Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

5 Hal Penting yang Harus Dilakukan setelah Mendapat Panggilan Wawancara Kerja

Reporter

Editor

Nurhadi

image-gnews
Wawancara adalah tahapan selanjutnya setelah kamu melamar kerja. Kesan yang baik akan memberikan kamu kesempatan lebih. (Canva)
Wawancara adalah tahapan selanjutnya setelah kamu melamar kerja. Kesan yang baik akan memberikan kamu kesempatan lebih. (Canva)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Mendapatkan panggilan wawancara kerja adalah salah satu tahap penting dalam proses pencarian kerja. Namun, setelah mendapatkan panggilan tersebut, sebagian orang mungkin merasa bingung tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya. 

Seperti diketahui bersama, hal terpenting untuk mendapatkan pekerjaan adalah memastikan bahwa Anda benar-benar siap untuk wawancara. Pasalnya, menurut Glu Recruit, ada beberapa hal tak terduga yang mungkin terjadi selama proses wawancara kerja. Misalnya, kepanikan hingga sikap pewawancara yang keras. 

Dihimpun dari Nidirect Government Services, berikut hal-hal penting yang perlu dilakukan setelah mendapat panggilan wawancara kerja:

1. Riset Profil Perusahaan 

Jika Anda diundang untuk wawancara kerja, Anda harus melakukan riset terkait profil perusahaan yang dilamar. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh pertanyaan yang diajukan tentang perusahaan tersebut bisa dijawab dengan optimal. Riset perusahaan bisa dilakukan lewat berbagai cara, salah satunya dengan membaca profilnya lewat website resmi.

2. Persiapkan Diri dengan Matang 

Persiapan adalah kunci keberhasilan dalam wawancara kerja. Setelah mendapatkan panggilan wawancara, pastikan untuk mempersiapkan diri secara matang. Sebagai contoh, persiapkan diri secara fisik dan mental. Latih juga diri kamu untuk menjawab pertanyaan wawancara dengan baik dan benar.

3. Kumpulkan Informasi yang Diperlukan saat Wawancara 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dengan mengumpulkan informasi yang diperlukan ketika proses wawancara kerja, Anda bisa menjelaskan lebih rinci terkait segala pertanyaan yang diajukan. Informasi tidak hanya seputar perusahaan yang dilamar, tetapi juga mencakup informasi sepenuhnya tentang diri Anda. Mulai dari informasi pribadi hingga pengalaman kerja yang relevan.

4. Pastikan Keaslian Undangan Wawancara Kerja 

Banyak kasus terjadi, para pelamar kerja mendapat undangan wawancara kerja palsu alias bodong. Para pelaku sengaja memanfaatkan ini untuk berbagai modus penipuan. Misalnya, meminta biaya tambahan. Jadi, pastikan bahwa undangan wawancara kerja tersebut terbukti keasliannya.

5. Persiapkan Kembali Berkas-berkas yang Diperlukan 

Terkadang, sebagian perusahaan mewajibkan para pelamar kerja untuk membawa seluruh berkas saat wawancara kerja. Mengantisipasi hal ini, Anda perlu menyiapkan kembali segala berkas dokumen yang perlu di bawah. Jangan sampai ada berkas yang tertinggal sehingga membuat Anda ditolak dari pekerjaan yang dilamar di suatu perusahaan karena hal sepele ini. 

HARIS SETYAWAN

Pilihan Editor: 7 Sebab Anda Tak Kunjung Mendapat Panggilan Wawancara Kerja

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Perbedaan Komisaris dan Komisaris Independen di Perusahaan BUMN

11 jam lalu

Puluhan massa Gerakan Mahasiswa Kosgoro melakukan aksi demo di depan Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, 6 Oktober 2017. Dalam aksinya massa menuntu Menteri BUMN Rini Soemrno mundur dari jabatannya karena dinilai gagal dalam membina BUMN dengan terbukti adanya kerugian sebesar 5 Triliun. TEMPO/Subekti.
Perbedaan Komisaris dan Komisaris Independen di Perusahaan BUMN

Terdapat perbedaan antara posisi Komisaris dan Komisaris Independen di Perusahaan BUMN.


15 Perusahaan Indonesia Berpartisipasi di Pameran Bisnis Africa's Big 7 di Afrika Selatan

5 hari lalu

Sebanyak 15 perusahaan terkemuka tergabung dalam Paviliun Indonesia berpartisipasi dalam pameran bisnis Africa's Big 7 (AB-7) yang berlangsung di Sandton Convention Center, Johannesburg, Afrika Selatan, 11-13 Juni 2024. Sumber: dokumen KBRI Pretoria
15 Perusahaan Indonesia Berpartisipasi di Pameran Bisnis Africa's Big 7 di Afrika Selatan

Sebanyak 15 perusahaan terkemuka di Indonesia mengikuti pameran bisnis Africa's Big 7 (AB-7) di Afrika Selatan


Penjelasan Kuasa Hukum Mantan Istri Tiko Aryawardhana soal Jumlah Penggelapan Dana Rp 6,9 Miliar

8 hari lalu

Tiko Aryawardhana. Instagram
Penjelasan Kuasa Hukum Mantan Istri Tiko Aryawardhana soal Jumlah Penggelapan Dana Rp 6,9 Miliar

Kuasa hukum Arina Winarto, Leo Siregar, mengatakan temuan penggelapan Rp 6,9 miliar oleh Tiko berasal dari hasil audit investigatif akuntan publik.


