93 Tahun Tintin: Kisah 3 Tokoh Mendarat di Bandara Kemayoran

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Seorang murid membaca buku komik Tintin sebagai salah satu bentuk program gerakan literasi sekolah di SD Sabang, Bandung, Jawa Barat, 30 Agustus 2016. Program ini mewajibkan membaca selama 15 menit kepada seluruh anak-anak sekolah sebelum memulai pelajaran. TEMPO/Prima Mulia

    Seorang murid membaca buku komik Tintin sebagai salah satu bentuk program gerakan literasi sekolah di SD Sabang, Bandung, Jawa Barat, 30 Agustus 2016. Program ini mewajibkan membaca selama 15 menit kepada seluruh anak-anak sekolah sebelum memulai pelajaran. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta -The Adventures of Tintin, komik serial asal Belgia ciptaan Herge pernah mendarat di Banda Udara Internasional Kemayoran.

    Mengutip dari Tempo.co edisi 18 Juli 2019, bandar udara tertua di Indonesia tersebut pernah menjadi latar tempat cerita tokoh komik Tintin, dalam judul 'Penerbangan 714 ke Sydney' atau dalam bahasa Prancis 'Vol 714 pour Sydney', album serial komik Kisah Petualangan Tintin yang ke-22.

    Selain ruang tamu bandara, Tintin dalam komik tersebut juga mengunjungi Menara ATC bandara Kemayoran yang kemudian menara tersebut mendapati julukan Menara Tintin.

    Mengutip dari PPK Kemayoran, Menara ATC ini dulunya adalah Menara ATC pertama di Asia. 

    Dalam komik yang terbit pada tahun 1968 tersebut, Professor 
    Calculus berbicara kepada Tintin dan Kapten Haddock "Itu! Lihat! Kemajoran!...Apakah ini Djakarta atau bukan?"

    Pada 'Penerbangan 714 ke Sydney' diceritakan tiga tokoh fiksi karya komikus Herge, yaitu Tintin, Kapten Haddock, dan Professor Calculus, yang mendarat di bandara Internasional Kemayoran untuk pemberhentian terakhir penerbangan 714 dari London sebelum pergi ke Sydney.

    VALMAI ALZENA KARLA

    Baca juga : Hari Ini Kilas Balik Dimulainya Petualangan Tintin 93 Tahun Lalu


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.