Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Mengenali Terapi Reiki, Bagaimana Metode Pemulihan Ini?

image-gnews
Terapi reiki. Foto : Halodoc
Terapi reiki. Foto : Halodoc
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Terapi reiki salah satu metode pengobatan atau upaya pemulihan komplementer dengan energi, dikutip dari Medical News Today. Terapi reiki bekerja melalui penyaluran energi dari telapak tangan praktisi kepada klien. Itu sebabnya, metode ini juga dikenal sebagai terapi telapak tangan.

Apa Itu Terapi Reiki?

Reiki dari kata dalam bahasa Jepang rei yang berarti universal. Adapun ki berarti energi kehidupan. Menurut para praktisi, energi bisa mandek dalam tubuh ketika ada cedera fisik atau bahkan rasa sakit emosional. Pada waktunya, blok energi itu bisa menyebabkan penyakit.

Pemulihan bertujuan untuk membantu aliran energi dan menghilangkan sumbatan dengan cara yang mirip dengan akupunktur atau akupresur. Praktisi reiki percaya meningkatkan aliran energi di seluruh tubuh memungkinkan relaksasi, mengurangi rasa sakit, mempercepat penyembuhan, dan mengurangi gejala penyakit lainnya.

Praktik Terapi Reiki

Dikutip dari WebMD, praktik terapi ini dimulai dengan membaringkan klien. Praktisi terapi reiki akan menaruh telapak tangan di atas atau di bagian tubuh yang berbeda yang dianggap sebagai pusat energi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Praktisi memposisikan tangan biasanya 15 cara yang berlainan. Praktisi menentukan durasi untuk membiarkan telapak tangan di setiap titik seturut aliran energi yang dirasakan melalui tangan.

Meskipun pasien beristirahat di atas alas tidur, praktisi tidak memberikan pijatan atau memberi tekanan di persendian. Praktisi hanya akan menggunakan sentuhan lembut. Klien mungkin merasakan sensasi hangat, kesemutan, atau denyut di bagian telapak tangan mengarah.

Tapi, biasanya pasien juga tidak merasakan perubahan apa pun. Terkadang, orang menjadi rileks sampai tertidur. Terapi reiki sampai sekarang masih menimbulkan perdebatan akademis medis. Sebab, penelitian klinis belum membuktikan keefektifannya. Tapi, terapi ini tetap ada peminatnya.

Dikutip dari artikel Terapi Reiki sebagai Pengobatan Komplementer dalam situs web Kementerian Kesehatan, terapi alternatif-komplementer reiki suatu metode pemulihan yang menggunakan energi kehidupan. Reiki disalurkan melalui tangan praktisi. Teknik biasanya dilakukan sebagai terapi komplementer atau pelengkap, salah satunya di Amerika Serikat. Terapi reiki bersamaan dengan metode lain seperti aromaterapi, herbal medicine, naturopathy, psikoterapi.

Reiki  juga bisa diterapkan untuk diri yang disebut self  reiki yang  berguna untuk orang dengan motivasi rendah dan tekanan stres.

Pilihan Editor: 5 Sumber Aromaterapi yang Bermanfaat untuk Meredakan Stres

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kementerian Energi Proyeksikan Penurunan Emisi Karbon 130 Juta Ton Melalui Efisiensi Energi

2 hari lalu

(Dari kiri) Koordinator Program Studi Sustainable Energy and Environment (SEE) Swiss German University (SGU), Evita H. Legowo, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eniya Listiyani Dewi, Sekretaris Direktoral Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Noer Adi Wardojo dan Dekan Fakultas Science and Tecnology SGU Samuel P Kusumocahyo saat menghadiri talkshow SGU Sustainable Talk di SGU, Kota Tangerang, Jumat, 14 Juni 2024. Tempo | Maulani Mulianingsih
Kementerian Energi Proyeksikan Penurunan Emisi Karbon 130 Juta Ton Melalui Efisiensi Energi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan penurunan emisi karbon 130 juta ton melalui efisiensi energi.


5 Tantangan Hidup yang Dihadapi Generasi Z

3 hari lalu

Generasi Z. Foto: Freepik.com/pch.vector
5 Tantangan Hidup yang Dihadapi Generasi Z

Generasi Z menghadapi tantangan yang kompleks dan beragam dalam kehidupan mereka.


Neurolog Ungkap Penyebab Migrain Lebih Sering Menyerang Wanita

3 hari lalu

Ilustrasi migrain. Shutterstock
Neurolog Ungkap Penyebab Migrain Lebih Sering Menyerang Wanita

Neurolog menyebut perempuan lebih berisiko mengalami migrain dibanding laki-laki dengan risiko kambuh lebih tinggi dan waktu pemulihan lebih lama.


Dampak Fisik Stres Berlebihan, Menstruasi Tak Teratur Hingga Penyakit Kardiovaskular

4 hari lalu

Ilustrasi mengurangi stress. Freepik.com/fabrikasimf
Dampak Fisik Stres Berlebihan, Menstruasi Tak Teratur Hingga Penyakit Kardiovaskular

Stres dapat menimbulkan dampak serius pada fisik, perilaku, dan mental yang sangat berefek pada kesehatan.


Pakar Sebut Pengaruh Stres pada Jantung dan Pernapasan

4 hari lalu

ilustrasi stres (pixabay.com)
Pakar Sebut Pengaruh Stres pada Jantung dan Pernapasan

Stres dapat menimbulkan dampak serius pada fisik, perilaku, dan mental yang sangat berefek pada kesehatan, termasuk jantung dan pernapasan.


Penelitian Ungkap Marah-marah Baik buat Kesehatan Mental

7 hari lalu

Chef Gordon Ramsay. REUTERS/Edgar Su
Penelitian Ungkap Marah-marah Baik buat Kesehatan Mental

Penelitian menyebut marah-marah bisa mengurangi depresi, stres, dan kecemasan dibanding perilaku yang sopan dan kalem.


Ragam Penyebab Orang Tinggal di Rumah yang Berantakan

7 hari lalu

Ilustrasi ibu di dalam rumah yang berantakan. ph.theasianparent.com
Ragam Penyebab Orang Tinggal di Rumah yang Berantakan

Ada orang yang memang senang dengan keadaan berantakan dan penyebabnya bukan sekedar malas. Berikut pendapat pakar.


Hindari Stres dan Kafein untuk Mencegah Gangguan Irama Jantung

9 hari lalu

ilustrasi jantung (pixabay.com)
Hindari Stres dan Kafein untuk Mencegah Gangguan Irama Jantung

Stres bisa memicu gangguan irama jantung menjadi cepat atau aritmia karena hormonal. Hindari juga kafein.


Menggali Filosofi dan Manfaat Slow Living, Ketenangan dalam Hidup Modern

15 hari lalu

Ilustrasi karyawati bahagia. unsplash.com/Brooke Cagle
Menggali Filosofi dan Manfaat Slow Living, Ketenangan dalam Hidup Modern

Slow living juga dapat diartikan sebagai gaya hidup yang menekankan pada kualitas daripada kuantitas, yakni mengalokasikan waktu untuk diri.


12 Cara agar Rambut Tumbuh dengan Cepat dan Kuat

16 hari lalu

Ilustrasi rambut berminyak. Shutterstock
12 Cara agar Rambut Tumbuh dengan Cepat dan Kuat

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan agar rambut dapat tumbuh kembali dengan cepat dan kuat.