Penelitian Sebut Penyakit Autoimun Juga Memicu Depresi dan Kecemasan

Reporter

Antara

Senin, 1 April 2024 20:39 WIB

Ilustrasi autoimun. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Penelitian yang dipublikasikan di Rheumatology menunjukkan lebih dari 50 persen penderita penyakit autoimun juga mengalami depresi dan gangguan kecemasan. Dilansir dari Health, sekitar 13 persen perempuan dan 7 persen laki-laki mengalami gangguan autoimun dan hasil penelitian menunjukkan lebih dari separuh penderita jarang atau tidak pernah menyampaikan gangguan mental yang dialami ke penyedia layanan kesehatan.

"Rentang dan prevalensi gejala neurologis dan psikiatris ini lebih tinggi dari yang sebelumnya ditemukan dan jauh lebih tinggi dari perkiraan klinis," kata Melanie Sloan, peneliti utama studi tersebut dari Departemen Kesehatan Masyarakat dan Pelayanan Kesehatan Primer Universitas Cambridge. "Bagi pasien, bagian pentingnya adalah mereka tidak sendirian jika merasakan jenis gejala ini dan hanya dengan memberi tahu dokter mereka bisa mendapatkan dukungan."

Untuk lebih memahami korelasi kelainan autoimun dengan kondisi kesehatan mental, para peneliti melakukan survei pada hampir 1.900 orang dengan gangguan autoimun dan menanyakan gejala neurologis dan psikiatris mereka. Para peneliti juga melakukan survei pada hampir 300 penyedia layanan kesehatan.

Sloan dan timnya menemukan di antara peserta survei, 55 persen di antaranya mengalami depresi, 57 persen mengalami kecemasan, 89 persen mengalami kelelahan parah, dan 70 persen mengalami disfungsi kognitif seperti masalah memori. Para peneliti mencatat penderita penyakit autoimun kecil kemungkinannya menyampaikan masalah kesehatan mental mereka atau meminta bantuan. Sebagian besar memilih diam karena takut menghadapi stigmatisasi.

"Banyak orang, bahkan tanpa penyakit rematik ini, ketakutan stigma gejala kesehatan mental karena mereka akan dihakimi," ujar Sloan.

Advertising
Advertising

Pengaruh otak
Dia menjelaskan lamanya waktu mendiagnosis penyakit autoimun membuat banyak pasien kehilangan kepercayaan pada penyedia layanan kesehatan dan dalam beberapa kasus menginterpretasi sendiri gejala mereka.

"Mereka takut jika melaporkan gejala kesehatan mental atau neurologis dapat menyebabkan kembali ke hari-hari pradiagnosis dan gejala penyakit masa depan akan diabaikan sebagai akibat dari kesehatan mental," papar Sloan.

Hambatan lain adalah gejala kesehatan mental tidak selalu terlihat atau bisa diuji. "Kami menemukan beberapa klinisi, terutama psikiater dan perawat, sangat menghargai laporan pasien. Tetapi beberapa penyedia layanan lain merasa lebih nyaman ketika melakukan tes darah atau hasil pemindaian atau bisa melihat sendiri gejala. Mereka menginginkan bukti objektif," jelasnya.

Namun, identifikasi kondisi kesehatan mental lebih bergantung pada mendengarkan dan mempercayai laporan seseorang. "Kebanyakan orang sangat ingin mendapat bantuan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik dan butuh dokter untuk memvalidasi gejala-gejala yang menyedihkan ini," tambah Sloan. "Bukan bekerja dengan model harus bisa dilihat agar dipercaya."

Brent Nelson, psikiater dan kepala informasi medis di PrairieCare, menyampaikan kaitan penyakit autoimun dan kesehatan mental kompleks dan belum sepenuhnya dipahami. Koneksi ini disebabkan permainan kompleks antara sel-sel sistem kekebalan tubuh dan sel-sel otak. Nelson menjelaskan penyakit autoimun menyebabkan sel-sel kekebalan tubuh menyerang dirinya sendiri dan mempengaruhi sel tubuh maupun otak.

"Beberapa faktor berkontribusi pada koneksi ini, termasuk peradangan dan komunikasi sistem imun otak," tuturnya. "Peradangan ini dapat menyebar ke otak dan dapat mempengaruhi neurotransmiter yang mengatur suasana hati, menyebabkan peningkatan risiko gangguan suasana hati."

