Bukan Poligami, Ini Saran Dokter untuk Cegah Penularan HIV

Reporter

Editor

Mila Novita

Ilustrasi pemeriksaan HIV. ANTARA/Zabur Karuru

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyarankan pernikahan dan poligami menjadi salah satu solusi menghindari penularan Human immunodeficiency virus (HIV). Ini merupakan respons atas berita peningkatan kasus HIV di Jawa Barat, dimulai dari Kota Bandung dan diikuti berita bahwa belasan ibu hamil di Cianjur terinfeksi HIB sepanjang Januari-Juli 2022. 

Usulan tersebut menuai kontroversi. Dalam video edukasi di Instagram, Rabu, 31 Agustus 2022, dokter Adam Prabata mengatakan, salah satu penelitian menyebut bahwa bukti poligami menjadi solusi untuk penyebaran HIV/AIDS lemah. Adam mengutip penelitian di Afrika yang hasilnya telah diterbitkan pada Desember 2020, ”Is polygyny a risk factor in the transmission of HIV in sub-Saharan Africa? A systematic review” yang menyimpulkan bahwa hal itu malah memungkinkan peningkatkan risiko perilaku seksual yang berisiko.

“Secara umum yang terbukti berisiko itu adalah perilaku seksual yang berisiko, jadi sepertinya dibandingkan dengan poligami, lebih baik menyarankan untuk mengurangi bahkan meninggalkan perilaku seksual yang lebih berisiko,” dia menjelaskan.

Menurut Adam, perilaku seksual yang berisiko itu misalnya hubungan seksual dengan banyak partner, tanpa pengaman, atau hubungan seksual yang landasannya imbalan.

HIV menginfeksi sistem kekebalan dan melemahkan pertahanan orang terhadap banyak infeksi dan beberapa jenis kanker, menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Saat virus menghancurkan dan merusak fungsi sel kekebalan, orang  yang terinfeksi akan mengalami penurunan kekebalan secara bertahap. Tahap paling lanjut dari infeksi HIV adalah Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Butuh waktu bertahun-tahun bagi HIV yang tidak diobati untuk berkembang jadi AIDS, tergantung pada individunya. AIDS didefinisikan dengan perkembangan kanker tertentu, infeksi atau manifestasi klinis jangka panjang yang parah.

Orang yang berisiko tinggi tertular HIV
Laman WHO menyebutkan bahwa HIV dapat ditularkan melalui pertukaran berbagai cairan tubuh dari orang yang terinfeksi, seperti darah, ASI, air mani, dan cairan vagina. HIV juga dapat ditularkan dari ibu ke anaknya selama kehamilan dan persalinan. Tapi, penularan HIV tidak terjadi melalui kontak biasa sehari-hari seperti berciuman, berpelukan, berjabat tangan, atau berbagi benda pribadi, makanan, atau air.

Risiko penularan HIV lebih tinggi pada orang yang sering melakukan seks anal atau vaginal tanpa kondom; mengalami infeksi menular seksual (IMS) lain seperti sifilis, herpes, klamidia, gonore dan vaginosis bakteri; menggunakan obat-obatan yang berbahaya dalam konteks perilaku seksual; berbagi alat suntik yang terkontaminasi; menerima suntikan yang tidak aman, transfusi darah dan transplantasi jaringan, dan prosedur medis yang melibatkan pemotongan atau penindikan yang tidak steril; dan mengalami luka tusuk jarum yang tidak disengaja, termasuk di kalangan petugas kesehatan.

Di Kota Bandung, mayoritas kasus HIV terjadi di kalangan heteroseksual, disusul dengan pengguna narkoba dengan cara suntik atau penasun. 

Baca juga: Catat, Inilah 5 Cara Ampuh Cegah Penularan HIV

 Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.






141 Gempa Guncang Jawa Barat Selama Januari, Mayoritas di Darat

13 jam lalu

141 Gempa Guncang Jawa Barat Selama Januari, Mayoritas di Darat

Sebanyak 86 kali gempa terjadi di darat dengan kedalaman dangkal, selebihnya terjadi di laut.


7 Pemandian Air Panas di Jawa Barat dengan Pemandangan Alam Indah

4 hari lalu

7 Pemandian Air Panas di Jawa Barat dengan Pemandangan Alam Indah

Ada sejumlah tempat pemandian air panas di Jawa Barat dengan menyuguhkan pemandangan alam yang indah, apa saja?


Surplus 1,5 Ton Beras, Ridwan Kamil Sebut Jawa Barat Tidak Perlu Impor

7 hari lalu

Surplus 1,5 Ton Beras, Ridwan Kamil Sebut Jawa Barat Tidak Perlu Impor

Ridwan Kamil mengatakan dengan adanya kenaikan harga beras, pihaknya akan melakukan intervensi ke pasar.


Ingat Gita Cinta dari SMA Jangan Lupa Eddy D. Iskandar Penulisnya

10 hari lalu

Ingat Gita Cinta dari SMA Jangan Lupa Eddy D. Iskandar Penulisnya

Film Gita Cinta dari SMA yang ditulis Eddy D. Iskandar tak lekang oleh zaman. Ini sosok penulis film yang bisa beradaptasi setiap zaman sejak 1979.


Ridwan Kamil Berlabuh di Golkar, Begini Kata Pengamat

12 hari lalu

Ridwan Kamil Berlabuh di Golkar, Begini Kata Pengamat

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil alias Kang Emil telah resmi menjadi anggota Partai Golkar.


Ketua DPD: Ridwan Kamil Menambah Daya Gedor Golkar Depok di Pemilu 2024

13 hari lalu

Ketua DPD: Ridwan Kamil Menambah Daya Gedor Golkar Depok di Pemilu 2024

Ketua DPD Partai Golkar Depok yakin bergabungnya Ridwan Kamil menjadi tanda awal kembalinya kejayaan Golkar di Jawa Barat.


Ragam Pilihan Destinasi Wisata Ciamis, Salah Satunya Makam Bupati Aria Kusumadiningrat

14 hari lalu

Ragam Pilihan Destinasi Wisata Ciamis, Salah Satunya Makam Bupati Aria Kusumadiningrat

Berikut pilihan destinasi wisata di Ciamis, Jawa Barat. Selain Pantai Pangandaran, juga situs Jambansari tempat makam Bupati Aria Kusumadiningrat.


Ridwan Kamil akan Bergabung ke Partai Golkar, DPD Berharap Bisa Bantu Menangkan Pemilu di Jabar

14 hari lalu

Ridwan Kamil akan Bergabung ke Partai Golkar, DPD Berharap Bisa Bantu Menangkan Pemilu di Jabar

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan menyampaikan sikapnya untuk bergabung ke Partai Golkar hari ini.


Kasus Chiki Ngebul, Dinkes Jabar Tetapkan Darurat Medis

18 hari lalu

Kasus Chiki Ngebul, Dinkes Jabar Tetapkan Darurat Medis

Dinkes Jabar tetapkan darurat medis kasus chiki ngebul setelah ditemukan 28 korban di Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Bekasi.


Wagub Jabar Larang Penjualan Chiki Ngebul

19 hari lalu

Wagub Jabar Larang Penjualan Chiki Ngebul

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum melarang penjualan chiki ngebul di Jawa Barat.