Asosiasi Serikat Pekerja Minta Pengusaha Terapkan UU KIA: Tak Perlu Khawatir Perusahaan Bangkrut

11 hari lalu

Ilustrasi wanita hamil bekerja. ert.gr
Asosiasi Serikat Pekerja Minta Pengusaha Terapkan UU KIA: Tak Perlu Khawatir Perusahaan Bangkrut

Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia mengatakan munculnya Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (UU KIA) menimbulkan pro dan kontra.


Mengenal Berkshire Hathaway Perusahaan yang Sahamnya sempat Anjlok

12 hari lalu

Warren Buffett menduduki posisi ketiga dalam daftar orang terkaya di dunia versi Forbes dengan kekayaan sebanyak $60,8 miliar. Meski Chairman & CEO Berkshire Hathaway ini merupakan  investor dan pengusaha Amerika yang masuk dalam daftar orang terkaya sedunia, tetapi hidupnya selalu penuh dengan kesederhanaan. usatoday.com
Mengenal Berkshire Hathaway Perusahaan yang Sahamnya sempat Anjlok

Kesalahan teknis Bursa Efek New York menyebabkan saham Berkshire Hathaway milik konglomerat Warren Buffett sempat anjlok


Sederet Perusahaan yang Terlibat Garap Hutan Boven Digoel, Ada PT Indo Asiana Lestari

13 hari lalu

Perwakilan masyarakat adat Suku Awyu membawa contoh hasil hutan yang berupa kulit pohon sagu, dalam sidang kasus pencabutan izin kawasan hutan diPTUN Jakarta, Selasa, 11 Juli 2023. Gugatan tersebut dilayangkan oleh dua perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah Boven Digoel, PT. Kartika Cipta Pratama (KCP) dan PT. Megakarya Jaya Raya (MJR).TEMPO-Magang/Andre Lasarus Benny
Sederet Perusahaan yang Terlibat Garap Hutan Boven Digoel, Ada PT Indo Asiana Lestari

Ada sejumlah perusahaan yang diduga akan mengubah hutan Boven Digoel menjadi kebun kelapa sawit


Tak Cuma Gaji, Ada Benefit Lain yang Diincar Gen Z saat Cari Kerja

14 hari lalu

Wisnu Dharmawan, Sales Director Indonesia Jobstreet by SEEK saat ditemui usai Konferensi Pers Laporan Eksklusif: Decoding Global Talent 2024 Tren Mobilitas Kerja oleh Jobstreet by SEEK di Gedung RDTX Place, Jakarta Selatan pada Selasa, 4 Juni 2024. TEMPO/Adinda Jasmine
Tak Cuma Gaji, Ada Benefit Lain yang Diincar Gen Z saat Cari Kerja

Saat mencari kerja Gen Z mempertimbangkan sejumlah benefit yang tidak pernah ditawarkan pemberi kerja pada zaman dulu


Ini Sanksi Perusahaan yang Melanggar Ketentuan Iuran Tapera

16 hari lalu

Logo Tapera.  Foto : Tapera
Ini Sanksi Perusahaan yang Melanggar Ketentuan Iuran Tapera

Selain pekerja, pemberi kerja atau perusahaan juga akan mendapatkan sanksi jika tidak menerapkan iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).


Damri Buka Lowongan Kerja, Cek Kualifikasi dan Syarat Melamar

16 hari lalu

Damri meluncurkan satu unit bus listrik untuk angkutan penumpang rute bandara di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis, 25 November 2021. TEMPO/Francisca Christy Rosana
Damri Buka Lowongan Kerja, Cek Kualifikasi dan Syarat Melamar

Damri membuka lowongan pekerjaan untuk posisi pengemudi. Damri akan merekrut calon pelamar dengan tipe Perjanjian Kerja Waktu Tertentu atau PKWT.


CEO Ritter Sport Dapat Ancaman karena Masih Suplai Cokelat ke Rusia

18 hari lalu

Ilustrasi bubuk cokelat dan cokelat batangan. shutterstock.com
CEO Ritter Sport Dapat Ancaman karena Masih Suplai Cokelat ke Rusia

CEO Ritter Sport mengungkap menerima ancaman kematian karena masih mensuplai cokelat ke Rusia.