Minggu, 24 Juni 2018

Cuti Melahirkan untuk Ayah? Pakar: Simak Dulu Syaratnya

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ayah dan ibu memeluk bayi. shutterstock.com

    Ilustrasi ayah dan ibu memeluk bayi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia masih belum familiar dengan hak cuti melahirkan bagi ayah. Selama ini, cuti melahirkan yang rata-rata diberikan selama 3 bulan hanya diperuntukkan untuk kaum ibu. Padahal peran ayah dalam pengasuhan anak sebaiknya dimulai sejak anak dilahirkan.

    Masyarakat dan juga manajemen beberapa perusahaan masih memegang budaya atau pemikiran bahwa yang memiliki tugas untuk mengurus anak atau bayi adalah ibu. Padahal untuk tumbuh kembang anak yang lebih baik peran seorang ayah juga dibutuhkan.

    Baca juga:
    Rencana Pernikahan Dibatalkan? Siap-siap Rugi dan Malu
    Suka Kentang Goreng, Apa Prinsip Bugar Kata Meghan Markle ?
    Dituduh Pelakor, Begini Gaya Bu Dendy Menangkisnya

    Angin segar pemberian kesempatan cuti melahirkan bagi ayah memang sudah berhembus, khususnya untuk pegawai negeri sipil. Namun beberapa perusahaan swasta yang telah menerapkan aturan cuti untuk ayah tersebut.

    Untuk meniru hal tersebut apa yang harus dilakukan perusahaan swasta, berikut ini adalah pandangan terkait aturan cuti untuk ayah menurut Pakar SDM Wustari Mangunjaya Industrial & Organizationl Psychology Club (IOC)

    Apa pendapat Anda soal paternal leave? Perlukah diberlakukan di Indonesia?

    Kalau memang bisa dilakukan paternal leave sangat baik. Meskipun pengaturannya harus jelas. Kalau melihat di Australia, mereka yang berkeluarga diperbolehkan untuk bisa memilih siapa yang akan mengambil cuti, entah cuti untuk ibu atau ayah.Kecuali sang Ibu sakit maka boleh mengambil Family leave. Atau misalnya kalau mau paternal leave dibatasi hanya beberapa hari saja lamanya.

    Apa manfaat paternal leave bagi keluarga?

    Manfaatnya kadang kalau kondisi keluarga kita tidak tahu mana yang lebih memerlukan cuti, Misal karena double career, ayah atau Ibu. Karena dengan adanya double career, serta prinsip equity maka kedua-duanya harus diperhatikan.

    Apa kendala dalam menjalankan aturan paternal leave di Indonesia?

    Perusahaan harus mensosialisasikan terlebih dahulu mengenai hal ini. Hubungannya dengan cuti tersebut, SDM harus sudah menyiapkan sistem-sistemnya, termasuk daftar kehadiran kerja dan juga perhitungan gaji.

    Paternal leave memang belum lazim di Indonesia khususnya pada kondisi sosial budaya yang paternalistik, banyak orang menilai masalah keluarga seperti mengurus anak adalah masalah ibu. Prisnisp ini umumnya yang masih dipegang oleh manajemen perusahaan. Sehingga masih dianggap tidak lazim.

    Apa syarat-syarat/prekondisi bagi pegawai laki-laki yang berhak mendapatkan paternal leave?

    Pertama sang ayah memang bersedia dan mau mengambil paternal leave tanpa rasa terpaksa.Hal yang kedua, paternal leave memang benar-benar digunakan untuk merawat sang buah hati. Terkait cuti melahirkan ini, sang ayah idealnya juga diberikan sosialisasi bahkan kalau perlu pelatihan dasar tentang cara merawat bayi atau ibu setelah bersalin.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pelatih Paling Mahal di Piala Dunia 2018

    Ini perkiraan jumlah gaji tahunan para pelatih tim yang lolos Piala Dunia 2018.