Makna Berbagi Bagi Zaskia Sungkar

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan selebriti Irwansyah dan Zaskia Sungkar saat ditemui usai pemutaran perdana film Roh Fasik di Metropole XXI, Jakarta, 6 Mei 2019. Roh Fasik merupakan film bergenre horor religi yang disutradarai Ubay Fox dan Evelyn Afnilia sebagai penulis naskah. Tempo/Nurdiansah

    Pasangan selebriti Irwansyah dan Zaskia Sungkar saat ditemui usai pemutaran perdana film Roh Fasik di Metropole XXI, Jakarta, 6 Mei 2019. Roh Fasik merupakan film bergenre horor religi yang disutradarai Ubay Fox dan Evelyn Afnilia sebagai penulis naskah. Tempo/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Artis dan perancang busana Zaskia Sungkar memaknai berbagi kepada sesama sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta. "Berbagi itu untuknya adalah sebuah cerminan rasa syukur. "Jadi di saat bisa mensyukuri apa yang kita dapat, pasti akan berbagi ke orang lain,” kata Zaskia saat menghadiri “Cadbury Berbagi dari Hati di Bulan Suci”, di Jakarta, Selasa 21 Mei 2019.

    Baca: Zaskia Sungkar ke Shireen Sungkar: Pintu Digedor, Eh Hamil

    Sebaliknya, menurut Zaskia, jika seseorang tidak punya rasa syukur maka akan sulit baginya untuk bisa berbagi. "Pasti ada rasa yang berat banget,” kata dia dengan ekspresif.

    Sementara dengan berbagi, Zaskia melihat ada banyak kebaikan yang akan didapat, salah satunya balasan atas hal yang diberi kepada orang lain. Istri dari aktor Irwansyah tersebut menambahkan, "Bahkan mungkin Allah akan memberikan yang lebih."

    Selain itu, ia juga percaya bahwa berbuat baik dengan memberi sesuatu kepada orang lain akan menimbulkan perasaan positif bagi yang melakukannya. "Aku selalu melihat orang-orang yang ringan tangannya untuk memberi, hidupnya tuh enggak pernah susah, pasti happy saja," katanya.

    Acara Cadbury 'Berbagi dari Hati di Bulan Suci', di Jakarta, Selasa 21/5/2019. Tempo/Mitra Tarigan

    Cadbury, brand cokelat unggulan Mondelez International pada hari ini mengadakan kegiatan “Berbagi dari Hati di Bulan Suci”. Dalam kegiatan ini, mereka ingin menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dengan memberikan 10.000 porsi menu berbuka puasa kepada masyarakat yang kurang beruntung di 10 lokasi di Jakarta sebagai bentuk komitmen Mondelz International dalam menciptakan kebahagiaan untuk masyarakat Indonesia.

    Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keyakinan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan pada bulan Ramadan akan mendapat pahala berlipat ganda, selain itu dengan berbagi dapat menghadirkan rasa bahagia bagi pemberi dan penerima kebaikan.

    Menurut hasil penelitian Universitas Zurich Swiss pada bulan Juli 2017, menemukan adanya korelasi antara aktivitas berbuat baik dengan munculnya kebahagiaan. Orang yang melakukan perbuatan baik, dalam hal ini dikaitkan dengan kegiatan berderma atau memberikan sesuatu kepada orang lain, memiliki kecenderungan untuk lebih mudah merasakan bahagia. “Kegiatan Berbagi Dari Hati Di Bulan Suci merupakan salah satu bentuk komitmen Mondelez International dalam menciptakan kebahagian untuk masyarakat Indonesia sekaligus menginspirasi masyarakat untuk berbagi kebahagiaan di Bulan Ramadan,” kata Sachin Prasad selaku Presiden Direktur Mondelez Indonesia.

    Brand Manager Chocolate Mondelez Indonesia, Sabrina Purba, mengatakan Kegiatan Berbagi dari Hati di Bulan Suci merupakan inisiasi dari Cadbury yang bekerjasama dengan mitra usaha kami yakni Afamidi dan Alfamart sebagai jalur pemasaran produk dan juga organisasi kemanusiaan yang memfokuskan kegiatan pada penanganan isu-isu kemanusiaan, yakni Aksi Cepat Tanggap (ACT). Pihaknya melalui kegiatan ini ingin mengajak masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif untuk membantu sesama.

    Baca: Koleksi Ramadan 4 Lini Fashion Zaskia Sungkar dan Shireen Sungkar

    Lebih lanjut Sabrina menuturkan bahwa Cadbury percaya bahwa satu kebaikan diyakini dapat menginspirasi terjadinya kebaikan lainnya sehingga dengan begitu dapat menjadikan momen Ramadan lebih terasa bermakna dan membahagiakan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.