Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

PHK Massal Jadi Momok: Intip Dampak Buruk PHK bagi Kesehatan Psikologis

image-gnews
Ilustrasi PHK. Shutterstock
Ilustrasi PHK. Shutterstock
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta -Baru-baru ini terjadi PHK massal yang dilakukan oleh berbagai startup di Indonesia. Ada yang 100 karyawan, bahkan ribuan.

Menurut UU No.15 tahun 2003, PHK atau pemutusan hubungan kerja adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja/buruh dane pengusaha/perusahaan.

Alasan PHK Massal dan Dampaknya

Ada beberapa alasan yang mendasari terjadinya pemutusan hubungan kerja seperti pemecatan karena melakukan kesalahan, produktivitas karyawan menurun dan perusahaan melakukan efisiensi. 

Baca juga : Setelah PHK 1.300 Karyawan, Goto Bakal Divestasi Saham

Dalam jurnal yang diterbitkan Universitas Negeri Makasar, PHK sendiri memberikan berbagai dampak, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Pendapatan 

Akibat adanya peristiwa PHK, banyak karyawan yang kehilangan mata pencahariannya dan berdampak pada pendapatan yang diterima. Para eks karyawan yang pada awalnya sudah terbiasa dengan pemasukan yang pasti setiap bulannya menjadi tidak tetap dan serba tidak menentu. 

2. Pengaruh psikologis

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dari sisi psikologi, psikolog Retno Dewanti Purba mengatakan bahwa setidaknya terdapat empat akibat yang bisa dirasakan karyawan karena PHK. Pertama dari fungsi diri yang terganggu. Selain itu, identitas dan tingkat kepercayaan diri juga akan terganggu.

Adapun dampak psikologis lain yang bisa dirasakan, termasuk hilangnya rasa nyaman. Terakhir, rasa kehilangan koneksi sosial rentan dialami. Bahkan PHK juga memberikan masalah mental yang serius hingga menimbulkan depresi dan bunuh diri. 

3. Menambah Jumlah Pengangguran 

Menurut jurnal yang diterbitkan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Lantim Way Jepara, Pemutusan hubungan kerja ( PHK) menjadi keharusan bagi perusahaan besar maupun kecil yang tidak mampu survive. Langkah PHK dilakukan demi penghematan biaya dan menyelamatkan bisnis perusahaan. Keputusan ini bukan merupakan keputusan yang mudah.

Perusahaan pastinya telah mencoba segala kemungkinan untuk menghindari PHK terjadi tetapi perusahaan juga harus menerima kenyataan bahwa keputusan hari ini kami ambil demi jutaan mata pencaharian orang yang bergantung pada perusahaan. PHK massal dapat menimbulkan angka pengangguran juga semakin besar, hal tersebut tentunya merugikan negara.

MELINDA KUSUMA NINGRUM

Baca juga : Setahun Goto Merger Tokopedia dan Gojek Itu Lakukan PHK massal 1.300 Karyawan

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung.

Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Sony PHK 900 Karyawan Divisi PlayStation, Ini Alasannya

2 hari lalu

Logo Sony.  REUTERS/Yuya Shino
Sony PHK 900 Karyawan Divisi PlayStation, Ini Alasannya

Restrukturisasi ini menyusul kinerja mengecewakan dalam target penjualan PS5 yang mengakibatkan harga saham Sony turun secara signifikan.


2 Ribu Siswa SMA Program Double Track di Jawa Timur Dapat Pelatihan Digital

2 hari lalu

Ilustrasi bekerja di era digital. Foto: Freepik
2 Ribu Siswa SMA Program Double Track di Jawa Timur Dapat Pelatihan Digital

Ribuan peserta itu terdiri dari siswa asal 52 SMAN maupun SMA swasta, serta remaja dari 10 lembaga non formal di Jawa Timur.


Rupiah Pekan Ini Berpotensi Menguat, Apa Pemicunya?

5 hari lalu

Karyawan tengah menghitung uang pecahan 100 dolar Amerika di sebelah uang rupiah di penukaran valuta asing di Jakarta. Tempo/Tony Hartawan
Rupiah Pekan Ini Berpotensi Menguat, Apa Pemicunya?

