Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Hal-hal yang Perlu Diketahui Soal Bahaya Kandungan Senyawa Bromat pada Air Minum dalam Kemasan

Reporter

Editor

Nurdin Saleh

image-gnews
Ilustrasi label lolos uji keamanan pangan pada kemasan air minum dalam kemasan.
Ilustrasi label lolos uji keamanan pangan pada kemasan air minum dalam kemasan.
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Guru Besar Bidang Pemrosesan Pangan Departemen Teknik Kimia Universitas Diponegoro (UNDIP) Andri Cahyo Kumoro mengingatkan bahaya kandungan senyawa bromat yang banyak terbentuk saat Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). 

Menurut dia kandungan bromat yang melewati proses disinfeksi dalam amir minum dapat menyebabkan masyarakat berisiko terkena gangguan ginjal hingga kanker.

Menurut dia, AMDK memang memberikan alternatif yang lebih aman dan mudah daripada air keran bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan cairan mereka.  Namun, di balik kepraktisan dan popularitasnya, keberadaan bromat di dalamnya yang bersifat karsinogenik atau beracun dapat memicu beragam penyakit seperti kanker hingga gejala gastrointestinal seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut.

Sementara itu, orang yang mengonsumsi bromat konsentrasi tinggi juga mengalami gangguan ginjal, gangguan sistem saraf hingga gangguan pendengaran.

“Paparan bromat dalam jumlah besar dalam jangka waktu lama menyebabkan efek ginjal pada hewan laboratorium. Secara teori kalau bromat dapat menimbulkan penyakit itu bisa terjadi," kata Andri, dalam keterangan tertulis, Sabtu.

Andri yang juga bergelar sebagai profesor dalam bidang teknik kimia ini menjelaskan, efek karsinogenik hasil paparan bromat bisa mulai terasa atau teramati setelah 10 tahun konsumsi, tergantung pada kadar bromat yang ada dan kesehatan konsumennya.

Lebih lanjut, meski keberadaan bromat dalam AMDK telah diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 26 Tahun 2019 dan Syarat Mutu SNI 3553:2015 Air Mineral dan syarat Mutu SNI 6241:2015 Air Demineral yang menyebutkan bahwa maksimal kandungan Bromat dalam AMDK sebesar 0,01 mg/L, keberadaan kandungan bromat dalam AMDK terus menghantui masyarakat, karena kedua aturan itu dinilainya masih bersifat sukarela.

Sedangkan dalam beleidnya, uji bromat untuk sementara waktu tidak dilakukan sampai terdapat laboratorium yang memiliki kemampuan pengujian yang terakreditasi dan ditunjuk. Belum lagi kandungan bromat dalam AMDK pada dasarnya terbentuk bila prosesnya menggunakan ozonisasi. Ozon bereaksi dengan Bromida dalam air baku AMDK dan berubah menjadi bromat.

“Terbentuknya Bromat juga bergantung pada air baku yang digunakan produsen AMDK apakah memang mengandung bromida yang signifikan atau tidak. Padahal saat ini ambang batas kandungan bromat dalam AMDK di Indonesia juga 10 mikrogram per liter air,” ujarnya.

Darimana kandungan bromat dalam air minum?

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Inilah Bahaya Mengonsumsi Garam Berlebihan pada Ginjal

16 jam lalu

Ilustrasi ginjal. Shutterstock
Inilah Bahaya Mengonsumsi Garam Berlebihan pada Ginjal

Konsumsi garam yang berlebihan juga dapat memiliki dampak serius pada kesehatan ginjal dan sistem kardiovaskular.


Produk Asli Indonesia, Le Minerale Tidak Afiliasi Israel

1 hari lalu

Kapal KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat – 992, adalah kapal bantu rumah sakit milik TNI Angkatan Laut, yang akan segera diberangkatkan dan melakukan misi kemanusiaan di perairan Gaza, Palestina.
Produk Asli Indonesia, Le Minerale Tidak Afiliasi Israel

Aksi boikot terhadap sejumlah produk yang terafiliasi Israel ternyata efektif. produk-produk perusahaan multinasional yang terafiliasi israel mulai merasakan dampaknya, termasuk di Indonesia.


