Ternyata Permainan Cilukba Dapat Mengubah Dunia

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi orangtua bermain cilukba dengan anak. Shutterstock

    Ilustrasi orangtua bermain cilukba dengan anak. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Permainan cilukba biasa dilakukan oleh orang dewasa kepada balita untuk membuatnya terhibur. Meski terlihat sederhana namun hal ini memiliki dampak yang besar bagi perkembangan seorang anak ke depannya.

    Anak-anak merupakan generasi penerus suatu bangsa. Agar memiliki masa depan yang baik, tentunya anak-anak juga harus tumbuh dan berkembang dengan baik.

    Molly Wright, seorang anak perempuan berusia 7 tahun asal Australia, menjelaskan bagaimana peran orang dewasa dalam membentuk masa depan anak-anak. Penjelasan itu ia sampaikan dalam acara TED Talks yang diselenggarakan oleh Minderoo Foundation dan UNICEF. “Bagaimana jika saya memberi tahu anda bahwa permainan cilukba dapat mengubah dunia?” katanya dikutip dari laman resmi UNICEF, Jumat, 17 September 2021.

    Molly menjelaskan jika otak manusia tumbuh dengan cepat di usia dini. Ketika berusia 7 tahun, otak anak-anak sudah berkembang hingga 90 persen dari volume otak orang dewasa.

    Molly menguraikan hasil penelitian para ilmuwan mengenai 5 hal penting yang harus diperhatikan orang tua untuk mendukung perkembangan otak anak, yakni saling terhubung, berbicara, bermain, rumah yang sehat, dan komunitas.

    Dalam pidatonya, Molly dibantu oleh balita berusia satu tahun bernama Ali dan ayahnya, Amarjot, untuk mengilustrasikan ide-ide besarnya tentang ilmu otak. Ia menyoroti pentingnya permainan seperti cilukba dalam membangun imajinasi, kosa kata, perhatian, dan empati anak-anak.

    “Selain membangun dan memperkuat hubungan serta kesehatan mental, hal itu sebenarnya mengajarkan kami beberapa keterampilan hidup utama, mulai dari berteman, mengikuti ujian, mendapatkan pekerjaan, hingga mungkin suatu saat nanti membangun keluarga sendiri,”kata Molly.

    Molly juga memperingatkan bahwa anak-anak bisa terganggu oleh perangkat digital milik orang tua mereka. Ketika para orang tua terlalu sibuk dengan gawainya, interaksi dengan anak menjadi minim. Dampaknya, anak-anak akan merasa kebingungan dan tertekan.

    Hubungan dengan orang tua dapat memberi anak rasa percaya diri yang mereka butuhkan untuk mencoba hal baru, untuk menjelajah dan menjadi seorang anak. Oleh karena itu, Molly berharap agar para orang tua ingat bahwa masa paling istimewa bagi perkembangan anak adalah pada lima tahun pertama.

    Setiap momen kebersamaan antara orang tua dan anak adalah kesempatan untuk saling terhubung, berbicara dan bermain. Jika semua orang melakukannya, maka bisa terjadi perubahan yang besar.

    Bagi anak-anak, cilukba bukan hanya sekedar permainan, itu adalah masa depan mereka. “Terbukti, kan? Permainan cilukba benar-benar bisa mengubah dunia,”ujar Molly ketika menutup pidatonya.

    SITI NUR RAHMAWATI

    Baca juga:

    Waspada, Ini Jenis-Jenis Eksploitasi Seksual Online pada Anak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.