Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Tahun Baru Imlek: Sederet Makanan Penutup yang Biasa Disajikan untuk Harapan Lebih Baik

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

image-gnews
Fa Gao. shutterstock.com
Fa Gao. shutterstock.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta -Tahun Baru Imlek merupakan hari libur terpenting dalam budaya Tionghoa. Banyak keluarga di China mudik dan berkumpul di desa atau kampung halaman. Di antara pertemuan keluarga atau sanak saudara, berkumpul di meja makan adalah salah satu yang dinantikan.

Makanan terpenting tahun ini menjadi makan malam reuni Malam Tahun Baru (Nián yèfàn atau tuán niánfàn).

  • Delapan Harta Puding Nasi

Tampak berwarna-warni dalam laman thespruceeats, delapan harta puding nasi disajikan dingin dan dibentuk dalam wajan dengan berbagai bahan warna-warni. Menurut legenda, makanan ini diciptakan untuk menghormati delapan prajurit - angka yang sangat menguntungkan dalam budaya Tiongkok, melambangkan kemakmuran dan kekayaan.

Baca : 20 Link Twibbon Tahun Baru Imlek-2023 Lengkap dengan Cara Menggunakannya

Terbuat dari beras ketan, diisi dengan kacang merah manis, kacang hijau, atau pasta biji teratai, lalu ditaburi berbagai jenis buah kering sebagai sisa “harta karun”. 

  • Tangyuan

Berbentuk bola-bola tepung beras yang lengket dan kenyal dengan tekstur seperti mochi ini berisi dengan isian manis atau gurih sebelum direbus dalam air, yang kemudian diubah menjadi kaldu bergula. Menjadi kebiasaan memakannya untuk sarapan pertama tahun baru di wilayah Jiangsu dan Shanghai, menurut laman chinesenewyear.

Tangyuan. shuterstock.com

Untuk variasi yang lebih banyak lagi, bola nasi ini bisa digoreng atau dikukus juga. 

  • Yuan Xiao

Makanan penutup ini disebut yuan xiao di Tiongkok Utara. Perbedaan yuan xiao dan tang yuan terletak pada proses persiapannya. Tang yuan dibuat seperti pangsit, terkadang titik kecil ditambahkan sehingga menyerupai buah persik, sebagai simbol umur panjang. 

Sebaliknya, yuan xiao mulai dengan isian. Tepung beras kemudian dituang dan dikocok hingga membentuk bola, yang dimakan pada hari terakhir Tahun Baru Imlek.

  • Nian Gao
Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Nian Gao, juga dikenal sebagai kue beras atau kue Tahun Baru. Kata “gao” dalam nian gao adalah homofon dari arti tinggi. Ini adalah keinginan untuk menjadi sukses dan lebih tinggi setiap tahun. Beberapa orang suka memberi tahu anak-anak mereka, bahwa makanan ini juga akan membantu mereka tumbuh lebih tinggi.

Terbuat dari beras ketan atau nasi jagung, memberi nian gao dua warna dan tekstur yang unik. Tergantung bentuknya, makanan penutup ini dapat berbentuk seperti batu bata atau batangan emas dan perak.

  • Fa Gao

Seperti nian gao, gao” merupakan keinginan untuk sukses. Hampir semua makanan penutup China dengan nama “gao” memiliki arti itu. Yang memberi arti unik pada fa gao adalah “fa” yang bermakna mendapatkan kekayaan dan menghasilkan banyak uang.

Beras direndam sebelum digiling menjadi pasta. Langkah terpenting berikutnya, yaitu fermentasi. Jika masa fermentasi terlalu singkat, fa gao tidak akan bisa terbuka, jadi selama ini pasta harus diaduk setiap beberapa menit.

Demikian sederet hidangan penutup dalam makan malam Tahun Baru Imlek yang digelar sebagai tradisi setiap datangnya Tahun Baru. Juga tentu saja dengan harapan-harapan baru. 

BALQIS PRIMASARI
Baca juga : Libur Imlek, Ancol Siapkan Parade Akbar hingga Atraksi Barongsai Bawah Air

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. 


Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


China Manfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Mengawasi Ujian Nasional Gaokao

8 hari lalu

Ilustrasi kecerdasan buatan atau AI. Dok. Shutterstock
China Manfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Mengawasi Ujian Nasional Gaokao

Sejumlah provinsi di China telah mulai menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk memantau ujian masuk perguruan tinggi nasional, atau gaokao.


Rekap Hasil Indonesia Open 2024: Liang Wei Keng / Wang Chang Bawa China Borong 4 Gelar, Korea 1

13 hari lalu

Pebulu tangkis ganda putra Liang Wei Keng/Wang Chang berpose setelah mempersembahkan gelar keempat bagi China di Indonesia Open, seusai mengalahkan wakil Malaysia Man Wei Chong/Kai Wun Tee dengan skor 19-21, 21-16, 21-12 pada final di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (9/6/2024). (ANTARA/Ho/PBSI).
Rekap Hasil Indonesia Open 2024: Liang Wei Keng / Wang Chang Bawa China Borong 4 Gelar, Korea 1

Pasangan ganda putra, Liang Wei Keng / Wang Chang, melengkapi dominasi wakil China di Indonesia Open 2024. Simak rekap hasilnya.


