Sandiaga Uno Janji Liburkan Sekolah Selama Ramadan, Ini Kata Ahli

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gaya cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno saat debat ketiga Calon Wakil Presiden 2019 di Jakarta, Ahad, 17 Maret 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Gaya cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno saat debat ketiga Calon Wakil Presiden 2019 di Jakarta, Ahad, 17 Maret 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Debat Calon Wakil Presiden antara cawapres nomor urut 01 dan 02, Maruf Amin dan Sandiaga Uno telah berlangsung pada Minggu, 17 Maret 2019. Salah satu tema yang diangkat pada debat pemilihan presiden dan wakil presiden ketiga itu ialah mengenai isu pendidikan.

    Baca: Sandiaga Uno Ingin Hapus UN, JK: Bahaya bagi Kualitas Pendidikan

    Calon Wakil Presiden Nomor Urut 2, Sandiaga Uno mengatakan bahwa dirinya dan calon Presiden Prabowo Subianto akan menerapkan libur sekolah selama satu bulan penuh selama Ramadan jika terpilih pada Pilpres 2019. Tujuannya adalah untuk membangun kerohanian serta keeratan dengan keluarga. "Tentunya untuk membangun karakter yang kuat, karakter yang berakhlakul karimah. Itu harapan kami," kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

    Mengenai hal tersebut, pengamat pendidikan Najeela Shihab menilai tujuan yang ingin diraih melalui program libur selama Ramadan adalah hal yang baik. Namun, ia merasa bahwa tujuan tersebut tak hanya dapat dinikmati manfaatnya selama bulan Ramadan saja. “Jika kita berbicara mengenai pembangunan kerohanian dan ikatan dalam keluarga, menurut saya ini bisa dicapai tidak hanya saat bulan Ramadan saja. Dari segi proses pun juga tidak bisa hanya satu bulan selesai. Namun harus terus berlanjut di bulan-bulan berikutnya,” kata Ela, sapaan Najeela, saat dihubungi TEMPO.CO pada 19 Maret 2019.

    Ela juga menegaskan bahwa menempuh pendidikan dan menimba ilmu pengetahuan di sekolah merupakan salah satu bentuk dari ibadah. Oleh karena itu, jika salah satu tujuan program tersebut diterapkan untuk membangun kerohanian, Ela mengatakan bahwa pendidikan juga tidak dapat dikesampingkan. “Islam mengajarkan bahwa belajar merupakan bentuk dari ibadah. Artinya belajar juga sudah ikut membangun kerohanian,” kata putri sulung Mantan menteri Agama, Quraish Shihab.

    Dalam hal ini, Ela pun berharap agar program tersebut dapat dikaji ulang. Terutama jika program ini diberlakukan untuk seluruh sekolah dan daerah di Indonesia. Karena menurut Eela, tidak semua pelajar adalah pemeluk agama Islam. “Kalau nantinya program ini berjalan dan akan disepadankan, saya takut akan menjadi tidak relevan. Karena agama di Indonesia kan tidak hanya Islam. Apabila libur semua, nanti ada kaum yang dirugikan,” katanya.

    Baca: Infused Water Sandiaga Uno, 3 Cara Dukung Diet Anda

    Untuk menyambut Ramadan kali ini, ia pun berpesan agar masyarakat menerapkan esensi dari Ramadan itu sendiri. Dimana seseorang dipersiapkan untuk menjadi lebih baik mulai dari penguasaan diri hingga hal sosial seperti berbagi. “Terapkan gaya hidup yang baik seperti tidak menghamburkan uang dan makan yang rapi, misalnya. Terapkan ini juga untuk kemudian hari. Jangan ketika lebaran langsung belanja lagi, makan berantakan lagi,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.