Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kini AIDS Mengincar Remaja

image-gnews
Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Tim Peduli AIDS melakukan aksi untuk memperingati Hari AIDS Se-dunia yang jatuh pada 1 Desember 2011 di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (27/11). Aksi tersebut bertujuan untuk mengingatkan kepada masyarakat terutama remaja agar menghindari perilaku seks bebas sehingga mengurangi angka kematian akibat AIDS dan berhenti melakukan tindakan diskriminasi terhadap orang dengan penyakit HIV/AIDS (ODHA). TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Tim Peduli AIDS melakukan aksi untuk memperingati Hari AIDS Se-dunia yang jatuh pada 1 Desember 2011 di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (27/11). Aksi tersebut bertujuan untuk mengingatkan kepada masyarakat terutama remaja agar menghindari perilaku seks bebas sehingga mengurangi angka kematian akibat AIDS dan berhenti melakukan tindakan diskriminasi terhadap orang dengan penyakit HIV/AIDS (ODHA). TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Ada pergeseran pola pada jumlah pengidap acquired immune deficiency syndrome (AIDS). Saat pengidap di golongan usia dewasa dan anak-anak menurun, beberapa tahun belakangan, jumlah remaja pengidap AIDS malah terus meningkat.

Jumlah kematian remaja akibat AIDS meningkat tiga kali lipat dalam kurun waktu 15 tahun terakhir. Secara global, human immunodeficiency virus (HIV) merupakan pembunuh remaja terbesar setelah kecelakaan lalu lintas. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendanaan Anak-anak, UNICEF, mengumumkan ada 26 infeksi baru HIV yang menyerang remaja setiap jam. Setengah dari mereka berada di Afrika Selatan, Nigeria, Kenya, Mozambik, Tanzania, dan India.

Di Afrika, AIDS menjadi penyebab kematian nomor wahid bagi remaja berusia 15-19 tahun. Di Sub-Sahara Afrika, wilayah dengan prevalensi tertinggi, 7 dari 10 infeksi baru pada remaja terjadi pada kelompok anak perempuan.

Menurut Kepala Program HIV/AIDS UNICEF Craig McClure, akses terhadap pengobatan, perawatan, dan dukungan, merupakan hal vital yang dibutuhkan setiap pengidap penyakit mematikan itu. "Pada saat yang sama, mereka yang tak terinfeksi perlu mendapat akses pada pengetahuan dan sarana untuk membantu mereka agar tetap tak terinfeksi,” ujar McClure di situs PBB seperti ditulis Koran Tempo, Senin, 30 November 2015.

UNICEF menyebutkan, kurang dari separuh anak berusia di bawah 2 bulan menjalani tes HIV. Lebih lanjut, hanya satu dari tiga anak usia di bawah 15 tahun dari populasi 2,6 juta anak yang mengidap HIV mendapatkan pengobatan. Data terbaru menyebutkan, sebagian besar remaja yang meninggal karena penyakit AIDS tertular HIV dari ibunya sejak mereka masih bayi. “Sebagian dari mereka tak mengetahui status HIV-nya,” kata McClure.

Di samping kabar buruk itu, data menunjukkan, hampir 1,3 juta infeksi baru di kelompok anak-anak berhasil dihindari karena kemajuan pencegahan penularan dari ibu ke anak sejak 2000. Pada 2014, misalnya, sekitar tiga dari lima wanita hamil yang terinfeksi HIV sudah mendapatkan kombinasi terapi antiretroviral atau ARV. Terapi ini juga digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi yang menyebabkan berbagai komplikasi penyakit.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Di Indonesia, AIDS masuk sejak 1987. Hingga Desember tahun lalu, penyakit tersebut telah menyebar di 390 kabupaten/kota. Data organisasi PBB yang bergerak menangani HIV/AIDS (UNAIDS) menyebutkan, sebanyak 2 persen dari seluruh pengidap HIV remaja ada di Tanah Air.

Indonesia masuk dalam enam negara yang remajanya paling banyak tertular. Diperkirakan ada sekitar 200 infeksi baru menjangkiti remaja perempuan dan 150 infeksi baru menular pada remaja laki-laki setiap pekan. Penularan ini terjadi lewat hubungan seksual dan penggunaan jarum suntik yang tak steril.

AIDS merupakan sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh infeksi HIV, yakni sejenis virus yang menyerang atau menginfeksi sel darah putih. Infeksi ini menyebabkan kekebalan tubuh manusia anjlok. Dunia memperingati Hari AIDS Sedunia setiap 1 Desember.

NUR ALFIYAH

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


UNRWA : 50.000 Anak Palestina di Gaza Kekurangan Gizi Akut

1 hari lalu

Shaima menatap putranya, Fadi, yang menurutnya menderita fibrosis kistik dan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan tanda-tanda malnutrisi akut yang parah, saat ia duduk di tempat tidur Rumah Sakit Kamal Adwan, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas, di Gaza, dalam gambar diam yang diambil dari video yang dirilis 21 Maret 2024. World Health Organization (WHO)/Handout via REUTERS
UNRWA : 50.000 Anak Palestina di Gaza Kekurangan Gizi Akut

UNRWA melaporkan bahwa lebih dari 50.000 anak Palestina di Jalur Gaza sangat membutuhkan perawatan karena kekurangan gizi akut.


