Pentingnya Peran Komunitas dalam Sosialisasi Protokol Kesehatan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi protokol kesehatan / menjaga jarak atau memakai masker. REUTERS/Issei Kato

    Ilustrasi protokol kesehatan / menjaga jarak atau memakai masker. REUTERS/Issei Kato

    TEMPO.CO, Jakarta - Masih banyak orang yang abai protokol kesehatan. Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Dr. Ridlwan Kamaluddin, mengingatkan perlunya memperkuat peran komunitas dalam sosialisasi protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

    "Sosialisasi protokol kesehatan berbasis komunitas perlu terus diintensifkan," katanya.

    Koordinator bidang kesehatan Pusat Mitigasi Bencana Unsoed itu juga mengatakan perlunya pendidikan kesehatan yang masif, konsisten, dan juga rasional.

    "Aktifkan satuan tugas penanggulangan COVID-19 di tingkat RT atau RW dan lain sebagainya," ujarnya.

    Dia juga menambahkan sosialisasi diperlukan agar masyarakat dapat menerima informasi yang benar. Selain itu juga agar masyarakat tidak mudah percaya pada hoaks atau disinformasi mengenai COVID-19.

    "Masyarakat memerlukan informasi dan edukasi kesehatan yang memadai, transparan, rasional, dan juga berkelanjutan sehingga diharapkan masyarakat tidak mudah percaya pada disinformasi," katanya.

    Dia menambahkan sosialisasi mengenai protokol kesehatan memerlukan dukungan dari tokoh masyarakat, tokoh agama, politisi, dan juga akademisi. Protokol kesehatan seperti #pakaimasker saat ini telah menjadi kewajiban bagi seluruh komponen masyarakat.

    "Karena itu, untuk meningkatkan pemahaman dan juga kesadaran masyarakat agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas, maka edukasi dan sosialisasi harus dilakukan secara berkala," katanya.

    Dia juga kembali mengingatkan para pemimpin di daerah dapat menjadi teladan bagi masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan.

    "Para pemimpin di daerah dapat menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan seperti selalu menggunakan masker di manapun berada," tuturnya.

    Selain itu, dia juga menambahkan perlu adanya sinergi dari penyelenggara pemerintah, aparatur sipil negara, hingga seluruh masyarakat dalam pelaksanaan protokol kesehatan.

    "Semua tentu dimulai dari diri sendiri, dari hal yang sederhana, dan dimulai sejak saat ini juga demi kebaikan bersama," jelasnya.

    *Artikel ini adalah kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.