4 Sifat Kritis Jadi Pengusaha Sukses

Reporter

Editor

Mitra Tarigan

Ilustrasi pengusaha. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Kunci sukses dalam berwirausaha bukanlah kecerdasan tradisional, seperti IQ yang tinggi, tetapi ketabahan. Ketabahan adalah kombinasi dari ketekunan, semangat, dan ketahanan. Ketekunan membuat pengusaha tetap fokus saat keadaan menjadi sulit.

Semangat cukup jelas: cinta dan perhatian pada apa yang Anda lakukan. Ketahanan memberi Anda keberanian mental yang diperlukan untuk terus mencoba. Di tengah pandemi Covid-19, mempertahankan ketiga sifat ini merupakan tantangan yang sulit. Bahkan pengusaha yang paling tangguh pun mungkin pernah mengalami hari-hari ketika mereka berjuang dengan kesehatan mental mereka. Apakah mungkin untuk membangun ketahanan Anda di tengah masa yang belum pernah terjadi sebelumnya ini?

Tentu saja bisa. Menurut pakar ketahanan Wayne M. Sotile dan ahli bedah saraf Gary R. Simonds, individu tertentu yang bekerja di biang medis, berkembang selama masa krisis. "Para tenaga medis bisa menanamkan kebiasaan yang menciptakan ketahanan tingkat tinggi dan memungkinkan untuk mengatasinya," kata Sotile seperti dikutip melalui Forbes, Selasa 8 September 2020.

Mengasah kebiasaan tersebut akan membantu mereka untuk berkembang di masa depan. Bagaimana Anda bisa terbiasa dengan dasar-dasar untuk membangun jenis ketahanan ini? Sotile dan Simonds mengacu pada akronim WIRED.

  1. Wellness: Fokus pada kesehatan pribadi Anda
    Banyak pengusaha di awal Covid-19 mungkin merasa takut, kesepian, dan tidak yakin dengan masa depan. Untuk tetap tangguh, banyak yang memiliki hobi seperti memasak, berkebun, dan menari yang memungkinkan untuk mempraktikkan perawatan diri. Ciptakan keseimbangan kehidupan kerja yang sesuai untuk Anda dan kebutuhan spesifik Anda. Perlakukan diri Anda seperti baterai yang tahu kapan waktunya untuk dimatikan dan mengisi ulang daya.

  2. Input: Pahami apa yang mempengaruhi kondisi mental Anda
    Hal apa saja yang membuat Anda stres? Anda mungkin bisa mengetahuinya dengan menggunakan Stress Continuum, model yang biasa digunakan oleh militer untuk menilai dan mengelola stres. Dengan model ini, Anda dapat mengartikulasikan perasaan dan perilaku Anda saat stres.

    Anda bisa memahami gejala terkait stres yang Anda alami seperti perubahan pola makan atau tingkat energi. Seiring waktu, Anda dapat mempelajari penyebab stres Anda, mempraktikkan aktivitas yang diperlukan untuk memindahkan Anda ke zona hijau, dan melepaskan stres dari pikiran Anda untuk fokus pada bisnis Anda.

  3. Recognize: Kenali cara-cara yang berhasil mengasah ketahanan
    Lihat kembali pencapaian yang telah Anda capai dalam karier Anda. Ini sangat besar dalam membangun ketahanan. Berbagai macam faktor mungkin melawan Anda di setiap bagian kehidupan Anda, tetapi Anda dapat berhasil dan berkembang dengan melewati tantangan tersebut.

  4. Dialogue: Lakukan percakapan rutin
    Bicaralah dengan tim Anda, orang yang Anda cintai, pemimpin di tim Anda, dan komunitas media sosial. Tentang apa? Apa pun yang Anda sukai, yang dapat mencakup bisnis Anda dan komunitas bisnis kecil hingga keadilan sosial dan bagaimana Anda dapat bertindak untuk membuat perubahan.

