Buka Bisnis Makanan saat Pandemi, Ini Jurus Jitu Chef Arnold

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arnold Poernomo atau lebih dikenal dengan panggilan Chef Arnold adalah seorang koki yang menjadi terkenal setelah menjadi juri Master Chef Indonesia pada 2013. Meski Poernomo bersaudara ini jago masak, namun ketiganya tidak memiliki latar belakang pendidikan formal tata boga atau chef. Semuanya belajar memasak dengan otodidak. instagram.com

    Arnold Poernomo atau lebih dikenal dengan panggilan Chef Arnold adalah seorang koki yang menjadi terkenal setelah menjadi juri Master Chef Indonesia pada 2013. Meski Poernomo bersaudara ini jago masak, namun ketiganya tidak memiliki latar belakang pendidikan formal tata boga atau chef. Semuanya belajar memasak dengan otodidak. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Memulai bisnis makanan di tengah pandemi memang menantang, namun masih sangat mungkin dilakukan dengan memperhatikan sejumlah hal. Hal itu diungkapkan chef Arnold Poernomo. "Sekarang memang sulit, tapi untuk memulai bisnis food and beverage sangat banyak caranya. Bisa dimulai dari buat PO (preorder) dari rumah, sampai mengikuti pembinaan agar bisa jalani bisnis lebih baik," kata Chef Arnold, Senin 29 Juni 2020.

    Selain membuat produk yang bagus dan menarik konsumen, pelaku bisnis makanan juga harus peka dan beradaptasi dengan penggunaan teknologi dan internet guna memasarkan produknya lebih luas lagi.

    Lebih lanjut, pelaku usaha dapat memanfaatkan platform-platform digital yang ada. Seperti misalnya mendaftarkan toko ke layanan delivery makanan, marketplace, hingga media sosial seperti Instagram bisa menjadi opsi yang mudah, murah, namun juga efektif. "Fitur-fitur yang ada di media sosial seperti stiker 'pesanan makanan' di Instagram, dan lainnya, bisa dimanfaatkan. Selain itu, memasarkan ke teman-teman dan keluarga terdekat juga bisa jadi permulaan," kata CEO Digitarasa itu.

    Adapun peluang lain yang bisa dimanfaatkan di berbagai layanan digital, salah satunya adalah melihat promosi yang ditawarkan di marketplace maupun layanan delivery. "Ada promo-promo yang bisa kita manfaatkan. Posisikan bisnis kita di marketplace itu. Misalnya, di GoFood ada opsi ready to cook, itu bisa jadi platform untuk berikan pilihan baru bagi pelanggan," kata salah satu juri MasterChef Indonesia itu.

    Arnold juga mengatakan bahwa pelaku bisnis makanan tak perlu khawatir dengan perubahan tren yang terjadi, karena saat ini digitalisasi merupakan salah satu solusi dan keharusan yang harus diadaptasi bagi pebisnis agar mampu mempertahankan usahanya di tengah pandemi. "Sebelum ada COVID pun, kita sudah beralih ke digital, karena arahnya sudah seperti itu sejak ada internet, network semakin dekat, lalu reach out ke bigger audience. Pas ada COVID, kalau mau survive, kita harus serve customer di rumah dengan memanfaatkan itu," kata dia.

    "Jangan panik sebagai pemilik bisnis, karena solusinya ada di depan mata. Dulu, mungkin digitalisasi adalah optional, tapi sekarang menjadi keharusan," ujarnya melanjutkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    11 Manfaat Ubi Jalar untuk Kesehatan

    Banyak yang tidak mengetahui bahwa ubi jalar yang dianggap remeh ternyata banyak mempunyai manfaat. Berikut sejumlah manfaat ubi jalar.