Dosis dan Efek Samping Obat Diabetes Metformin

Reporter

Winda Oktavia

Editor

Dwi Arjanto

Sabtu, 25 Mei 2024 19:59 WIB

Ilustrasi diabetes. Freepik.com

TEMPO.CO, Jakarta - Metformin adalah obat diabetes resep yang digunakan secara luas untuk mengontrol kadar gula darah pada pasien dengan diabetes tipe 2. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet oral dan larutan oral, dengan dua variasi tablet yaitu pelepasan segera dan pelepasan diperpanjang.

Dikutip dari Healthline, metformin termasuk dalam kelas obat yang disebut biguanida, yang bekerja dengan cara:

- Mengurangi produksi glukosa di hati.
- Mengurangi penyerapan glukosa oleh tubuh.
- Meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga tubuh lebih efektif dalam menggunakan insulin untuk menurunkan kadar gula darah.

Obat ini digunakan bersama dengan diet dan olahraga untuk mengontrol kadar gula darah pada pasien diabetes tipe 2. Metformin dapat digunakan sebagai bagian dari terapi kombinasi, yang berarti mungkin perlu diminum bersama obat lain untuk mencapai hasil terbaik.

Metformin tersedia dalam beberapa bentuk dan dosis, yaitu:

Advertising
Advertising

- Tablet Pelepasan Segera: 500 miligram, 850 miligram, dan 1000 miligram.
- Tablet Pelepasan Diperpanjang: 500 miligram, 750 miligram, dan 1000 miligram.

Berikut dosis umum yang diberikan kepada penderita diabetes:

- Tablet Pelepasan Segera: Dosis awal biasanya 500 miligram dua kali sehari setelah makan, atau 850 miligram sekali sehari. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai anjuran dokter, dengan dosis maksimum 2.550 miligram per hari.

- Tablet Pelepasan Diperpanjang: Dosis awal umumnya 500 miligram sekali sehari saat makan malam, dengan peningkatan dosis sebesar 500 miligram setiap minggu atau dua minggu, hingga dosis maksimum 2.000 miligram per hari.

Kapan seseorang mengonsumsi metformin tergantung pada jenis tablet yang digunakan:

- Tablet Pelepasan Segera: Diminum dua kali sehari setelah makan, misalnya saat sarapan dan makan malam.
- Tablet Pelepasan Diperpanjang: Diambil sekali sehari saat makan malam.

Namun metformin bisa menyebabkan berbagai efek samping, mulai dari yang ringan hingga yang serius.

Dilansir dari Medical News Today, efek samping metformin umumnya meliputi masalah pencernaan seperti diare, mual, sakit perut, maag, dan gas. Biasanya, efek samping ini ringan dan akan hilang dalam beberapa hari atau minggu.

Sementara itu, beberapa efek samping serius yang memerlukan perhatian medis termasuk:

- Asidosis Laktat: Kondisi langka namun serius yang ditandai dengan kelelahan, kelemahan, nyeri otot yang tidak biasa, kesulitan bernapas, kantuk yang tidak biasa, sakit perut, mual, muntah, pusing, sakit kepala ringan, dan detak jantung yang lambat atau tidak teratur.

- Hipoglikemia (Gula Darah Rendah): Gejalanya meliputi sakit kepala, kelemahan, kebingungan, gemetar, gelisah, kantuk, pusing, sifat lekas marah, berkeringat, kelaparan, dan detak jantung cepat.

- Kadar Vitamin B12 Rendah: Ditandai dengan energi rendah, kelemahan otot, kehilangan selera makan, serta kesemutan atau mati rasa di tangan atau kaki.

