Sabtu, 17 November 2018

4 Cara Latihan Keuangan Anak, Coba Bicarakan Gaji

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menghitung uang. shutterstock.com

    Ilustrasi menghitung uang. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjadi teladan keuangan yang baik kepada anak-anak berarti mengajarkan anak bertanggung jawab terhadap pengeluaran. Hal itu tentu akan sangat bermanfaat untuk anak saat dewasa nanti. Literasi keuangan atau kesadaran mengenai perlunya mengelola keuangan bisa diajarkan sejak anak masih di usia dini. Berikut cara yang bisa dilakukan orang tua untuk menjadi teladan bagi anak dalam mengelola keuangan seperti dilansir dari USA Today.

    Baca: Mariah Carey Ajak Anak saat Tur Asia, Tips Bawa Anak saat Kerja

    1. Hemat
    Sampaikan kepada anak tentang pentingnya menghemat uang dan menjelaskan manfaat yang akan didapatkan. Seperti misalnya, membeli barang-barang yang bermanfaat atau membeli barang yang hanya menarik perhatian namun tidak bermanfaat. Saat Anda meminta anak untuk menghemat uang sebelum membelanjakannya, pastikan Anda sudah melakukannya terlebih dahulu.

    Jika mereka memiliki uang lebih, baik dari hasil pemberian atau uang jajan, arahkan anak untuk memasukkan sebagian uangnya untuk ditabung di bank sebelum menggunakannya untuk tujuan lain. Jika mereka terbiasa dengan kebiasaan ini sejak dini, mereka akan mudah melakukannya di kemudian hari dan akan menganggap menabung adalah hal yang penting.

    2. Bawa anak berbelanja
    Cara yang paling baik mengajarkan anak tentang nilai uang adalah dengan praktik langsung. Jadi, bawalah anak-anak ketika pergi berbelanja, misalnya membeli baju. Jelaskan perbedaan antara membeli seharga 50 ribu versus yang serupa hanya dengan 30 ribu.

    Ajarkan juga untuk membuat daftar belanjaan sesuai barang-barang yang dibutuhkan. Orang tua diharapkan konsisten memilih barang-barang belanjaan sesuai dengan daftar. Jangan sampai tertarik dengan barang diskon padahal barang tersebut tidak dibutuhkan.

    3. Belajar berkata tidak
    Mengatakan tentang uang yang tidak tumbuh di pohon cenderung membuat anak bingung dengan makna uang. Salah satu yang bisa dilakukan adalah secara teratur menolak permintaan anak-anak untuk barang-barang yang belum menjadi kebutuhan utama, seperti gadget atau mainan. Namun, hindari untuk mengatakan tidak untuk itu. Sebaliknya, jelaskan bahwa persediaan uang Anda terbatas dan cukup untuk membeli dan membayar kebutuhan bulanan serta makanan. Dengan cara ini, anak-anak akan belajar menetapkan prioritas mereka sendiri saat mereka tumbuh dewasa. Membuat anggaran keluarga juga dapat membantu anak dalam pengelolaan keuangan.

    4. Bicarakan tentang gaji Anda
    Penghasilan Anda seharusnya tidak menjadi misteri bagi anak-anak Anda. Setelah mereka dewasa, mulailah berbagi detail tentang gaji Anda. Tunjukkan kepada mereka berapa penghasilan Anda, berapa banyak yang harus dibayarkan, berapa yang harus disisihkan untuk tabungan, dan berapa yang tersisa untuk dibelanjakan.

    Baca: Kehadiran Kakek dan Nenek untuk Anak Setelah Pasangan Bercerai

    Terbuka tentang uang akan membantu anak lebih memahami bagaimana mengelolanya nanti. Literasi keuangan yang diajarkan sejak dini bisa bermanfaat untuk tanggung jawab mereka kelak. Hal ini menjadi investasi yang layak untuk dilakukan mengingat jumlah orang dewasa saat ini banyak yang rapuh secara finansial.

    TABLOID BINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.