Mamita, Kisah Cinta Sang Matador Spanyol  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perancang busana, Denny Wirawan. TEMPO/Dwianto Wibowo

    Perancang busana, Denny Wirawan. TEMPO/Dwianto Wibowo

    TEMPO.CO , Jakarta:Film "Matador's  Mistress" yang ditonton Denny Wirawan jadi sebuah inspirasi dalam karyanya. Film yang mengangkat kisah nyata seorang legenda matador Spanyol, menceritakan Manuel Sanchez yang jatuh cinta dengan wanita penghibur bernama Lupe Sino yang disapanya dengan sebutan Mamita. Berbagai halangan dihadapi Manolete, sebutan bagi Manuel, sebagai matador terkenal untuk mendapatkan cinta Mamita. (Baca: Gaya IPMI Unjuk Diri di JFW 2015)

    "Sampai kemudian Mamita jatuh cinta pada Manolete dengan harapan mau berhenti jadi matador yang membahayakan jiwanya. Dilema Manolete antara wanita yang dicintai dan pekerjaan yang telah membesarkan namanya mewarnai klimaks film ini, manakala Mamita menyatakan, "I'm just your mistress, death is your wife," kata Denny pada gelaran Jakarta Fashion Week 2015, pada Selasa, 4 Novemeber 2014 yang berlangsung di Senayan City, Jakarta.

    Kata Dennny, akhir cerita Manolete yang telah ditinggalkan oleh Mamita tidak fokus dalam menjalani pertandingan terakhirnya.

    "Setelah pada kanan Manolete ditanduk oleh banteng. Di saat-saat terakhir meregangkan nyawa, hanya Mamitalah yang ingin ditemuinya, sementara ia hanya mengantar lewat taburan mawar merah sambil mengucap doa dan salam perpisahan." kata alumni sekolah Mode Susan Budihardjo.

    Denny yang baru saja ambil bagian dalam peragaan busana The Pride of Indonesia Heritage di Den Haag, Belanda mengatakan sangat tertarik dengan inspirasi film  Spanyol di tahun 40'an.  Film yang dibintangi Penelope Cruz, yang memerankan tokoh Mamita, menarik perhatian pemilik label Balijava dan Denny Wirawan Bride ini. (Baca: Untuk Gaya Santai, Maudy Koesnaedi Pilih Kasual)

    "Mamita adalah perempuan penghibur yang mampu menarik perhatian banyak pria. Saya suka dan menjadikan ini inspirasi dalam karya saya bertema Mamita untuk koleksi spring summer tahun depan di ajang JFW 2015," kata dia.

    Dalam koleksinya kali ini Denny menyajikan serangkaian busana siap pakai, cocktail, hingga evening wear berpotongan simple yang memberikan kesan elegan dengan penempatan aplikasi bordir bergaya Spanyol.  

    "Saya juga memakai bebatuan dan kristal pada beberapa busana supaya terkesan glamor," kata Denny yang menghadirkan aksen ruffles, motif print bunga, polkadot dan renda. "semua terinpirasi pakaian matador," imbuhnya.

    Denny menampilkan gaya bolero, coat, busana dipadukan celana pensil yang memakai bahan sutera shantung, creepe, oraganza dan jacquard. Pada bagian akhir peragaan Denny juga menghadirkan gaun panjang berbahan sifon dan tile dengan dominasi warna merah dan hitam.

    Peragaannya kali ini bekerjasama dengan Yayasan Jantung Indonesia, di mana hasil peragaan Denny sebanyak 50 persen didonasikan untuk yayasan ini. "Saya ingin berbagi untuk mereka," kata dia. (Baca: Baju Macet ala Billy Tjong)

    HADRIANI  P

    Terpopuler
    Batik Berjaya, Serat Masih Buatan Cina

    Baju Macet ala Billy Tjong

    Untuk Gaya Santai, Maudy Koesnaedi Pilih Kasual

    Gaya IPMI Unjuk Diri di JFW 2015

    Ini Penyebab Bayi dan Balita Terkena Pneumonia

    Pneumonia, Pembunuh Nomor Satu pada Balita


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.