Cara Merawat Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ruang isolasi Covid-19. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Ilustrasi ruang isolasi Covid-19. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyaknya kasus baru Covid-19 membuat kapasitas rumah sakit kian menurun. Karena itu, bagi yang positif Covid-19 dengan gejala ringan atau tanpa gejala bisa melakukan isolasi mandiri di rumah.

    Isolasi mandiri harus dilakukan dengan benar. Jika ada keluarga yang positif Covid-19 dan ingin menjalani isolasi mandiri, berikut panduannya.

    Pertama, gejala yang dirasakan ringan, seperti demam, batuk ringan, dan sakit tenggorokan yang tidak terlalu parah. Kedua, orang positif Covid-19 tanpa gejala. Ketiga, tidak memiliki penyakit penyerta atau komorbid, seperti jantung, diabetes, paru-paru yang parah, dan hipertensi.

    Kriteria lain adalah telah terkonfimasi positif Covid-19. Berikut panduan lengkap merawat pasien Covid-19 di rumah.

    Baca juga: Bolehkah ke Kamar Mandi yang Sama dengan Anggota Keluarga Positif Covid-19?

    1. Menempatkan pasien di kamar terpisah dari anggota keluarga lain. Pilih kamar yang memiliki ventilasi baik dan jendela agar sinar matahari bisa masuk. Pastikan juga pasien hanya beraktivitas di kamar isolasi.

    2. Pastikan pasien rutin mengonsumsi obat yang telah dianjurkan dokter. Dengan cara ini, diharapkan gejala akan berkurang dan pasien bisa segera pulih.

    3. Siapkan makanan sehat dan bergizi untuk pasien Covid-19. Nutrisi yang cukup bisa menjaga kekebalan tubuh pasien sehingga diharapkan bisa cepat pulih. Konsultasikan pada dokter soal makanan yang bisa dikonsumsi dan tidak.

    Ingatkan juga pasien rutin minum air putih minimal delapan gelas sehari. Sediakan tempat minum yang besar agar tidak bolak balik. Pastikan kebutuhan tidur terpenuhi 7-9 jam.

    4. Gantikan pasien belanja kebutuhan harian, seperti obat-obatan, peralatan mandi, dan barang lain sehingga dia tidak perlu keluar rumah. Pastikan Anda juga dalam kondisi sehat dan memakai masker saat keluar rumah.

    5. Memantau kondisi pasien. Jika selama isolasi keluhan semakin berat, seperti demam tinggi, batuk kian parah, atau sesak napas, maka bisa menghubungi hotline Covid di 119 ext. 9 atau klinik lain. Jika ada kondisi kegawatdaruratan seperti nyeri dada, gelisah, tidak sadarkan diri, atau bibir membiru, segera bawa ke UGD. Selain merawat pasien, Anda juga harus melindungi diri sendiri agar tidak tertular.

    Perhatikan pula hal berikut:
    1. Jaga jarak 1-2 meter.

    2. Gunakan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan.

    3. Ingatkan pasien memakai masker ketika anggota keluarga lain masuk kamar isolasi.

    4. Hindari berlama-lama di kamar isolasi.

    5. Cuci tangan dengan rutin, terutama setelah merawat pasien.

    6. Pisahkan alat makan dan mandi pasien

    7. Jaga kebersihan tempat tinggal isolasi, terutama kamar pasien.

    7. Sediakan tempat sampah khusus untuk pasien.

    8. Perhatikan kondisi kesehatan sendiri juga. Jika mengalami gejala, hubungi layanan kesehatan. Jika ada anggota keluarga positif Covid-19 juga bisa mendapatkan akses pendampingan dokter pribadi yang terlatih menangani kasus Covid-19.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.