    Menyampaikan pendapat sangat penting untuk membangun ketahanan. Anda tidak hanya berbicara tentang apa yang penting bagi Anda, tetapi Anda juga memperdalam hubungan yang Anda miliki dengan individu yang Anda ajak bicara dan mendorong mereka untuk mendengarkan, berpikir, dan menanggapi dengan ide dan pemikiran mereka sendiri.






Perbedaan IQ, EQ, SQ, Bagaimana Ukuran Kecerdasan Dinilai?

2 jam lalu

Perbedaan IQ, EQ, SQ, Bagaimana Ukuran Kecerdasan Dinilai?

Mengukur kecerdasan ada tiga ukuran, yaitu IQ, EQ, dan SQ


Stunting Pengaruhi Kecerdasan Otak Anak, Cegah dengan Ini

2 hari lalu

Stunting Pengaruhi Kecerdasan Otak Anak, Cegah dengan Ini

Kekurangan gizi dan stunting tidak hanya berdampak penurunan berat badan, tetapi juga berkurangnya asupan energi ke otak anak.


Inilah 10 Daftar Negara dengan IQ Tertinggi di Dunia

3 hari lalu

Inilah 10 Daftar Negara dengan IQ Tertinggi di Dunia

World Population Review menyusun daftar IQ berdasarkan beberapa studi intelijen dunia yang paling terkenal dan dipublikasikan secara luas.


Jokowi: Sebentar Lagi Akan Kita Nyatakan Pandemi Berakhir

3 hari lalu

Jokowi: Sebentar Lagi Akan Kita Nyatakan Pandemi Berakhir

Jokowi menyatakan ada kemungkinan pemerintah dalam waktu dekat bakal menyatakan pandemi Covid-19 berakhir. Ini sebabnya.


Hari Batik Nasional, Rumah Batik Palbatu Gelar Program Seribu Kain

5 hari lalu

Hari Batik Nasional, Rumah Batik Palbatu Gelar Program Seribu Kain

Usaha batik Palbatu sempat terdampak pandemi Covid-19 sehingga produksi kain hingga kelas batiknya sempat tutup.


Pengusaha Startup Percayakan JKN untuk Jaminan Kesehatan Karyawan

6 hari lalu

Pengusaha Startup Percayakan JKN untuk Jaminan Kesehatan Karyawan

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat ini sudah menjadi andalan bagi masyarakat Indonesia untuk menjamin kesehatan pribadi dan keluarganya.


5 Keterampilan Sosial yang Diperlukan jika Ingin Sukses

7 hari lalu

5 Keterampilan Sosial yang Diperlukan jika Ingin Sukses

Hal yang tak kalah penting dari kerja keras adalah keterampilan sosial, termasuk komunikasi.


Protes Tarif Angkutan Penyeberangan Naik 11 Persen, Pengusaha Khawatir Berpengaruh terhadap Keselamatan

7 hari lalu

Protes Tarif Angkutan Penyeberangan Naik 11 Persen, Pengusaha Khawatir Berpengaruh terhadap Keselamatan

Gapasdap menyebut kenaikan tarif angkutan penyeberangan yang mesti ditetapkan Kemenhub adalah sebesar 43 persen.


Sri Mulyani Ungkap Alasan RI Pede Pertumbuhan Ekonomi Bisa Tembus 6 Persen

7 hari lalu

Sri Mulyani Ungkap Alasan RI Pede Pertumbuhan Ekonomi Bisa Tembus 6 Persen

Di negara lain, ucap Sri Mulyani, tidak semua warga bisa menikmati kehidupan yang biasa layaknya orang Indonesia.


MPR Dorong Pemerintah Percepat Ganti Rugi Lumpur Lapindo

8 hari lalu

MPR Dorong Pemerintah Percepat Ganti Rugi Lumpur Lapindo

Para pengusaha merupakan orang yang telah banyak memberi kontribusi yang penting bagi bangsa, negara, dan masyarakat.