Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kiat Dampingi Anak Belajar di Rumah agar Tetap Menyenangkan dan Efektif

image-gnews
Ilustrasi kegiatan belajar dari rumah.
Ilustrasi kegiatan belajar dari rumah.
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Sejak awal munculnya Covid-19 di Tanah Air, hampir enam bulan lamanya pelajar menempuh pendidikan di rumah. Tentunya, ini bukanlah suatu hal yang mudah sebab selain harus beradaptasi dengan sistem belajar tanpa pertemuan langsung, anak-anak juga dituntut untuk memahami penggunaan teknologi.

Orang tua pun diharapkan bisa mendampingi agar anak bisa melewati masa sulit ini dengan baik. Dalam merealisasikan hal tersebut, praktisi pendidikan dan komunikasi Vivid Fitri Argarini pun membagikan berbagai tips.

Menurutnya, hal pertama yang harus diperhatikan oleh orang tua adalah cara berkomunikasi dengan anak. Komunikasi sendiri dibagi menjadi dua. Pertama ialah memahami beban dan emosi anak, kedua barulah diajak untuk berdiskusi.

Engaging communication itu sangat penting. Jadi, pertama kita melakukan observasi sambil memahami apa yang dirasakan anak selama belajar di rumah. Setelah itu, barulah melakukan pendekatan lewat metode proper manners,” katanya dalam webinar pada 27 Agustus 2020.

Metode proper manners ini berhubungan dengan komunikasi bersama anak lewat mempraktikkan sikap asertif.

“Kalau kita sudah memperhatikan sikap anak, ini saatnya untuk membangun komunikasi agar anak dan orang tua merasa terkait antara satu dan lainnya. Tapi, jangan lupa untuk tetap menjaga dan menghargai perasaan anak,” ujarnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Vivid pun memberikan contoh kasus. Misalnya, ditemukan anak yang mengalami masalah dalam proses pembelajarannya, bagaimana sikap orang tua? Tentunya ialah dengan menawarkan bantuan, namun dengan cara tersirat sehingga tidak menyinggung anak.

“Kalau kita observasi anak kelihatannya kesusahan mengerjakan tugas, jangan langsung tanya ‘Mama papa bisa bantu apa?’ tapi yang benar ‘Kakak bisa mengerjakan semua? Mama papa lihat boleh?’ Jadi diperhatikan, dibangun dulu bondingnya, baru menawarkan bantuan,” jelasnya.

Vivid juga menyebutkan contoh lain. Ia menjelaskan anak tentu ada kalanya mengalami rasa bosan di tengah proses belajar dari rumah. Sebagai orang tua, Anda pun dituntut untuk membuat kegiatan tersebut lebih menyenangkan.

“Kita bisa menawarkan 'Kakak mau coba belajar di luar rumah?' sehingga menciptakan suasana baru. Relaxing dengan tetap memasukkan unsur pelajaran juga bisa dilakukan. Misalnya, lewat membaca dongeng atau bermain bersama sambil menyisipkan pesan tersirat dari pelajaran anak,” tuturnya.

Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Anggaran Rp 662 Triliun tapi Kualitas Pendidikan Rendah, Kemendagri: Masalah Ada di Daerah

3 hari lalu

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf. TEMPO/M Taufan Rengganis
Anggaran Rp 662 Triliun tapi Kualitas Pendidikan Rendah, Kemendagri: Masalah Ada di Daerah

Kementerian Dalam Negeri atau Kemendagri mengatakan persoalan anggaran pendidikan di daerah menjadi penyebab rendahnya kualitas pendidikan.


Survei Penilaian Integritas Pendidikan 2024, KPK Benarkan Adanya Permintaan Data Siswa Sekolah

6 hari lalu

Tessa Mahardhika Sugiarto sebagai Juru Bicara KPK yang baru saat sesi perkenalan dengan awak media, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 7 Juni 2024. KPK resmi menunjuk mantan Penyidik berasal dari institusi Polri, Tessa Mahardhika Sugiarto sebagai Jubir KPK menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat oleh oleh Ali Fikri. Selain itu, Tessa Mahardhika juga pernah mengikuti seleksi untuk jabatan Direktur Pengaduan Masyarakat KPK pada 2020 dan Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah I pada 2023.  TEMPO/Imam Sukamto
Survei Penilaian Integritas Pendidikan 2024, KPK Benarkan Adanya Permintaan Data Siswa Sekolah

Jubir KPK mengatakan, SPI telah menjadi program prioritas nasional yang berkaitan dengan revolusi mental dan pembangunan kebudayaan.


