Cara Mengetahui Bahwa Nomor WhatsApp Anda Sudah Diblokir

Rabu, 12 Juli 2017 | 06:39 WIB
Cara Mengetahui Bahwa Nomor WhatsApp Anda Sudah Diblokir
sxc.hu

TEMPO.CO, Jakarta -  Pernah merasa sebal karena nomor WhatsApp anda diblokir orang lain?



Sebal sebentar tidak apa-apa. Selanjutnya terima saja, karena itu memang "hak" yang bersangkutan..



Bagaimanakah caranya untuk mengetahui bahwa nomor WhatsApp anda sudah diblokir, sebab aktivitas tersebut tidak muncul dalam notifikasi?



Pemblokiran nomor di WhatsApp memang tidak memunculkan notifikasi. Tapi ternyata ada caranya untuk mengetahui apakah nomor kita diblokir atau tidak.



Cara pertama adalah dengan mengirimkan pesan pada orang yang dicurigai telah memblokir nomor.Jika pesan kita tidak akan menunjukkan tanda centang dua, alias hanya bertanda satu centang, artinya, pesan telah terkirim, namun nomor tujuan belum menerimanya.



Selain itu, jika diblokir, maka kita tidak bisa melihat foto profil kontak yang memblokir. Kolom fotonya akan terlihat kosong, hanya menampilkan icon berwarna abu-abu.



Tanda lain adalah kita tidak bisa melakukan fitur WhatsApp Call. Panggilan yang kita lakukan tidak akan masuk ke nomor WhatsApp tujuan dan akan terdengar nada panggilan gagal.



Kolom penanda waktu alias time stamp yang muncul di bawah nama kontak juga tak akan terlihat. Jadi tak akan muncul tulisan Last Online lengkap dengan waktu terakhir si pengguna itu aktif di WhatsApp.



Tanda-tanda tersebut tidak langsung terlihat setelah pemblokiran. Kita harus menunggu selama beberapa menit.



Hal-hal itu belum mutlak mengindikasikan pemblokiran. Ada kalanya tanda centang satu atau tidak tampilnya foto profil terjadi karena kontak WhatsApp tersebut tidak mendapat koneksi yang memadai.



Tapi kalau sudah menerapkan cara-cara itu berulang kali dan hasilnya sama, maka kemungkinan besar WhatsApp anda memang diblokir. Jadi, ya, terima saja.



 TABLOIDBINTANG.COM

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan