Ketahui, Aneka Salah Kaprah Masyarakat Ihwal Istilah Medis yang Kerap Ditemui

Editor

Dwi Arjanto

Senin, 16 Januari 2023 12:56 WIB

Ilustrasi pria sedang diperiksa dokter. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta -Terminologi medis, misalnya tumor, stroke dan lainnya, seringkali digunakan oleh masyarakat umum dalam mendiagnosis suatu hal berdasarkan temuan awal yang ditemukan. Padahal hal tersebut dapat berakibat fatal karena dapat menyebabkan terjadinya kesalahan penanganan yang disebabkan oleh diagnosis awam.

Oleh karena itu, masyarakat awam secara khusus perlu mengetahui istilah umum yang sering digunakan dalam dunia medis agar tidak terjadi kesalahan diagnosis yang menyebabkan kesalahan penanganan.

Baca : Mengenal Cryotherapy, Operasi Tanpa Rasa Sakit dengan Bahan Nitrogen Cair

Dilansir dari laman Times of India, berikut istilah medis yang sering digunakan secara tidak akurat, dengan penjelasan yang akurat.

Beberapa Salah Kaprah

Body Mass Index
Indeks Massa Tubuh seringkali disalah artikan dengan berat badan, padahal dalam istilah medis ini, berat badan memainkan aspek yang signifikan dalam menentukan diagnosis terhadap kesehatan. Dengan kata lain, diagnosis yang salah terhadap berat badan tubuh, dapat mengakibatkan kesalahan dalam penanganan. Indeks Massa Tubuh atau Body Mass Index didasarkan terhadap kalkulasi tinggi dan berat badan, yang secara matematis penghitungannya dapat berupa berat badan dalam kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi badan dalam satuan meter.

Tumor
Tumor seringkali disalah artikan dengan sinonim dari kanker, hal tersebut merupakan kesalahpahaman yang sering terjadi di tengah masyarakat awam. Padahal, Tumor merupakan sel yang mengalami pertumbuhan dan pembelahan secara abnormal, tumor dapat tumbuh secara jinak ataupun secara invasif. Ketika tumor menjadi kanker, maka dapat menyebar ke bagian tubuh lain dan sifatnya invasif.

Stroke
Stroke seringkali disalah artikan dengan sinonim dari serangan jantung atau kegagalan jantung, padahal secara medis stroke memiliki kaitan dengan terganggunya suplai darah terhadap otak sehingga menimbulkan kerusakan pada sel jaringan otak. Meskipun memiliki kesamaan, tetapi secara medis terdapat perbedaan yang fundamental antara kedua penyakit tersebut.

GERD
Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD merupakan penyakit yang seringkali menjadi sinonim dengan peningkatan asam lambung, padahal kedua penyakit tersebut secara medis memiliki perbedaan yang signifikan. GERD merupakan bentuk yang lebih lanjut dari peningkatan asam lambung atau diare, ketika peningkatan asam lambung terjadi berulang kali menyebabkan kerusakan terhadap esofagus, hal tersebut yang dapat menyebabkan GERD.

Advertising
Advertising


Demensia
Banyak masyarakat awam yang terjebak dalam miskonsepsi dan memahami demensia sebagai salah satu jenis dari penyakit mental. Padahal demensia bukan merupakan penyakit, melainkan merupakan suatu terminologi yang umum digunakan untuk mengklasifikasi penyakit yang berdampak pada kehidupan sosial individu. Bahkan demensia juga disalah artikan dengan alzheimer, padahal alzheimer merupakan salah satu bentuk umum dari demensia.

Prognosis merupakan suatu terminologi medis...
<!--more-->

Prognosis
Prognosis merupakan suatu terminologi medis yang digunakan untuk memprediksi suatu penyakit, mulai dari jenis penyakit, durasi penyakit, hingga fungsi dan deskripsi. Prognosis seringkali disalah artikan dengan istilah diagnosis, padahal secara berurutan diagnosis dilakukan terlebih dahulu lalu prognosis dilakukan setelahnya. Dalam kaitannya dengan kesalahpahaman, banyak orang yang mengira bahwasanya prognosis dilakukan terlebih dahulu daripada diagnosis, padahal ketika merujuk pada aspek fungsi, diagnosis memiliki fungsi lebih awal daripada prognosis.