Iskandar Poltak Simandjuntak Tokoh Pendidikan Indonesia, Ini Profil Pendiri Yayasan Bopkri

7 hari lalu

Iskandar Poltak Simandjuntak. kemdikbud.go.id
Iskandar Poltak Simandjuntak Tokoh Pendidikan Indonesia, Ini Profil Pendiri Yayasan Bopkri

Salah seorang tokoh pendidikan Iskandar Poltak Simandjuntak. Ia merupakan pendiri Yayasan Bopkri, ini profilnya.


Perayaan 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Forum Australia-Indonesia Diluncurkan

9 hari lalu

Kementerian Pendidikan Australia pada 12 Juni 2024, menggelar Forum Australia-Indonesia. Sumber: dokumen Kedutaan Besar Australia
Perayaan 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Forum Australia-Indonesia Diluncurkan

Forum Australia-Indonesia diluncurkan untuk meningkatkan tata kelola dan manajemen universitas.


Pemkab Sukabumi Dipuji Kemendikbud karena Gunakan Sistem KSPS

10 hari lalu

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami menerima kunjungan kerja Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK) Dirjen GTK Kemendikbud Ristek RI ke Pendopo, Rabu, 12 Juni 3024.
Pemkab Sukabumi Dipuji Kemendikbud karena Gunakan Sistem KSPS

Pemerintah Kabupaten Sukabumi memanfaatkan sistem pengangkatan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (KSPS).


Survei KPK: Masyarakat Anggap Wajar Orang Tua Menyuap dalam Penerimaan Siswa Baru

12 hari lalu

Wakil ketua KPK, Johanis Tanak, memberikan kata sambutan dalam peluncuran hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2023, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi,  Jakarta, Jumat, 26 Januari 2024. Penilaian Survei Penilaian Integritas 2023 ini menunjukkan risiko Korupsi Indonesia mengalami tren penurunan mencapai di angka 70,97, hasil penilaian dari 508 Pemerintah Kabupaten/Kota, 93 Kementerian/Lembaga dan 38 Provinsi di seluruh wilayah Indonesia. TEMPO/Imam Sukamto
Survei KPK: Masyarakat Anggap Wajar Orang Tua Menyuap dalam Penerimaan Siswa Baru

Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2023 oleh KPK menunjukkan bahwa praktik suap biasa dilakukan masyarakat saat penerimaan siswa baru.


Australia dan Indonesian Luncurkan Fase Ketiga Program INOVASI Kerja Sama Bidang Pendidikan

15 hari lalu

Peluncuran program INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia), untuk mendukung pembelajaran di sekolah-sekolah dasar di Indonesia pada Kamis, 6 Juni 2024. Sumber: dokumen Kedutaan Besar Australia di Jakarta
Australia dan Indonesian Luncurkan Fase Ketiga Program INOVASI Kerja Sama Bidang Pendidikan

Australia dan Indonesia meluncurkan sebuah kemitraan pendidikan empat tahun terbaru bernama INOVASI


10 Negara dengan Pendidikan Gratis, Ada Jerman hingga Finlandia

15 hari lalu

Bagi Anda yang sedang mencari beasiswa di luar negeri, maka harus tahu negara dengan pendidikan gratis. Berikut ini ulasannya. Foto: Canva
10 Negara dengan Pendidikan Gratis, Ada Jerman hingga Finlandia

Bagi Anda yang sedang mencari beasiswa di luar negeri, maka harus tahu negara dengan pendidikan gratis. Berikut ini ulasannya.


Mengenal ChatGPT Edu yang Baru Saja Diluncurkan OpenAI

16 hari lalu

Chatgpt. Shutterstock
Mengenal ChatGPT Edu yang Baru Saja Diluncurkan OpenAI

ChatGPT Edu dapat memproses dan menalar data teks dan visual, hingga mengutilisasi alat canggih seperti analisis data.


Kisah Kehidupan 49 Tahun Angelina Jolie, Selebritas Aktif Aksi Kemanusiaan

18 hari lalu

Angelina Jolie. Foto: Instagram/@angelinajolie
Kisah Kehidupan 49 Tahun Angelina Jolie, Selebritas Aktif Aksi Kemanusiaan

Kisah kehidupan salah satu ikon Hollywood Angelina Jolie yang aktif dalam berbagai aksi kemanusiaan.