Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Pasien dengan Pneumonia Banyak Dirawat di Klinik Haji Makkah, Ini Penyebabnya

Reporter

Editor

Mitra Tarigan

image-gnews
Ilustrasi pneumonia. shutterstock.com
Ilustrasi pneumonia. shutterstock.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian nomor satu bagi calon jemaah haji dengan 56 jemaah haji wafat akibat penyakit ini hingga Minggu 9 Juni 2023. Sementara itu, pneumonia tetap menempati urutan pertama sebagai penyakit yang paling banyak dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah.

Menurut dokter spesialis paru dan pernapasan di KKHI Makkah Ali Asdar , penyebab pneumonia berbagai macam, seperti mikroorganisme, yaitu bakteri, virus, jamur, dan protozoa. Berdasarkan penelitian di berbagai negara, bakteri gram positif merupakan penyebab utama pneumonia komunitas.

Data dari beberapa rumah sakit besar di Indonesia pada 2020-2021 menunjukkan bahwa, berdasarkan pemeriksaan sputum, penyebab terbanyak pneumonia komunitas di ruang rawat inap adalah kuman gram negatif seperti Klebsiella pneumoniae, Escherichia coli, Acinetobacter baumannii, dan Pseudomonas aeruginosa. Selain itu, bakteri gram positif seperti Staphylococcus haemolyticus juga sering ditemukan.

“Hal ini menunjukkan bahwa dalam 10 tahun terakhir terjadi perubahan pola kuman pada pneumonia komunitas di Indonesia bahkan mungkin di negara-negara lain sehingga perlu penelitian lebih lanjut,” kata Asdar seperti dilansir di laman resmi Kementerian Kesehatan.

Terdapat beberapa faktor risiko yang berkontribusi secara signifikan terhadap risiko infeksi pneumonia komunitas, antara lain usia, kebiasaan merokok, paparan lingkungan yang tidak sehat, malnutrisi, gangguan fungsi tubuh, kebersihan mulut yang buruk, penggunaan terapi imunosupresif, penggunaan steroid oral, dan penggunaan obat penghambat sekresi asam lambung. Selain itu, resistensi antibiotik, peningkatan populasi usia lanjut, dan tingginya populasi dengan komorbiditas kronik juga turut berkontribusi terhadap peningkatan risiko infeksi pneumonia.

Menurut Asdar, komorbiditas yang dikaitkan dengan pneumonia komunitas antara lain penyakit respirasi kronik (seperti PPOK atau asma), penyakit kardiovaskular, gagal jantung kongestif, diabetes melitus, penyakit ginjal atau hati kronik, dan penyakit serebrovaskuler seperti stroke.

Asdar menjelaskan, sebagian besar pasien pneumonia komunitas menunjukkan perbaikan klinis dalam 72 jam pertama setelah pemberian antibiotik awal. Namun, diperkirakan 6-15 persen pasien pneumonia komunitas yang dirawat tidak menunjukkan respons dalam jangka waktu tersebut, dan tingkat kegagalan mencapai 40 persen pada pasien yang langsung dirawat di ICU.

“Jika setelah diberikan pengobatan secara empiris selama 48-72 jam tidak ada perbaikan, diagnosis, faktor-faktor pasien, obat-obat yang telah diberikan, dan bakteri penyebabnya harus ditinjau kembali,” ujar Asdar.

Penyebab paling sering kegagalan pengobatan pneumonia adalah faktor pemicu, dan bukan ketidaktepatan pemilihan antibiotik. Faktor ini meliputi beratnya penyakit, keganasan, pneumonia aspirasi, dan penyakit saraf.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sementara itu, kurang responsif terhadap antibiotik awal mungkin disebabkan oleh kuman yang resisten, kuman yang jarang ditemukan (legionella, virus, jamur termasuk pneumocystis jiroveci, tuberkulosis), atau komplikasi pneumonia seperti obstruksi pasca-pneumonia, abses, empyema, atau super infeksi nosokomial.

