Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Angkie Yudistia Seperti Hellen Keller  

image-gnews
Angkie Yudistia. TEMPO/Dasril Roszandi
Angkie Yudistia. TEMPO/Dasril Roszandi
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta -Di sebuah hotel di Makassar, seorang perempuan menyatakan kekagumannya terhadap pembicara cantik, Angkie Yudistia. “Saya tidak mengira Mbak Angkie tunarungu,” katanya. “Mbak Angkie cantik, model lagi. Ternyata Mbak Angkie sama seperti kita.” Saat itu, Desember lalu, Angkie sedang berbicara di depan para difabel (difable/different ability people) yang diselenggarakan dalam program CSR dari PLN Indonesia. Kegiatan itu merupakan satu dari berbagai kegiatan Angkie sebagai Chief Executive Officer Thisable Enterprise (TE), sebuah perusahaan yang membantu kaum difabel mendapatkan pekerjaan.

Memang, kalau melihat sepintas, orang tak menyangka Angkie mengalami masalah pendengaran. Angkie seolah tak bermasalah dalam berkomunikasi. Sejauh bertatap muka dengan lawan bicara, ia bisa berkomunikasi dengan baik. “Kalau hanya mendengar suara dan tidak melihat gerak bibir, saya tidak bisa berkomunikasi,” katanya, beberapa waktu lalu. Yang membedakan, ia mengenakan alat bantu dengar yang seperti earphone. “Pernah ada orang yang memuji, kok pakai earphone-nya keren. Mereka tidak tahu ini alat penting alias nyawa saya,” ujarnya sembari tersenyum.

Belakangan, terutama sejak terlibat di Yayasan Tunarungu Sehijara pada 2009, Angkie memang banyak berbicara di forum para difabel ataupun pebisnis. “Saya suka berbagi ilmu dan pengalaman untuk memberikan semangat dan motivasi bagi kemajuan teman-teman difabel,” kata perempuan berusia 25 tahun ini. Tapi, ia juga mendorong para pelaku bisnis untuk tidak anti-kaum disabilitas untuk bekerja di perusahaan mereka. “Meski dengan keterbatasan, mereka (orang difabel) punya hak yang sama untuk sukses dan maju.”

Angkie menjadi contoh hidup. Meski telah tunarungu sejak berusia 10 tahun, saat duduk di bangku kelas IV sekolah dasar, ia berhasil dalam berbagai bidang, termasuk modeling. Bungsu dua bersaudara ini adalah finalis dalam pemilihan Abang dan None Jakarta Barat pada 2008. Ia juga masuk daftar The Most Fearless Female Cosmopolitan 2008 dan Miss Congeniality oleh Natur-e. Di dunia bisnis, ia pun sukses dengan perusahaannya yang didirikan pada 2011, Thisable Enterprise.

Tentu jalan yang ditapaki Angkie tak mudah. Ia bingung ketika awal-awal tak bisa mendengar. “Saya bersyukur, saya memiliki mama dan papa yang selalu mendukung saya dan menganggap keterbatasan saya bukan alasan atau kendala untuk maju,” katanya. Ia terus dimotivasi oleh orang tuanya agar tak minder dan terus bertemu orang.

Angkie pun terpacu. Tak memilih sekolah luar biasa, ia belajar di sekolah umum. Bahkan ia berhasil menyelesaikan pendidikan hingga master di bidang komunikasi pemasaran di London School of Public Relations.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ketika kuliah, Angkie dibujuk teman-temannya untuk ikut pemilihan Abang dan None, yang kemudian dia ikuti. Di luar dugaannya, ia berhasil menjadi finalis. Sejak itu, modeling juga menjadi dunianya.

Namun dunia model tak benar-benar ia seriusi. Ia lebih memilih dunia kerja biasa. Meski kerap ditolak, ia pernah menjadi humas beberapa perusahaan. Sampai akhirnya dia mendirikan TE bersama teman-temannya. Angkie memang sejak kecil sudah bercita-cita menjadi wanita karier. Layar televisi yang kerap memamerkan perempuan pekerja yang mengenakan rok dan blazer yang cantik, menarik, dan pintar menarik minatnya. “Saya berusaha meraih cita-cita tersebut dan bersyukur bisa berhasil,” katanya.

Kini, cita-cita kecil Angkie sudah tercapai. Tapi ia masih terus ingin melebarkan sayapnya. Sebuah buku yang menginspirasi pun dia telurkan, yakni Perempuan Tunarungu Menembus Batas. “Saya ingin seperti Helen Keller (penulis yang tunarungu dan tunanetra). Dengan keterbatasannya, ia tetap bisa mencapai cita-cita yang luas,” ujar Angkie dengan serius.

HADRIANI PUDJIARTI

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Wali Kota Tangsel Ajak Mahasiswa Katolik Unpam dan Warga Duduk Bareng, Pastikan Tidak Ada Intoleransi

33 hari lalu

Wali Kota Tangerang Selatan duduk bareng bersama Mahasiswa Katolik Unpam, warga Babakan dan tokoh terkait. Mereka membahas permasalahan intoleran yang sempat viral. (TEMPO/Muhammad Iqbal)
Wali Kota Tangsel Ajak Mahasiswa Katolik Unpam dan Warga Duduk Bareng, Pastikan Tidak Ada Intoleransi

Setelah sempat gaduh soal pembubaran doa rosario yang dilakukan mahasiswa Katolik Unpam, Wali Kota Tangerang Selatan gelar pertemuan.


