Anji Ditangkap karena Ganja, Ini Beda Antara Ganja dan Sabu

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Musisi Anji dihadirkan saat rilis pengungkapan kasus narkoba di Polres Metro Jakarta Barat, Rabu, 16 Juni 2021. Kapolres Jakarta Barat Komisaris Besar Ady Wibowo mengatakan bahwa keluarga Anji telah mengajukan permohonan asessment. Keluarga berharap Anji bisa direhabilitasi. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Musisi Anji dihadirkan saat rilis pengungkapan kasus narkoba di Polres Metro Jakarta Barat, Rabu, 16 Juni 2021. Kapolres Jakarta Barat Komisaris Besar Ady Wibowo mengatakan bahwa keluarga Anji telah mengajukan permohonan asessment. Keluarga berharap Anji bisa direhabilitasi. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Belum lama ini ramai berita soal musisi Anji yang tertangkap karena memakai ganja. Penyanyi bernama lengkap Erdianto Aji Prihartanto tersebut ditangkap polisi di studionya di Cibubur padu 11 Juni 2021 lalu. Setelah penangkapan, tes urine Anji juga dinyatakan positif zat yang terkandung dalam ganja.

    Menurut UU tentang Narkotika, ganja masuk ke dalam narkotika golongan satu dan sangat berbahaya jika dikonsumsi karena berisiko tinggi menimbulkan efek kecanduan. Ganja dengan nama lain Marijuana atau Cannabis sativa merupakan narkotika jenis alami karena bisa langsung digunakan melalui proses sederhana. Ganja ini sering digambarkan dalam bentuk bunga, batang, biji dan daun kering dari tanaman ganja. Di Indonesia, ganja ini memiliki nama lain seperti cimeng, marijuana, gele, dan pocong.

    Orang-orang menggunakan ganja kering/marijuana, biasanya memasukannya ke dalam lintingan rokok atau ke dalam pipa (bong). Terkadang mereka juga mengosongkan tembakau pada rokok dan diisi dengan marijuana.

    Selain ganja, jenis narkotika yang populer di Indonesia ialah sabu. Pemakaian ganja dan sabu ini berbeda. Sabu dapat dikonsumsi dengan cara dimakan, dimasukan ke dalam rokok, dihisap dan dilarutkan dengan air atau alkohol, lalu disuntikan ke tubuh.

    ADVERTISEMENT

    Sabu atau Methamphetamine merupakan stimultan obat yang sangat adiktif, yang secara kimiawi mirip dengan amfetamine. Sabu berentuk putih, tidak berbau, pahit dan seperti kristal. Merokok atau menyuntikan sabu dapat memberikan efek yang sangat cepat pada otak dan akan menghasilkan euforia yang intens. Karena euforia tersebut dapat memudar dengan cepat, maka pengguna sering memakainya berulang kali.

    Ganja dan sabu sama-sama memiliki efek samping. Dalam efek jangka pendek, ganja akan memaksakan fungsi bagian otak yang mengandung jumlah tertinggi pada reseptor tersebut. Nantinya akan menyebabkan pengguna merasakan “high” dan mengalami beberapa efek lainnya seperti perubahan kesadaran terhadap waktu, perubahan suasana hati, gerakan tubuh terganggu, kesulitan berpikir dan memecahkan masalah dan gangguan terhadap daya ingat.

    Sedangkan sabu, dalam dosis kecil sekalipun dapat meningkatkan insomnia dan menurunkan nafsu makan. Sabu juga dapat menyebabkan masalah jantung, termasuk detak jantung cepat, denyut jantung tak teratur, dan peningkatan tekanan darah.

    Hal yang patut diketahui, jika penggunaan narkoba memang sangat berbahaya bagi kesehatan. Peredaran dan dampak narkoba dikhawatirkan akan merusak generasi muda. Sebab, narkoba ini penggunaannya semakin meningkat dan tak kenal jenis kelamin dan usia karena semua orang berisiko mengalami kecanduan jika sudah mencicipi zat berbahaya ini.

    TEGUH ARIF ROMADHON

     Baca: Ciri-Ciri Umum Pemakai Narkoba


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?