Berbagai keadaan spesifik yang mungkin menyebabkan tidak responsnya pasien terhadap pengobatan pneumonia dapat diatasi jika diagnosis pneumonia telah ditegakkan. Antibiotik harus segera diberikan. Pemeriksaan mikrobiologi hanya dilakukan pada pasien rawat inap dengan pneumonia berat atau yang memiliki faktor risiko infeksi patogen multiresisten.

Pemberian antibiotik harus dimulai dalam 1 jam sejak pasien masuk rumah sakit. Pemberian antibiotik dievaluasi secara klinis dalam 24-72 jam pertama. Jika terdapat perbaikan klinis, terapi dapat dilanjutkan. Namun, jika terjadi perburukan, antibiotik harus diganti sesuai hasil biakan atau pedoman empiris.

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan apabila pasien tidak responsif, yaitu pindahkan pasien ke pelayanan rujukan yang lebih tinggi, lakukan pemeriksaan ulang untuk diagnosis, lakukan pemeriksaan invasif jika perlu, dan berikan antibiotik sesuai hasil biakan resistensi (terapi definitif).

“Pneumonia dapat menimbulkan komplikasi yang memerlukan tata laksana tambahan untuk menurunkan kesakitan dan kematian, karena jika pneumonia terus berlanjut akan mengalami perburukan seperti efusi pleura, empiema toraks, abses paru, sepsis, syok sepsis, gagal nafas dan acute respiratory distress syndrome (ARDS) serta kematian,” kata dr. Asdar.

“Pengobatan yang ada di KKHI sudah memadai, ada pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan X Ray sehingga jemaah-jemaah yang dirawat sudah mengalami perbaikan klinis,” katanya.

Selain itu, tim dokter paru KKHI Makkah merekomendasikan tetap menggunakan masker untuk pencegahan, terutama bagi yang sakit, berhenti merokok selama menjalankan ibadah haji, istirahat yang cukup sebelum dan sesudah ibadah haji, penuhi kebutuhan cairan, konsumsi makanan bergizi secara teratur, dan jika memiliki komorbid seperti PPOK, asma, diabetes melitus, jantung, ginjal, atau hati, tetap minum obat rutin secara teratur.

Pilihan Editor: Pentingnya Imunisasi PCV untuk Cegah Anak Kena Pneumonia

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Pengamat Usulkan Pembentukan Badan Haji di Luar Kementerian, DPR: Kami Tampung

2 hari lalu

Jemaah calon haji Indonesia kloter 106 embarkasi Surabaya turun dari bus di Mekah, Arab Saudi, Selasa, 11 Juni 2024. Fase kedatangan jemaah haji Indonesia 1445 H/2024 M di tanah suci telah berakhir pada Selasa, 11 Juni 2024 yang ditandai dengan mendaratnya 333 jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang 106 embarkasi Surabaya (SUB-106). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Pengamat Usulkan Pembentukan Badan Haji di Luar Kementerian, DPR: Kami Tampung

Pembentukan Badan Penyelenggara Haji dan Umrah bertujuan agar pengelolaan dapat dilakukan secara akuntabel dan independen.


Respons Parpol hingga KPK Soal Pembentukan Pansus Haji DPR

6 hari lalu

Jemaah haji melakukan tawaf ifadah mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Kamis, 20 Juni 2024. Jemaah haji melakukan tawaf ifadah yang menjadi rukun haji usai melakukan wukuf di Arafah dan lempar jamrah di Jamarat. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Respons Parpol hingga KPK Soal Pembentukan Pansus Haji DPR

Zulhas menilai Pansus Haji DPR sebaiknya dibentuk setelah seluruh jemaah haji Indonesia kembali ke Tanah Air.


LPKHU Dukung Pansus Haji Investigasi Kebijakan Kemenag soal Dugaan Jual Beli Kuota Jemaah

7 hari lalu

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mulai melayani kepulangan jemaah haji dalam musim Angkutan Haji 2024. Istimewa
LPKHU Dukung Pansus Haji Investigasi Kebijakan Kemenag soal Dugaan Jual Beli Kuota Jemaah

DPR membentuk Pansus haji, salah satunya untuk menyoroti soal pembagian kuota haji yang diputuskan Kemenag.