Pengamat Pasar Uang, Ariston Tjendra, mengatakan rupiah bisa bergerak ke arah Rp 15.500 per dolar AS pada pekan ini.


Vice Media Bakal PHK Ratusan Karyawan dan Setop Publikasi Konten

7 hari lalu

Logo Vice Media. Istimewa
Vice Media Bakal PHK Ratusan Karyawan dan Setop Publikasi Konten

VICE Media Group akan melakukan PHK dan berhenti mempublikasikan konten di situs mereka. Apa sebabnya?


Philadelphia Jadi Kota 'Zombie', Apa Penyebabnya?

7 hari lalu

Sebuah sepeda digambarkan di tempat kejadian saat penyelidikan sedang berlangsung sehari setelah terjadinya aksi penembakan massal di bagian Kingsessing di barat daya Philadelphia, Pennsylvania, AS, 4 Juli 2023. REUTERS/Bastiaan Slabbers
Philadelphia Jadi Kota 'Zombie', Apa Penyebabnya?

Wilayah Philadelphia di Amerika Serikat kini heboh karena disebut Kota 'Zombie', Kenapa?


Terpopuler: Kata Pasar soal Sri Mulyani di Kabinet Mendatang, Gibran Sebut Makan Siang Gratis Fokus di Daerah 3T

11 hari lalu

Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait nota keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023 di Jakarta, Selasa, 16 Agustus 2022. ANTARA/Aditya Pradana Putra
Terpopuler: Kata Pasar soal Sri Mulyani di Kabinet Mendatang, Gibran Sebut Makan Siang Gratis Fokus di Daerah 3T

Berita terpopuler bisnis pada Senin, 19 Februari 2024 dimulai dari sosok Sri Mulyani yang disebut-sebut masih sangat diperlukan di kabinet.


Nike Akan PHK 1.600 Karyawan, Apa Saja Pemicunya?

11 hari lalu

Logo NIKE. Logohistory
Nike Akan PHK 1.600 Karyawan, Apa Saja Pemicunya?

Nike akan memangkas lebih dari 1.600 karyawan atau sekitar 2 persen dari total tenaga kerjanya. Apa sebabnya?


Samuel Sekuritas: IHSG Sesi I Ditutup di Level 7.322,8, Saham BUMN Karya Menguat Tajam

16 hari lalu

Sejumlah pelajar berkunjung dan berfoto di ruang utama lantai Bursa Efek Infonesia, Jakarta, Rabu, 7 Februari 2024. Berdasarkan data RTI Business, IHSG terpantau naik 0,30 persen atau 21,82 poin ke 7.269,23 pada pukul 09.02 WIB. TEMPO/Tony Hartawan
Samuel Sekuritas: IHSG Sesi I Ditutup di Level 7.322,8, Saham BUMN Karya Menguat Tajam

Per akhir sesi pertama perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 359 saham menguat, sementara 211 melemah.


Generasi Muda di Cina Kini Lebih Senang Rebahan, Ogah Kerja Keras

16 hari lalu

Sejumlah remaja antre untuk diperiksa kesehatan saat vaksin di Heihe, Cina, 3 Agustus 2021. Cina melaporkan 55 kasus baru Covid-19 yang ditransmisikan secara lokal pada 2 Agustus 2021. Virus Corona menyebar cepat seiring merebaknya varian Delta di lebih dari 20 kota dan 12 provinsi. China Daily via REUTERS
Generasi Muda di Cina Kini Lebih Senang Rebahan, Ogah Kerja Keras

Di tengah melemahnya perekonomian Cina, generasi muda di sana lebih senang rebahan dibandingkan bekerja keras.


Grab Indonesia Bantah Rumor Merger dengan GoTo

18 hari lalu

Pengemudi ojek online  berorasi saat aksi demo di depan kantor Grab di Bandung, Jawa Barat, 22 Januari 2024. Mereka mengajukan 10 tuntutan terkait aturan Grab yang dianggap sangat merugikan pengemudi ojol. TEMPO/Prima mulia
Grab Indonesia Bantah Rumor Merger dengan GoTo

Senada dengan pernyataan GoTo sebelumnya, Grab Indonesia turut menepis isu kemungkinan merger kedua perusahaan.