5 Sifat yang Harus Dimiliki Wirausaha Tangguh

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi pengusaha (pixabay.com)

    ilustrasi pengusaha (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menurut entrepreneur.com untuk sukses menjadi wirausaha,  seseorang harus memiliki dua ciri kepribadian utama, yakni persepsi dan intuisi. Hal ini dikarenakan kesuksesan tidak datang pada mereka yang paling pintar, melainkan kepada mereka yang mampu melihat peluang dan memanfaatkan peluang tersebut.

    Selain dua kepribadian tersebut, orang yang ingin menjadi pengusaha juga harus memiliki beberapa kepribadian lainnya, di antaranya:

    1. Gairah

    Orang yang ingin sukses jadi pengusaha haruslah menyukai dunia bisnis yang akan dijalaninya. Orang yang benar menyukai dunia bisnis tidak akan mengejar uang di saat-saat awal merintis karir sebagai pengusaha. Mereka menganggap uang hanyalah bonus dari pekerjaan yang memang mereka sukai. Mempunyai gairah terhadap bisnis yang akan dijajaki penting sekali, karena saat menjalankan usaha diperlukan energi, waktu dan pengorbanan besar. Pengusaha yang memiliki gairah tidak akan menyerah atas pekerjaan yang disukainya, mereka akan terus mengejar visi dan misi yang sudah diimpikan.

    Steve Jobs mengatakan “Satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan yang hebat adalah mencintai apa yang Kamu lakukan.”

    1. Motivasi

    Seorang pengusaha tidak membutuhkan orang lain untuk mendorong mereka mengerjakan atau mencapai tujuan yang diinginkan. Ia akan mampu memotivasi dan berkomunikasi dengan dirinya sendiri untuk mencapai apa yang diinginkan. Nah, kepribadian seperti inilah yang juga harus dipunyai orang yang ingin jadi pengusaha.

    Seperti kata pengusaha sukses asal Indonesia Chairul Tanjung “Keberhasilan manusia ditentukan oleh dirinya sendiri. Dengan pilihan yang benar, ia akan bersinar.”

    1. Optimisme

    Seorang pengusaha harus memiliki sifat optimisme akan masa depan, dan selalu melihat ke depan. Untuk menjadi pengusaha sukses harus berorientasi pada tujuan. Tetapkan tujuan dengan jelas dan pahami apa peran masing-masing orang yang terlibat dalam jaringan usaha yang akan dirintis. Lalu buatlah segala perencanaan untuk menggapai tujuan yang diinginkan.

    Seperti nasihat Steve Jobs “Ciptakanlah hari esok, daripada Kamu mengkhawatirkan apa yang sudah terjadi kemarin.”

    1. Kreativitas

    Pengusaha tidak berpikir seperti cara mayoritas orang lain berpikir, mereka berpikir dari sudut pandang lain. Mereka berpikir di luar nalar manusia pada umumnya, melewati batasan-batasan untuk membangun ide-ide besar. Karena seorang pengusaha dituntut memiliki kreativitas tinggi, tidak mengikuti apa yang orang lain lakukan. Guna memunculkan produk atau inovasi baru yang berbeda dari orang lain.

    Seperti kata pendiri Facebook, Mark Zuckerberg “Orang yang sukses adalah orang yang selalu menciptakan hal-hal baru serta mencari cara untuk membuat peningkatan.”

    1. Pengambil Risiko

    Seseorang yang ingin menjadi pengusaha tidak boleh takut mengambil risiko, terutama saat memulai bisnisnya. Pengusaha tidak akan takut terhadap risiko, mereka hanya mementingkan tujuan yang akan dicapai. Pengusaha melihat tantangan dan risiko sebagai peluang, bukan sebagai masalah. Mereka tidak akan berhenti meski kerap terjegal risiko dalam bisnis, mereka juga tidak cepat berpuas diri untuk bisa terus menggali potensi yang lebih besar.

    Seperti kata motivator dan pengusaha Robert Kiyosaki, “Setiap orang dapat memberitahu Anda risikonya. Seorang wirausahawan dapat melihat imbalannya.”

    Sedangkan pendiri Facebook Mark Zuckerberg  menyoroti, seorang wirausaha juga harus berani mengambil risiko. Ia mengatakan “Risiko terbesar adalah tidak mengambil risiko sama sekali. Dalam dunia yang berubah dengan cepat ini, satu-satunya strategi yang dijamin gagal adalah tidak mengambil risiko.”

    DELFI ANA HARAHAP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.