Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Begeni Panduan Screen Time dari WHO bagi Anak di Bawah 5 Tahun

Reporter

Editor

Nurhadi

image-gnews
Ilustrasi anak dan orang tua bermain gadget. itechgadget.com
Ilustrasi anak dan orang tua bermain gadget. itechgadget.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menerbitkan pedoman baru mengenai aktivitas fisik, waktu layar atau screen time, dan tidur untuk anak-anak di bawah usia lima tahun.

Pedoman ini menyarankan agar anak-anak di bawah lima tahun menghabiskan lebih sedikit waktu menonton dan lebih banyak waktu untuk bermain. Dikutip dari laman WHO, berikut panduan screen time untuk anak di bawah lima tahun,.

Bayi (kurang dari 1 tahun)

Bayi di bawah 1 tahun harus aktif secara fisik beberapa kali sehari dalam berbagai cara, terutama melalui permainan berbasis lantai interaktif. Dalam usia ini, anak-anak tidak disarankan untuk menonton. Sebaiknya ajak anak untuk membaca buku atau dongeng.

Anak-anak berusia 1-2 tahun

Habiskan setidaknya 180 menit dalam berbagai jenis aktivitas fisik. Untuk anak berusia 1 tahun, tidak disarankan untuk menonton. Namun, bagi anak yang berusia 2 tahun, waktu menonton tidak boleh lebih dari 1 jam.

Anak-anak berusia 3-4 tahun

Habiskan setidaknya 240 menit dalam berbagai jenis aktivitas fisik. Waktu menonton bagi anak umur ini seharusnya tidak lebih dari 1 jam. Sebaiknya ajarkan untuk membaca dan mendongeng.

Dikutip dari laman Healthline, berikut tips yang dapat dilakukan untuk mengatur batas waktu dan batas layar bagi anak di bawah lima tahun.

- Gunakan kontrol orang tua saat diperlukan untuk membatasi konten yang dapat ditonton anak-anak.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

- Ajari anak untuk menetapkan batas mereka sendiri saat menonton.

- Matikan semua layar baik smartphone atau televisi setengah jam hingga satu jam sebelum tidur.

- Batasi perangkat elektronik di meja makan atau selama kegiatan keluarga.

- Ajak anak untuk menyelesaikan pekerjaan rumah terlebih dahulu.

- Bantu anak untuk memahami mengapa waktu menonton yang lebih sedikit bisa lebih sehat baik secara mental dan fisik.

- Jujurlah dengan anak tentang betapa sulitnya ini dan pujilah kemampuan mereka untuk menindaklanjuti.

Jika mengurangi waktu layar membuat anak stres, cobalah untuk memahami apa yang mereka rasakan dan cari tahu apakah ada cara lain untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Pilihan Editor: Orang Indonesia Peringkat Pertama Durasi Screen Time Ponsel di Dunia, Kategori Kecanduan Tingkat Tinggi?

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Prabowo: Indonesia Siap Tampung Anak-anak Palestina yang Alami Trauma

12 jam lalu

Menteri Pertahanan sekaligus Presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di sela-sela KTT untuk Gaza yang berlangsung di Amman, Yordania pada Selasa, 11 Juni 2024. Dok: Istimewa
Prabowo: Indonesia Siap Tampung Anak-anak Palestina yang Alami Trauma

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan Indonesia siap menampung anak-anak Palestina yang mengalami trauma


PBB: Hampir 40 Persen Anak-anak Tewas dalam Konflik pada 2023 Berasal dari Gaza

14 jam lalu

Seorang anak Palestina memegang boneka di kamp pengungsi Al-Faraa dekat Tubas, di Tepi Barat yang diduduki Israel pada 10 Juni 2024. Pasukan Israel juga telah menghancurkan infrastruktur kamp, termasuk saluran pembuangan limbah, listrik, dan jaringan air, dan listrik telah diputus. REUTERS/Raneen Sawafta
PBB: Hampir 40 Persen Anak-anak Tewas dalam Konflik pada 2023 Berasal dari Gaza

Anak-anak di Gaza menyumbang hampir 40 persen anak yang tewas dalam konflik global tahun lalu, menurut laporan PBB


Polwan yang Bakar Suaminya karena Judi Online Ditahan, Bagaimana Nasib Ketiga Anaknya?