Pilihan editor:

Berita terkait

Tips Kendalikan Diri Konsumsi Makanan Ultra Proses

13 jam lalu

Tips Kendalikan Diri Konsumsi Makanan Ultra Proses

Para peneliti mencatat adanya korelasi langsung antara jumlah makanan ultra proses dalam diet dan risiko diabetes tipe 2

Baca Selengkapnya

Istri Bruce Springsteen Mengidap Multiple Myeloma, Kenali Penyebab Kanker Darah Itu

3 hari lalu

Istri Bruce Springsteen Mengidap Multiple Myeloma, Kenali Penyebab Kanker Darah Itu

Istri musisi Bruce Springsteen mengungkapkan perjuangannya melawan kanker darah yang disebut multiple myeloma. Kenali penyebab dan gejalanya.

Baca Selengkapnya

Apakah Prediabetes Bisa Disembuhkan?

22 hari lalu

Apakah Prediabetes Bisa Disembuhkan?

Prediabetes adalah sinyal awal bahwa tubuh Anda mengalami peningkatan kadar insulin.

Baca Selengkapnya

Studi Terbaru: Paparan Polutan di Masa Bayi Terindikasi Turut Memicu Epidemi Gangguan Metabolik seperti Obesitas dan Diabetes Tipe 2

32 hari lalu

Studi Terbaru: Paparan Polutan di Masa Bayi Terindikasi Turut Memicu Epidemi Gangguan Metabolik seperti Obesitas dan Diabetes Tipe 2

Riset mengindikasikan paparan zat kimia TCDF turut berkontribusi pada epidemi gangguan metabolik, seperti obesitas dan diabetes tipe 2.

Baca Selengkapnya

Apa Itu Prediabetes? Memahami Risiko dan Strategi untuk Mencegah Diabetes Tipe 2

38 hari lalu

Apa Itu Prediabetes? Memahami Risiko dan Strategi untuk Mencegah Diabetes Tipe 2

Salah satu kondisi yang semakin banyak dibicarakan adalah prediabetes. Apa kaitannya dengan diabetes tipe 2?

Baca Selengkapnya

Orang yang Berisiko Lebih Tinggi Mengalami Pradiabetes

38 hari lalu

Orang yang Berisiko Lebih Tinggi Mengalami Pradiabetes

Pradiabetes dapat dialami siapa saja yang tidak dapat menjaga kehidupan sehat. Namun, pradiabetes lebih tinggi menyerang beberapa orang yang memiliki risiko tertentu.

Baca Selengkapnya

Sosok Leonard Thompson, Orang Pertama di Dunia yang Terima Obat Diabetes Suntik Insulin

52 hari lalu

Sosok Leonard Thompson, Orang Pertama di Dunia yang Terima Obat Diabetes Suntik Insulin

Para dokter untuk menyuntikkan obat ajaib pada Thompson yang belum pernah dicoba pada manusia lain. Para dokter Kanada menyebutnya insulin.

Baca Selengkapnya

Diabetes Anak: Kenali Risiko Diabetes Melitus di Usia Belia

55 hari lalu

Diabetes Anak: Kenali Risiko Diabetes Melitus di Usia Belia

Selama satu dekade terakhir, terdapat peningkatan signifikan dalam kasus diabetes anak, terutama diabetes tipe 1.

Baca Selengkapnya

Ahli Gizi Ini Bilang Penderita Diabetes Dianjurkan Tidak Berlebihan Makan Buah, Mengapa?

57 hari lalu

Ahli Gizi Ini Bilang Penderita Diabetes Dianjurkan Tidak Berlebihan Makan Buah, Mengapa?

Ia menambahkan bahwa penderita diabetes sebaiknya memilih buah-buahan yang seratnya larut dalam air seperti jeruk, apel, jambu biji, pir, tin.

Baca Selengkapnya

Bahaya Rutin Mengonsumsi Pemanis Buatan, Diabetes sampai Penyakit Jantung

58 hari lalu

Bahaya Rutin Mengonsumsi Pemanis Buatan, Diabetes sampai Penyakit Jantung

Meski disebut rebih rendah kalori dibanding gula, rutin mengonsumsi pemanis buatan berisiko buat kesehatan, termasuk diabetes dan penyakit jantung.

Baca Selengkapnya