Pilihan Editor: Rheumatoid Arthritis Tak Bisa Disembuhkan, karena Keturunan?

Berita terkait

Peru Kategorikan Transgender sebagai Penyakit Mental

15 jam lalu

Peru Kategorikan Transgender sebagai Penyakit Mental

Peru secara resmi mengkategorikan transgender dan non-biner sebagai penyakit mental. Para aktivis LGBT resah dengan keputusan Presiden Peru ini

Baca Selengkapnya

11 Daftar Makanan Ultra Proses atau Makanan Instan yang Membahayakan Kesehatan

15 jam lalu

11 Daftar Makanan Ultra Proses atau Makanan Instan yang Membahayakan Kesehatan

Para ahli lebih menyarankan masyarakat untuk membatasi makanan ultra proses alias makanan instan yang tidak memberikan nutrisi-nutrisi berharga.

Baca Selengkapnya

Cara Menyenangkan Memulihkan Kesehatan Mental usai Putus Cinta

1 hari lalu

Cara Menyenangkan Memulihkan Kesehatan Mental usai Putus Cinta

Berikut berbagai cara menyenangkan yang dapat dilakukan untuk memulihkan kesehatan mental setelah putus cinta.

Baca Selengkapnya

BRIN Kembangkan Sensor Pendeteksi Kecemasan dan Stres Pegawai

1 hari lalu

BRIN Kembangkan Sensor Pendeteksi Kecemasan dan Stres Pegawai

Riset ini berpeluang untuk membuat pemetaan sensor yang bisa mendeteksi kecemasan dan tingkat stres pada pegawai.

Baca Selengkapnya

5 Langkah Hadapi Ibu Mertua Beracun, Jangan Biarkan Kesehatan Mental Terganggu

1 hari lalu

5 Langkah Hadapi Ibu Mertua Beracun, Jangan Biarkan Kesehatan Mental Terganggu

Sering mengkritik, memanipulasi, dan ikut campur urusan rumah tangga anak, ibu mertua dengan sengaja membuat keluarga anak tertekan dan tak harmonis.

Baca Selengkapnya

Mengenal 7 Penyakit Autoimun Selain Lupus

1 hari lalu

Mengenal 7 Penyakit Autoimun Selain Lupus

Penyakit autoimun umumnya tidak dapat disembuhkan, namun bisa dikurangi dampaknya. Kenali 7 penyakit ini untuk pencegahan.

Baca Selengkapnya

Kuasa Hukum Ungkap Modus Staf Kelurahan Setubuhi Anak di Bawah Umur hingga Depresi

1 hari lalu

Kuasa Hukum Ungkap Modus Staf Kelurahan Setubuhi Anak di Bawah Umur hingga Depresi

Kasus persetubuhan anak yang diduga dilakukan oleh Holid, pengurus komite sekolah yang juga staf kelurahan, ini terjadi beberapa tahun silam.

Baca Selengkapnya

Perbaiki Suasana Hati dan Kesehatan Mental dengan Makanan Sehat Berikut

2 hari lalu

Perbaiki Suasana Hati dan Kesehatan Mental dengan Makanan Sehat Berikut

Pola makan seimbang secara keseluruhan yang mengandung banyak makanan padat nutrisi baik untuk kesehatan mental dan suasana hati.

Baca Selengkapnya

Bahaya Konsumsi Ganja, Jenis Narkoba yang Membuat Bintang Preman Pensiun Epy Kusnandar Diciduk Polisi

4 hari lalu

Bahaya Konsumsi Ganja, Jenis Narkoba yang Membuat Bintang Preman Pensiun Epy Kusnandar Diciduk Polisi

Epy Kusnandar ditangkap polisi lantaran terlibat penyalahgunaan narkoba jenis ganja. Jenis narkoba ini berbahaya dan merusak tubuh.

Baca Selengkapnya

Hari Lupus Sedunia: Pencegahan Lupus Diihat dari Gejalanya

5 hari lalu

Hari Lupus Sedunia: Pencegahan Lupus Diihat dari Gejalanya

Hari Lupus Sedunia, menengok kata dokter RS Pondok Indah bahwa penyakit lupus adalah penyakit kambuhan yang akan datang dan hilang saat terdiagnosis.

Baca Selengkapnya