Tanggapan MUI dan Dosen UIN Jakarta atas Pembentukan Pansus Haji DPR

8 hari lalu

Jemaah haji melakukan tawaf ifadah mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Kamis, 20 Juni 2024. Jemaah haji melakukan tawaf ifadah yang menjadi rukun haji usai melakukan wukuf di Arafah dan lempar jamrah di Jamarat. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Tanggapan MUI dan Dosen UIN Jakarta atas Pembentukan Pansus Haji DPR

Muhammadiyah berharap pembentukan Pansus Haji bukan untuk kepentingan politik.


Jennie BLACKPINK Minta Maaf Pasca Video Gunakan Vape Viral, Apa Bahaya Rokok Elektrik Bagi Kesehatan?

9 hari lalu

Anggota grup BLACKPINK, JENNIE, merupakan bintang multitalenta yang tidak asing lagi dengan program variety Apartment404/Foto: Doc. Prime Video
Jennie BLACKPINK Minta Maaf Pasca Video Gunakan Vape Viral, Apa Bahaya Rokok Elektrik Bagi Kesehatan?

Kedapatan merokok vape dalam ruangan, agensi Jennie BLACKPINK Odd Atelier merilis permintaan maaf. Ini bahaya rokok elektrik.


PPIH Minta Jemaah Haji Jaga Pola Hidup Sehat sambil Tunggu Jadwal Pulang

10 hari lalu

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia mulai melaksanakan pemulangan jemaah haji. Dok. Garuda
PPIH Minta Jemaah Haji Jaga Pola Hidup Sehat sambil Tunggu Jadwal Pulang

PPIH mengimbau jemaah haji Indonesia untuk menjaga pola hidup sehat saat menunggu jadwal kepulangannya ke Tanah Air.


Terpopuler Bisnis: Jokowi Akan Umumkan Penundaan Pindah ke IKN hingga Formasi CPNS di Ibu Kota Baru

11 hari lalu

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers usai meninjau lokasi Upacara HUT ke-79 RI di IKN, Kalimantan Timur, Rabu 5 Juni 2024. ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Terpopuler Bisnis: Jokowi Akan Umumkan Penundaan Pindah ke IKN hingga Formasi CPNS di Ibu Kota Baru

Jokowi mengumumkan akan menunda rencananya untuk pindah berkantor di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada bulan Juli ini.


Jennie BLACKPINK Minta Maaf Usai Ketahuan Merokok di Dalam Ruangan

11 hari lalu

Personel BLACKPINK, Jennie Kim berpose saat menghadiri pemutaran serial TV The Idol dalam Festival Film Cannes ke-76 di Prancis, 22 Mei 2023. Jennie hadir sebagai salah satu aktris yang membintangi The Idol. REUTERS/Sarah Meyssonnier
Jennie BLACKPINK Minta Maaf Usai Ketahuan Merokok di Dalam Ruangan

Jennie BLACKPINK akhirnya minta maaf kepada para staf yang berada di dalam ruangan saat dia ketahuan merokok


Cak Imin Sebut Penyelewengan Pelaksanaan Haji Rugikan Calon Jemaah yang Antre Puluhan Tahun

11 hari lalu

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Muhaimin Iskandar alias Cak Imin memberikan keterangan usai menghadiri sidang paripurna di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 9 Juli 2024. Tempo/Savero Aristia Wienanto
Cak Imin Sebut Penyelewengan Pelaksanaan Haji Rugikan Calon Jemaah yang Antre Puluhan Tahun

Cak Imin menyebut hak angket pelaksanaan pengawasan haji akan digunakan untuk menelusuri penyelewengan oleh Kemenag.


319 Jemaah Haji Pulang ke Kampung Halaman dengan Kereta Api Luar Biasa

11 hari lalu

Rombongan jemaah haji menggunakan KLB pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Foto: Istimewa
319 Jemaah Haji Pulang ke Kampung Halaman dengan Kereta Api Luar Biasa

Sebanyak 319 jemaah haji asal Kabupaten Labuhanbatu dari Stasiun Lubukpakam menuju Stasiun Rantauprapat menggunakan kereta api luar biasa.