Minggu, 15 September 2019

Adipati Dolken Ungkap Asal Usul Nama Panggung yang Bikin Beken

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adipati Dolken (Instagram @adipati)

    Adipati Dolken (Instagram @adipati)

    TEMPO.CO, Jakarta - Adipati Koesmadji lebih dikenal dengan nama panggung Adipati Dolken di jagad hiburan. Ia pun menjelaskan asal-usul nama belakang yang ia gunakan sejak berkecimpung di dunia seni peran.

    Aktor kelahiran Jakarta, 19 Agustus 1991 ini mengaku mendapatkan nama tersebut dari nama salah satu vila di Puncak, Bogor, pada 2010.

    “Dulu setiap bermain film gue hanya memakai nama Adipati aja. Lagipula Koesmadji itu kan panjang dan ejaan lama, jadi agak susah spelling-nya. Tahun 2010, gue dan teman-teman menginap di vila di Puncak, namanya Dolken. Manager gue waktu itu bilang, ‘Lo pakai nama Dolken aja, lucu tuh kayaknya’, dan gue juga sempat aneh gitu, tapi ya kalau menurut dia oke akhirnya gue mengiyakan,” kata Adipati dalam sebuah perbincangan dengan Tempo.co.

    Adipati Dolken. TEMPO/Nurdiansah

    Keluarga juga mendukung keputusan Adipati untuk menggunakan nama Dolken. Menurut keluarganya, nama Dolken bagus dan terdengar menarik dan mudah diingat. Adipati juga tak masalah jika ia lebih terkenal dengan nama Dolken.

    “Ya sebenarnya sih gue tetap pakai nama asli gue kan, Adipati. Dolken itu juga tidak bisa dibilang sukses mendongkrak nama gue di industri film. Kalau gue pakai nama Koesmadji juga tidak ada yang tahu kan. Jadi ya, pemanis saja sih. Enak dibacanya, jadi enggak terlalu pendek. Satu kata doang gitu,” ujar Adipati.

    Menurut Adipati, nama Dolken memiliki arti kayu yang kuat. “Jadi cocok juga dipadu sama nama Adipati yang artinya pemimpin. Jadi nama Adipati Dolken berarti pemimpin yang kuat,” ungkapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.