Konsumsi Pil Putih Tak Bermerek Akibatkan Mabuk Kecubung di Kalsel

2 hari lalu

Kecubung. Foto : Shutterstock
Konsumsi Pil Putih Tak Bermerek Akibatkan Mabuk Kecubung di Kalsel

Bukan buah kecubung, namun korban konsumsi pil putih tak bermerek yang akibatkan mereka mabuk.


Kemendagri Desak BUMD Penuhi Target Capaian Sistem Penyediaan Air Minum 100 Persen

2 hari lalu

Sejumlah pekerja bertugas di instalasi Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik (SPALD) di Pulau Sabira, 21 Juni 2021. Untuk mengatasi permasalahan air bersih, sejak 2019 pemerintah membangun sistem Backrish Water Reverse Osmosis (BWRO) untuk penyediaan air bersih layak minum bagi masyarakat Sabira. Yang terbaru, sejak Maret 2021 pemerintah juga telah mengoperasikan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik (SPALD) untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menjaga kualitas air permukaan dan air tanah di Sabira. ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA
Kemendagri Desak BUMD Penuhi Target Capaian Sistem Penyediaan Air Minum 100 Persen

Pemerintah menargetkan menyediakan kebutuhan air minum di Indonesia dengan capaian 100 persen untuk Indonesia Emas 2045.


4 Risiko Mengonsumsi Biji Pepaya Secara Berlebihan

2 hari lalu

Ilustrasi buah pepaya. (Pixabay/nightowl)
4 Risiko Mengonsumsi Biji Pepaya Secara Berlebihan

Mengonsumsi biji pepaya yang berlebihan dapat memiliki efek buruk lantaran konsentrasi senyawanya tinggi,.


Kemenkeu Telah Gelontorkan Rp4,6 Triliun untuk Pembangunan 4 Proyek SPAM

3 hari lalu

Konstruksi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Pekanbaru fase A sebagai salah satu proyek kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), saat ini telah selesai dan berstatus Commercial Operation Date (COD) pada tanggal 30 September 2022.DOK DJPPR
Kemenkeu Telah Gelontorkan Rp4,6 Triliun untuk Pembangunan 4 Proyek SPAM

Kemenkeu telah menggelontorkan dana sekitar Rp4,6 triliun untuk merampungkan empat proyek Sistem Penyediaan Air Minum atau SPAM per awal Juli 2024.


Kadar Bromat Le Minerale Dibawah Ambang Batas

3 hari lalu

Kadar Bromat Le Minerale Dibawah Ambang Batas

Le Minerale merilis hasil uji laboratorium terakreditasi Kementerian Perindustrian, melalui Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Agro (BBIA). Hasilnya, kandungan bromat Le Minerale yakni 0,4 ppb atau 0,0004 mg/L.


Begini Paparan Ahli Farmokologi tentang Risiko BPA pada Tubuh

3 hari lalu

Begini Paparan Ahli Farmokologi tentang Risiko BPA pada Tubuh

Berbagai studi dilakukan untuk mengetahui potensi paparan BPA terhadap tubuh yang dapat berpengaruh secara jangka panjang pada kesehatan.


Aneka Bahaya Bromat pada Produk Minuman Menurut Peneliti, Termasuk Kanker

4 hari lalu

Ilustrasi air minum dalam botol plastik (Pixabay)
Aneka Bahaya Bromat pada Produk Minuman Menurut Peneliti, Termasuk Kanker

Sejumlah riset telah mengungkapkan berbagai dampak kesehatan yang disebabkan bromat yang ada dalam setiap air konsumsi yang terkena ozonisasi.


YLKI Siap Gencarkan Sosialisasi Pelabelan BPA

4 hari lalu

YLKI Siap Gencarkan Sosialisasi Pelabelan BPA

YLKI akan mendorong BPOM melakukan audit dan inspeksi agar produsen mematuhi Peraturan BPOM Nomor 6 Tahun 2024.