Asap Rokok Meningkatkan Risiko Kematian Bayi, Ini Faktanya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang merokok. (TEMPO/Rully Kesuma)

    Ilustrasi orang merokok. (TEMPO/Rully Kesuma)

    TEMPO.CO, Jakarta - Rokok mengandung 4.000 bahan kimia berbahaya bagi tubuh. Salah satu yang paling berbahaya adalah tar. Tar merupakan cairan kental berbasis karbon dan hidrokarbon yang dihasilkan dari pembakaran. Bahan kimia ini meningkatkan risiko penyakit-penyakit tidak menular seperti jantung koroner, kanker, dan stroke.

    Baca: Jadi Alternatif, Rokok Elektrik Tak Sepenuhnya Aman

    Hal yang mengkhawatirkan, dampak bahan kimia ini tidak hanya dirasakan oleh perokok, tapi juga orang-orang di sekitarnya. Selain first hand smoker atau si perokok, juga ada second hand smoker atau perokok pasif.

    Lalu ada third hand smoker, yaitu orang-orang yang tidak ada di sekitar perokok, tapi dapat terpapar residu karena racun itu menempel pada pakaian, gorden, sofa, dan benda-benda lain. Third hand smoker inilah yang patut waspada. Umumnya mereka adalah anggota keluarga, termasuk bayi dan anak-anak. 

    Ketua Umum Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI) dan Anggota Koalisi Indonesia Bebas TAR, Mariatul Fadilah, mengatakan, ketika third hand smoker mengisap tar yang menempel di benda lain, maka dampak yang dirasakan akan sama dengan perokok itu sendiri.

    “Tar yang melekat di baju merupakan polutan yang jika diisap akan bersifat karsinogenik. Racun ini bisa menyebabkan bayi meninggal tiba-tiba, seolah-olah tanpa sebab. Makanya, berhati-hatilah para third hand smoker,” kata dia.

    Kasus bayi meninggal mendadak yang diduga dipicu paparan asap rokok sering dijumpai. Menurut Mariatul, asap rokok memang tidak serta merta menyebabkan bayi meninggal. Ada kemungkinan bayi itu juga gangguan pada organ tubuh. Hanya saja, pada kebanyakan kasus bayi meninggal mendadak, ternyata diketahui berada di lingkungan perokok.

    “Kematian bayi yang mendadak bukan hanya disebabkan oleh tar. Tapi dengan adanya third hand smoker, perlengketan tar di baju perokok, menambah faktor risiko kematian bayi. Sebuah penelitian di Eropa menyimpulkan bahwa bayi-bayi yang meninggal itu ternyata terpapar unsur tar,” ujar Mariatul.

    Pada bayi dan anak-anak, polutan itu dapat menyebabkan berbagai masalah, tapi yang paling sering ditemui adalah pneumonia. Pneumonia bisa menyebabkan kematian pada bayi dan anak-anak.

    Baca: Bukan Hanya Serangan Jantung, Ini Risiko Lain dari Rokok Elektrik



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.