Salip Samsung, Huawei Rajai Pasar Ponsel Lipat Fokus pada Model Ponsel 5G

21 hari lalu

Smartphone dengan logo Huawei terlihat di depan bendera AS dalam ilustrasi ini diambil 28 September 2021. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo
Salip Samsung, Huawei Rajai Pasar Ponsel Lipat Fokus pada Model Ponsel 5G

Pendorong utama kesuksesan Huawei di pasar perangkat lipat kalahkan Samsung adalah fokusnya pada model ponsel 5G.


Mengenang Banjir Yangtze 1931, Banjir Bandang di China yang Menewaskan 3,6 Juta Jiwa

38 hari lalu

Warga membersihkan puing-puing bangunan yang hancur akibat banjir bandang di Nagari Bukik Batabuah, Kabupaten Agam, 14 Mei 2024. Warga sudah mulai membersihkan puing-puing, material lumpur dan tumpukan kayu yang memasuki rumahnya, dan hingga saat ini korban meninggal meninggal akibat banjir yang terjadi pada Sabtu 11 Mei 2024 di Sumatra Barat itu sudah mencapai angka 47 orang. TEMPO/Fachri Hamzah.
Mengenang Banjir Yangtze 1931, Banjir Bandang di China yang Menewaskan 3,6 Juta Jiwa

Banjir bandang di Sungai Yangtze pada 1931 merupakan salah satu bencana alam terburuk dalam sejarah China, bahkan di dunia.


Terkini: Jokowi Sebut Bantuan Beras Patut Disyukuri, Besaran Iuran BPJS Kesehatan Terbaru Setelah Diganti KRIS

38 hari lalu

Presiden Joko Widodo saat penyerahan bantuan pangan beras cadangan pangan pemerintah kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Gudang Bulog, Cibitung, Jawa Barat, Jumat 16 Februari 2024. Presiden Jokowi menepis anggapan bahwa kenaikan harga beras dipicu pemberian bantuan pangan dari pemerintah. TEMPO/Subekti.
Terkini: Jokowi Sebut Bantuan Beras Patut Disyukuri, Besaran Iuran BPJS Kesehatan Terbaru Setelah Diganti KRIS

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebut bantuan beras merupakan langkah konkret untuk meringankan beban masyarakat.


RI-China Bahas Kerja Sama Riset di Bidang Pengolahan Nikel

38 hari lalu

Ilustrasi  smelter nikel. REUTERS
RI-China Bahas Kerja Sama Riset di Bidang Pengolahan Nikel

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Duta Besar China untuk Indonesia Lu Kang bertemu untuk membahas penguatan kerja sama


Batal Angkat Kaki, Ini 5 Ponsel Meizu yang akan Rilis

40 hari lalu

Ponsel Meizu M6. TEMPO/Charisma Adristy
Batal Angkat Kaki, Ini 5 Ponsel Meizu yang akan Rilis

Meizu melampaui ekspektasi dengan tidak hanya satu, tapi lima rencana peluncuran ponsel baru.


10 Negara dengan Jumah Penduduk Terbanyak di Dunia

47 hari lalu

Dilansir dari World Population by Country, ada 10 negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Indonesia termasuk ke dalam 5 besar. Foto: Canva
10 Negara dengan Jumah Penduduk Terbanyak di Dunia

Dilansir dari World Population by Country, ada 10 negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Indonesia termasuk ke dalam 5 besar.


Kunci Tim Bulu Tangkis China Raih Gelar Piala Uber 2024, Titel Ke-16 Sepanjang Sejarah

47 hari lalu

Pemain China Chen Qing Chen dan Jia Yi Fan mengangkat trofi Piala Uber 2024. Doc. BWF.
Kunci Tim Bulu Tangkis China Raih Gelar Piala Uber 2024, Titel Ke-16 Sepanjang Sejarah

China meraih gelar ke-16 Piala Uber setelah mengalahkan tim putri bulu tangkis Indonesia dengan skor telak 3-0. Mengatasi tekanan adalah kunci.


Berapa Jumlah Penduduk Bumi Saat Ini? Berikut Penjelasannya

54 hari lalu

Berapa jumlah penduduk bumi saat ini? Hingga tahun 2024, penduduk bumi mencapai hampir 10 miliar. Berikut ini daftar negara dengan populasi terbanyak. Foto: Canva
Berapa Jumlah Penduduk Bumi Saat Ini? Berikut Penjelasannya

Berapa jumlah penduduk bumi saat ini? Hingga tahun 2024, penduduk bumi mencapai hampir 10 miliar. Berikut ini daftar negara dengan populasi terbanyak.