Kegagalan Jantung
Terminologi medis kegagalan jantung seringkali disalah artikan dengan serangan jantung, dengan asumsi bahwa kedua terminologi tersebut memiliki arti yang kurang lebih sama. Padahal secara medis, kedua terminologi tersebut memiliki arti yang berbeda, serangan jantung terjadi ketika pembuluh arteri tersumbat, sedangkan kegagalan jantung terjadi ketika jantung berhenti mengalirkan darah di bagian tubuh manapun tanpa memberikan peringatan apapun. Sehingga kegagalan jantung dapat berakibat lebih fatal daripada serangan jantung, ketika situasi tersebut tidak mendapat penanganan yang cepat dan tepat.

RENO EZA M.
Baca juga : 4 Jenis Anestesi dalam Tindakan Medis

Berita terkait

4 Fakta Mengenai Penyakit Asam Lambung

2 hari lalu

4 Fakta Mengenai Penyakit Asam Lambung

Asam lambung tidak bisa sembuh, namun, dapat diturunkan intensitas kambuh tidaknya dengan menjaga pola makan dan menghindari pemicunya.

Baca Selengkapnya

Polisi Tangkap Rio Reifan 5 Kali karena Narkoba, Sederet Bahaya Konsumsi Sabu

2 hari lalu

Polisi Tangkap Rio Reifan 5 Kali karena Narkoba, Sederet Bahaya Konsumsi Sabu

Artis Rio Reifan kelima kali ditangkap polisi karena kasus narkoba. Apa itu sabu dan bahaya menggunakannya?

Baca Selengkapnya

Cara Mengendalikan Nyeri pada Pasien Kanker Menurut Dokter

3 hari lalu

Cara Mengendalikan Nyeri pada Pasien Kanker Menurut Dokter

Dokter menjelaskan cara mengendalikan nyeri pada pasien kanker. Berikut yang perlu dilakukan.

Baca Selengkapnya

Tikus Sering Menjadi Hewan Percobaan, Ternyata Ini Alasannya

5 hari lalu

Tikus Sering Menjadi Hewan Percobaan, Ternyata Ini Alasannya

Biasanya, ketika melakukan penelitian dalam dunia medis, peneliti kerap menggunakan tikus. Lantas, mengapa tikus kerap menjadi hewan percobaan?

Baca Selengkapnya

5 Hal yang Perlu Dilakukan Wanita untuk Menangkal Stroke

6 hari lalu

5 Hal yang Perlu Dilakukan Wanita untuk Menangkal Stroke

Pakar kesehatan membagi lima tips buat kaum wanita untuk menurunkan risiko terserang stroke. Pasalnya, risiko pada perempuan dinilai lebih besar.

Baca Selengkapnya

Makanan yang Dianjurkan Pakar Saraf untuk Pasien Stroke

6 hari lalu

Makanan yang Dianjurkan Pakar Saraf untuk Pasien Stroke

Pakar saraf menyarankan pasien stroke memakan kacang-kacangan karena mengandung antioksidan tinggi. Apa lagi yang dianjurkan?

Baca Selengkapnya

Minum Air Dingin dan Fibrilasi Atrium atau AFib: Mitos dan Fakta yang Perlu Diketahui

6 hari lalu

Minum Air Dingin dan Fibrilasi Atrium atau AFib: Mitos dan Fakta yang Perlu Diketahui

Setelah minum air dingin memunculkan fibrilasi atrium (AFib). Apa bahayanya bagi kesehatan?

Baca Selengkapnya

12 Tips Bantu Cegah Kolesterol dan Gula Darah Tinggi

6 hari lalu

12 Tips Bantu Cegah Kolesterol dan Gula Darah Tinggi

Berikut 12 tips yang bantu mencegah kolesterol dan gula darah naik, termasuk pola makan dan kelola stres.

Baca Selengkapnya

Cegah Stroke, Pakar Saraf Minta Kontrol 3 Hal Ini

7 hari lalu

Cegah Stroke, Pakar Saraf Minta Kontrol 3 Hal Ini

Masyarakat diimbau mengontrol gula darah, tekanan darah, dan kolesterol demi mencegah serangan stroke yang bisa datang kapan pun.

Baca Selengkapnya

Pola Tidur Baik Bantu Kurangi Risiko Penyakit Jantung dan Stroke

7 hari lalu

Pola Tidur Baik Bantu Kurangi Risiko Penyakit Jantung dan Stroke

Pola tidur yang sehat dapat membantu meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Baca Selengkapnya