Kanada Tuntut Tiga Tersangka Pembunuhan Pemimpin Sikh, Diduga Terkait India

44 hari lalu

Sekelompok pengunjuk rasa memegang bendera kuning bertuliskan Khalistan, serta spanduk bergambar pemimpin separatis Sikh Hardeep Singh, saat melakukan protes di luar konsulat India, seminggu setelah Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengemukakan kemungkinan keterlibatan New Delhi dalam aksi tersebut. pembunuhan pemimpin separatis Sikh Hardeep Singh Nijjar di British Columbia, di Toronto, Ontario, Kanada 25 September 2023. REUTERS/Carlos Osorio
Kanada Tuntut Tiga Tersangka Pembunuhan Pemimpin Sikh, Diduga Terkait India

Polisi Kanada pada Jumat menangkap dan mendakwa tiga pria India atas pembunuhan pemimpin separatis Sikh Hardeep Singh Nijjar tahun lalu.


Pimpinan MPR RI Akan Bangun Komunikasi Politik

48 hari lalu

Pimpinan MPR RI Akan Bangun Komunikasi Politik

Menjelang transisi politik kepemimpinan nasional, MPR RI akan melakukan Silaturahmi Kebangsaan ke berbagai tokoh bangsa.


Sosok Al-Kindi yang Disebut Sebagai Filsuf Pertama dalam Peradaban Islam

18 Maret 2024

Mengenal Al-Kindi, filsuf muslim yang telah menulis banyak karya dari berbagai bidang ilmu, dengan jumlah sekitar 260 judul. Foto: NU Online
Sosok Al-Kindi yang Disebut Sebagai Filsuf Pertama dalam Peradaban Islam

Mengenal Al-Kindi, filsuf muslim yang telah menulis banyak karya dari berbagai bidang ilmu, dengan jumlah sekitar 260 judul.


Inilah 10 Tokoh yang Paling Banyak Dicari di Google Indonesia pada 2023

31 Desember 2023

Google Indonesia menggelar kegiatan Year In Search 2023 di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin 18 Desember 2023. TEMPO/Alif Ilham Fajriadi
Inilah 10 Tokoh yang Paling Banyak Dicari di Google Indonesia pada 2023

YouTuber Nadia Fairuz Omara menempati posisi pertama tokoh yang banyak dicari di Google Indonesia sepanjang 2023.


Ratusan Tokoh Deklarasikan Gerakan Masyarakat untuk Kawal Pemilu 2024: Dari Goenawan Mohamad hingga Ketua BEM UI

21 November 2023

Sejumlah orang dari berbagai latar belakang mendeklarasikan gerakan masyarakat untuk mengawasi Pemilu 2024. Gerakan yang dinamai JagaPemilu itu diumumkan di Hotel JS Luwansa, Jakarta Pusat pada Selasa, 21 November 2023. TEMPO/Sultan Abdurrahman
Ratusan Tokoh Deklarasikan Gerakan Masyarakat untuk Kawal Pemilu 2024: Dari Goenawan Mohamad hingga Ketua BEM UI

Gerakan tersebut diawali dari kepedulian sekelompok orang yang tidak berpartai dan independen terhadap perhelatan Pemilu 2024.


Musra Relawan Jokowi Akan Dihadiri Peserta dari Sabang - Merauke, Undang Tokoh & Pejabat

11 Mei 2023

Ketua Umum Relawan Pro Jokowi Budi Arie Setiadi  memberikan keterangannya setelah melakukan pertemuan, di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin, 8 November 2022. Pertemuan tersebut sebagai ajang silaturahmi sekaligus membahas hasil Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia I. TEMPO/Muhammad Ilham Balindra
Musra Relawan Jokowi Akan Dihadiri Peserta dari Sabang - Merauke, Undang Tokoh & Pejabat

Ketua Panitia Musra Indonesia Panel Barus menuturkan para relawan Joko Widodo alias relawan Jokowi akan hadir di Istora Senayan.


10 Tokoh Nahdlatul Ulama yang Bergelar Pahlawan Nasional, Salah Satunya Jadi Bapak Film Indonesia

13 Februari 2023

Usmar Ismail. Dok.Kemendikbud
10 Tokoh Nahdlatul Ulama yang Bergelar Pahlawan Nasional, Salah Satunya Jadi Bapak Film Indonesia

Nahdlatul Ulama merupakan organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia yang beberapa tokohnya mendapatkan gelar pahlawan nasional.


Lima Tokoh Tempo 2022

28 Desember 2022

Lima Tokoh Tempo 2022

Kami memilih lima pendamping korban kekerasan seksual-satu tema yang makin marak belakangan ini-sebagai Tokoh Tempo 2022.


Tokoh Tempo 2022 Lima Perempuan Pemberani

25 Desember 2022

Majalah Tempo memilih lima nama pendamping korban kekerasan seksual sebagai Tokoh Tempo 2022. Mereka konsisten dan gigih meski tak ada kamera yang menyorot apa yang mereka lakukan. . Siapa saja mereka?
Tokoh Tempo 2022 Lima Perempuan Pemberani

Siapa saja lima perempuan Tokoh Tempo 2022?