Cegah Anak Diare, Dion Wiyoko Ajak Orang Tua Ikut Aksi Sanitasi di Sekolah

2 hari lalu

Dion Wiyoko dan anaknya/Instagram -@dionwiyoko
Cegah Anak Diare, Dion Wiyoko Ajak Orang Tua Ikut Aksi Sanitasi di Sekolah

Aktor dan Duta Generasi Bersih dan Sehat Dion Wiyoko mengajak orang tua untuk ikut aksi sanitasi lingkungan di sekolah


UNICEF: 9 dari 10 Anak di Gaza Menderita Kekurangan Gizi

10 hari lalu

Seorang anak Palestina menarik wadah air, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas, di selatan Kota Gaza, di Jalur Gaza, 3 Juni 2024. REUTERS/Mohammed Salem
UNICEF: 9 dari 10 Anak di Gaza Menderita Kekurangan Gizi

UNICEF menemukan banyak anak-anak di Gaza dan Somalia kekurangan makan yang parah akibat perang.


UNICEF : Fasilitas Vital Kehabisan Bahan Bakar jika Perlintasan Rafah Ditutup

38 hari lalu

Kendaraan militer Israel beroperasi di Penyeberangan Rafah sisi Gaza, di tengah konflik antara Israel dan Hamas, di Jalur Gaza selatan, 7 Mei 2024. Israel Defense Forces/Handout via REUTERS
UNICEF : Fasilitas Vital Kehabisan Bahan Bakar jika Perlintasan Rafah Ditutup

Kepala UNICEF Catherine Russel melaporkan fasilitas vital yang mulai kehabisan bahan bakardi Jalur Gaza akibat penutupan perlintasan Rafah


Tema World Water Forum ke-10 Sejalan dengan Target UNICEF, Kelangkaan Air jadi Isu Krusial

44 hari lalu

Seorang pria duduk di tepi kolam renang dengan latar belakang logo World Water Forum ke-10, di Jakarta pada 24 Maret 2024. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/Spt)
Tema World Water Forum ke-10 Sejalan dengan Target UNICEF, Kelangkaan Air jadi Isu Krusial

Tema World Water Forum ke-10 di Bali berkaitan dengan sejumlah tujuan UNICEF. Salah satunya soal akses air bersih untuk anak-anak di daerah.


UNICEF Minta Gencatan Senjata di Gaza Bukan Simbolik

29 Maret 2024

Warga Palestina berkumpul untuk menerima makanan gratis saat penduduk Gaza menghadapi krisis kelaparan, selama bulan suci Ramadhan, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas, di Jabalia di Jalur Gaza utara 19 Maret 2024. REUTERS/Mahmoud Issa
UNICEF Minta Gencatan Senjata di Gaza Bukan Simbolik

UNICEF memperingatkan gencatan senjata di Jalur Gaza harus bersifat substantif, bukan simbolik dan harus bisa mengakhiri bencana kemanusiaan


UNICEF Peringatkan Kasus Gizi Buruk di Utara Gaza Lebih Banyak dari Data yang Tercatat

19 Maret 2024

Peserta mengangkat poster saat melakukan aksi bela Palestina di Kedutaan Besar Mesir, Menteng, Jakarta, Senin, 4 Maret 2024. Massa mendesak pemerintahan Mesir untuk membuka jalur bantuan kemanusiaan di Rafah guna mencegah kelaparan di Gaza akibat konflik antara Hamas dan Israel. TEMPO/ Febri Angga Palguna
UNICEF Peringatkan Kasus Gizi Buruk di Utara Gaza Lebih Banyak dari Data yang Tercatat

UNICEF yakin kasus gizi buruk di Gaza lebih banyak dari data yang tertulis di rumah sakit karena banyak yang tak bisa berobat.


WHO dan UNICEF Catat Angka Malnutrisi Anak di Gaza Utara di Level Ekstrem

5 Maret 2024

Anak Palestina Palestina Yazan Al-Kafarna, yang menderita kelumpuhan otak dan kekurangan gizi, terbaring di tempat tidur di pusat kesehatan Al-Awda di tengah kelaparan yang meluas, ketika konflik antara Israel dan Hamas berlanjut, di Rafah di Jalur Gaza selatan 2 Maret 2024. REUTERS/Yasser Qudih
WHO dan UNICEF Catat Angka Malnutrisi Anak di Gaza Utara di Level Ekstrem

WHO dan UNICEF mencatat angka malnutrisi pada anak yang akut di wilayah utara Gaza mencapai level ekstrem.


UNICEF Ingatkan Kematian Anak di Gaza akan Naik Jika Serangan Israel Tak Dihentikan

4 Maret 2024

Anak-anak Palestina yang mengungsi yang meninggalkan rumah mereka akibat serangan Israel duduk di luar saat mereka berlindung di tenda kamp di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas, di Rafah di Jalur Gaza selatan, 13 Februari 2024. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa
UNICEF Ingatkan Kematian Anak di Gaza akan Naik Jika Serangan Israel Tak Dihentikan

UNICEF memperingatkan ledakan angka kematian anak di Gaza akan meningkat pesat jika serangan Israel terus berlanjut.


2 Ribu Siswa SMA Program Double Track di Jawa Timur Dapat Pelatihan Digital

28 Februari 2024

Ilustrasi bekerja di era digital. Foto: Freepik
2 Ribu Siswa SMA Program Double Track di Jawa Timur Dapat Pelatihan Digital

Ribuan peserta itu terdiri dari siswa asal 52 SMAN maupun SMA swasta, serta remaja dari 10 lembaga non formal di Jawa Timur.