21 jam lalu

Anggota Polres Jombang Briptu Rian Dwi Wicaksono yang meninggal dunia akibat dibakar istrinya yang juga anggota Polwan. ANTARA/HO-Polres Jombang
Polwan yang Bakar Suaminya karena Judi Online Ditahan, Bagaimana Nasib Ketiga Anaknya?

Polwan yang bakar suaminya karena judi online akan mendapat hak khusus sesuai undang-undang dengan ditempatkan di pusat pelayanan terpadu Polda Jatim.


Israel dan Hamas Masuk Daftar Hitam PBB karena Kekerasan terhadap Anak

1 hari lalu

Sidra, warga Palestina yang berusia 7 tahun yang menjadi korban rudal Israel. FOTO/X Husam Zomlot
Israel dan Hamas Masuk Daftar Hitam PBB karena Kekerasan terhadap Anak

PBB mencatat pasukan Israel, Hamas, Rusia dan pihak-pihak berkonflik di Sudan ke dalam daftar hitam atas kekerasan terhadap anak.


Psikolog Minta Orang Tua Jauhi Gawai saat Bermain dengan Anak

1 hari lalu

Ilustrasi orang tua bermain dengan anak. Foto: Freepik.com/Jcomp
Psikolog Minta Orang Tua Jauhi Gawai saat Bermain dengan Anak

Sangat penting bagi orang tua meluangkan waktu untuk bermain dengan anak karena akan mempengaruhi tumbuh kembangnya dan tanpa gawai.


Penyidik Polda Metro Jaya Periksa Pemilik Akun Facebook Icha Shakila Di Rumah karena Baru Melahirkan

3 hari lalu

Ketua KPAI Ai Maryati (kiri), Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi (kanan) saat konferensi pers kasus penjualan video porno anak via telegram, di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 31 Mei 2024.
Penyidik Polda Metro Jaya Periksa Pemilik Akun Facebook Icha Shakila Di Rumah karena Baru Melahirkan

Polda Metro Jaya memeriksa pemilik akun Facebook Icha Shakila yang berinisial S pada Senin, 10 Juni 2024.


Fakta-fakta Kasus Flu Burung Strain Baru: Harus Tetap Waspada Meski Risiko Penularan Rendah

4 hari lalu

Ilustrasi flu burung. REUTERS/Dado Ruvic
Fakta-fakta Kasus Flu Burung Strain Baru: Harus Tetap Waspada Meski Risiko Penularan Rendah

WHO mengkonfirmasi adanya kasus kematian orang pertama akibat Virus Flu Burung terbaru atau H5N2 di Meksiko.


Kenali 1000 Hari Pertama Kehidupan, Fase Penting dalam Perkembangan Bayi

4 hari lalu

Ilustrasi bayi menguap. Foto: Unsplash.com/Minnie Zhou
Kenali 1000 Hari Pertama Kehidupan, Fase Penting dalam Perkembangan Bayi

Periode 1000 hari pertama kehidupan bayi dikenal sebagai masa yang krusial dalam pembentukan kesehatan dan perkembangan mereka.


Inilah 10 Makanan dan Minuman yang Merangsang Kecerdasan Otak Anak

4 hari lalu

Ilustrasi Anak Minum Susu/Istimewa
Inilah 10 Makanan dan Minuman yang Merangsang Kecerdasan Otak Anak

Makanan yang merangsang kecerdasan anak biasanya kaya akan nutrisi penting seperti asam lemak omega-3, antioksidan, vitamin, dan mineral


Virus Flu Burung Strain Baru Renggut Korban Pertama, Ini Kronologi dan Usulan Pencegahannya

5 hari lalu

Pejabat kesehatan Korea Selatan mengubur ayam di peternakan unggas tempat virus flu burung H5N6 yang sangat patogen menyebar di Haenam, Korea Selatan, 17 November 2016. Yonhap/via REUTERS
Virus Flu Burung Strain Baru Renggut Korban Pertama, Ini Kronologi dan Usulan Pencegahannya

Flu burung adalah salah satu penyakit infeksi yang punya potensi menimbulkan wabah, dan bahkan bukan tidak mungkin menyebar antarnegara