israel dan Hamas merayakan Idul Adha di tengah reruntuhan bangunan. REUTERS/Mohammed Salem
7 Relawan MER-C Masih Bertugas di Gaza

MER-C mengkonfirmasi relawannya yang bertugas di Gaza tersisa tujuh orang. Bersama warga Gaza, pada 16 Juni 2024, mereka solat Idul Adha


Relawan Ungkap Arahan Jokowi soal Ahmad Luthfi, Berikut Rekam Jejak Kapolda Jateng Itu

5 hari lalu

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ahmad Luthfi ANTARA/ I.C.Senjaya
Relawan Ungkap Arahan Jokowi soal Ahmad Luthfi, Berikut Rekam Jejak Kapolda Jateng Itu

Setyo mengungkapkan, Jokowi memberikan arahan agar melihat elektabilitas Kapolda Jateng Ahmad Luthfi dalam berbagai survei terlebih dulu.


Dokter Memanfaatkan Teknologi Apple Watch untuk Mendeteksi Detak Jantung Singa dan Gajah

7 hari lalu

Dokter di Australia menggunakan Apple Watch untuk mengukur detak jantung singa (Instagram/@jungle_doctor)
Dokter Memanfaatkan Teknologi Apple Watch untuk Mendeteksi Detak Jantung Singa dan Gajah

Chloe Buiting menilai pemanfaatan Apple Watch untuk mendeteksi detak jantung hewan sebagai bentuk konservasi.


Relawan Hakul Yakin Kaesang Tak Maju di Pilkada 2024

7 hari lalu

Anies Baswedan dan Kaesang Pangarep. TEMPO
Relawan Hakul Yakin Kaesang Tak Maju di Pilkada 2024

Relawan Jokowi dan Prabowo, Utje Gustaaf Patty mengatakan amat kecil kemungkinan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep maju di Pilkada 2024.


Korupsi Bansos Covid-19, Kuncoro Wibowo Divonis 6 Tahun Bui

11 hari lalu

Direktur Utama PT. Bhanda Ghara Reksa (persero), Muhammad Kuncoro Wibowo, menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Kamis, 11 Januari 2024. Muhammad Kuncoro Wibowo, diperiksa sebagai tersangka dalam pengembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi penyaluran bantuan sosial beras untuk Keluarga Penerimaan Manfaat (KPM) dan Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial RI Tahun 2020. TEMPO/Imam Sukamto
Korupsi Bansos Covid-19, Kuncoro Wibowo Divonis 6 Tahun Bui

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor menjatuhkan hukuman pidana penjara 6 tahun terhadap Kuncoro Wibowo, terdakwa korupsi bansos Covid-19.


Eks Pimpinan FPI Rizieq Shihab Bebas Murni, Berikut Sederet Kontroversinya

11 hari lalu

Mantan Pimpinan Front Pembela Islam atau FPI, Rizieq Shihab saat mencoblos di tempat pemungutan suara atau TPS 47 di RT01/RW04, Jalan Petamburan IV, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Februarai 2024. Tempo/Aisyah Amira Wakang
Eks Pimpinan FPI Rizieq Shihab Bebas Murni, Berikut Sederet Kontroversinya

Pendiri sekaligus mantan pimpinan Front Pembela Islam atau FPI Rizieq Shihab alias Habib Rizieq akhirnya bebas murni per hari ini, Senin, 10 Juni 2024, setelah sejak Juli 2022 lalu berstatus bebas bersyarat. Berikut daftar Kontroversinya.


Hari Ini Rizieq Shihab Eks Pemimpin FPI Bebas Murni, Apa Kasusnya?

11 hari lalu

Rizieq Shihab menunjukkan surat bebasnya setelah dinyatakan bebas bersyarat hari ini, Rabu, 20 Juli 2022. Foto: Dokumentasi Ditjen PAS Kementrian Hukum dan HAM
Hari Ini Rizieq Shihab Eks Pemimpin FPI Bebas Murni, Apa Kasusnya?

Eks pimpinan FPI Rizieq Shihab resmi bebas murni mulai hari ini, Senin, 10 Juni 2024, sejak bebas bersyarat pada 20 Juli 2022 lalu. Apa kasusnya?


Meski Berpeluang, Relawan Bara JP Sebut Kaesang Tak Akan Berlaga di Pilkada 2024

16 hari lalu

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep menjawab soal isu pancalonannya menjadi Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2024 di Kantor DPP PSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Selasa, 4 Juni 2024. TEMPO/Desty Luthfiani
Meski Berpeluang, Relawan Bara JP Sebut Kaesang Tak Akan Berlaga di Pilkada 2024

Ketua BARA JP, Utje Gustaaf Patty, mengatakan Kaesang tidak akan mencalonkan diri menjadi calon Gubernur Jakarta ataupun Wali Kota Solo.


Kisah Dokter Padmosantjojo Berhasil Operasi Pemisahan Kembar Siam Pertama di Indonesia

16 hari lalu

Ilustrasi bayi berkepala dua/kembar siam. ANTARA
Kisah Dokter Padmosantjojo Berhasil Operasi Pemisahan Kembar Siam Pertama di Indonesia

Kembar siam pertama di Indonesia yang berhasil dipisahkan ialah Yuliana dan Yuliani, keduanya dipisahkan berkat operasi yang dipimpin dokter Padmosantjojo pada 1987.