Jadi Relawan Covid-19, Apa Saja Tantangannya?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Relawan mengenakan baju hazmat saat mengikuti upacara peringatan HUT ke-75 Republik Indonesia di Kantor BPBD DIY, Umbulharjo, DI Yogyakarta, Senin, 17 Agustus 2020. Upacara yang diikuti sejumlah relawan Tim Kubur Cepat Posko Dukungan Operasional Satgas Penanganan COVID-19 DIY dengan memakai baju hazmat tersebut mengajak masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan selama pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

    Relawan mengenakan baju hazmat saat mengikuti upacara peringatan HUT ke-75 Republik Indonesia di Kantor BPBD DIY, Umbulharjo, DI Yogyakarta, Senin, 17 Agustus 2020. Upacara yang diikuti sejumlah relawan Tim Kubur Cepat Posko Dukungan Operasional Satgas Penanganan COVID-19 DIY dengan memakai baju hazmat tersebut mengajak masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan selama pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Relawan Covid-19 terbentuk sejak Maret 2020 dan berbeda dari relawan pada umumnya. Relawan Covid-19 menjalankan aksi kemanusiaan tanpa harus berkumpul, yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan justru dapat menyebarkan penularan virus corona.

    Ketua Tim Koordinator Relawan Covid-19 Andre Rahadian mengatakan tantangan pertama dari para relawan adalah menghadapi bencana kasat mata pertama kali terjadi di dunia yang penularannya melalui interaksi manusia.

    "Mereka ini terbiasa menghadapi bencana alam dengan mendirikan posko, pengumpulan logistik, dan berkumpul. Tapi kali ini, untuk pandemi Covid-19, enggak bisa seperti itu," papar Andre.

    Andre menyebutkan Relawan Covid-19 ini harus bergerak bersama tanpa berkumpul. Hal ini yang menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam menyamakan strategi saat aksi di lapangan.

    "Kami melakukan pelatihan secara daring dan melakukan koordinasi sebelum bergerak tanpa berkumpul. Dan ini edukasi dari perubahan perilaku di masa pandemi Covid-29," jelas Andre.

    Andre, yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI), menceritakan sejarah terbentuknya relawan yang dimulai dari para alumni. Hingga saat ini terus berkembang dan bekerjasama dengan organisasi kelompok pemuda dan organisasi masyarakat lain yang tersebar di seluruh Indonesia hingga jumlahnya mencapai 32.000 orang.

    Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyampaikan rasa bangga dan mengapresiasi para Relawan Covid-19 yang telah berjuang dalam memutus mata rantai pandemi ini. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) ini berharap semoga apa yang telah dikerjakan kemarin-kemarin, saat ini, dan yang akan datang membuat bangsa kita kian kokoh, kuat, dan tangguh.

    "Karena bangsa kita adalah bangsa yang mampu membuktikan dan menunjukkan bisa menangani masalah pandemi Covid-19 dengan baik sehingga terbebas dari masalah krisis ekonomi dan mengurangi risiko," ujar Doni.

    *Ini adalah konten kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Jaga Jarak yang Tepat Saat Covid-19

    Menjaga jarak adalah salah satu aturan utama dalam protokol Covid-19. Berikut tips untuk menjaga jarak secara efektif.