Bahaya Minum Air dari Botol Plastik yang Disimpan di Mobil

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Botol Air Mineral (2)

    Ilustrasi Botol Air Mineral (2)

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang yang sering menyimpan botol air minum berbahan plastik di mobil. Selain karena ringan dan tidak memakan banyak tempat, air juga bisa dikonsumsi bila haus saat berkendara. Namun, baik atau tidak bagi kesehatan bila kita meminumnya?

    Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Food Chemistry pun menjelaskannya. Para peneliti menemukan bahwa kondisi mobil yang diparkir terlalu lama akan menyebabkan suhu di dalam menjadi panas. Hal ini akan berpengaruh pula pada kondisi botol plastik dan air minum di dalam mobil. Berbagai dampak negatif pun bisa didapatkan.

    Pertama, bahan kimia industri BPA atau bisphenol-A pada plastik yang berada dalam suhu panas bisa membahayakan air yang ada didalamnya. Ini akan meningkatkan pertumbuhan bakteri berbahaya sehingga akan menimbulkan masalah kesehatan. 

    Selanjutnya, pada botol plastik yang terbuat dari bahan PET, efek negatif juga ada. Para peneliti mengatakan bahwa air yang berkarbonasi akan membahayakan kesehatan karena karbon dioksida dalam air akan memicu migrasi kimia. Mendukung hal ini, Universitas Negeri Arizona di Amerika Serikat pada 2008 juga menunjukkan bagaimana tingkat panas yang ekstrem meningkatkan pelepasan antimon (zat beracun) dalam botol PET. 

    Tak heran, Asosiasi Air Botol Internasional mengimbau agar masyarakat menyimpan botol plastik sesuai dengan kondisi yang sama seperti bahan makanan. Jika tidak siap repot, mereka memberikan alternatif lain untuk menggunakan botol berbahan tembaga, baja, atau kaca.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.