Kreatif, Jaket Ini Terbuat dari Sampah Kampanye Pemilu

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaket dari sampah kampanye pemilu (Instagram @funkyscars)

    Jaket dari sampah kampanye pemilu (Instagram @funkyscars)

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa hari setelah pemilihan umum atau pemilu, sampah spanduk bekas kampanye menumpuk. Ini memunculkan ide kreatif Harits Alfadri Dewanto, seorang seniman yang juga pendiri produk jasa lukis apparel custom Funky Scars. Ia mengubah spanduk-spanduk itu menjadi jaket kolase kece.

    BacaJaket Bomber Khas Jumputan Jadi Buruan Milenial, Ini Kelebihannya

    Karya pria yang akrab disapa Tejet ini diunggah di akun Instagram @tejyet dan @funkyscars. Jaket itu menggabungkan beberapa logo partai peserta kampanye yang didesain bolak balik. Jaket tanpa kerah ini unisex, bisa digunakan  pria maupun wanita. “Sumpah saya lihat jaket ini nggak seperti sampah,” kata @saktylaode mengomentari unggahan itu. 

    Tejet mengatakan, ide membuat jaket ini berawal ketika ia melihat pemandangan di kiri kanan jalan yang dipenuhi baliho, poster, dan spanduk yang berisi foto dan nama calon legislatif yang berdampingan dengan logo partai politik. Ia melihat itu seperti tatanan kolase yang mengingatkannya pada salah satu mata kuliah di jurusan desain komunikasi visual.

    Keinginannya untuk mengolah sampah kampanye semakin kuat ketika spanduk dan bendera-bendera berlogo partai partai beken itu melukai pohon-pohon pinggir jalan raya, menutupi lampu jalan, menutupi jalur pejalan kaki dan lain sebagainya. Menurutnya, meletakkan atribut kampanye seperti itu mengganggu fungsi fasilitas umum dan estetikanya.

    Ia lalu mengambil alat kampanye tersebut, lalu digabungkan seperti kolase untuk menjadi barang fashion. “Jadilah karya pakaian dari limbah spanduk partai ini sebagai solusinya,” kata dia.

    Meski banyak peminatnya, Tejet mengaku masih bingung menentukan harga produk daur ulang ini. Sebab, awalnya ia tidak berniat menjual karya ini karena pembuatannya yang rumit. Ia hanya berniat membuat pameran dengan unsur utama ‘limbah visual’ seperti sampah pemilu ini. Teknisnya, ia akan berkolaborasi dengan orang yang punya keresahan sama terhadap limbah visual.

    “Kami kasih pilihan dari limbah yang mereka sumbangkan bisa menjadi barang seperti jaket, celana, topi, tas, atau mungkin ada  ide out of the box yang bisa dipertimbangan secara estetika dan fungsinya,” kata dia, Jumat, 19 April 2019. 

    BacaPerlakuan Nagita Slavina pada Jaket Seharga Rp 78,8 Juta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.