Generasi Milenial Penting Fokus Kesehatan Reproduksi, Caranya

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Generasi Milenial. all-souzoku.com

    Ilustrasi Generasi Milenial. all-souzoku.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mendorong kesadaran generasi milenial dan remaja untuk memahami pentingnya kesehatan reproduksi, agar dapat melahirkan generasi baru yang unggul saat membina rumah tangga.

    "Pemahaman tentang menciptakan generasi yang unggul itu perlu kita tingkatkan bersama. Karena pemahaman untuk menciptakan generasi yang unggul itu perlu kita mulai dari sebelum terjadinya pembuahan," kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, dalam acara Sinkronisasi Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) melalui Promosi dan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan serta Penyiapan Perencanaan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja Generasi Berencana Sulawesi Tenggara, di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin.

    Sebagai Kepala BKKBN sekaligus dokter spesialis kebidanan kandungan, ia menjelaskan dengan rinci hal-hal yang perlu dipersiapkan para calon ibu untuk melahirkan generasi unggul.

    Ia mengatakan bahwa kualitas embrio bayi sebenarnya ditentukan sejak sebelum terjadi pembuahan, sehingga ketika orang tua ingin mendapatkan bayi yang sehat, suami dan istri perlu membuat perencanaan dan mempersiapkan kesehatan reproduksi masing-masing. "Jadi sebelum memulai terjadi pembuahan, hubungan suami istri, maka sudah direncanakan dengan baik," katanya.

    Dia mengajak para calon orang tua untuk mengutamakan perencanaan dan persiapan kesehatan reproduksi yang lebih matang ketimbang merencanakan acara pernikahan yang sering menghabiskan banyak uang. "Saya sering gemes lihat persiapan pernikahan yang digelar luar biasa sampai menghabiskan puluhan juta rupiah, tetapi kalau disuruh minum vitamin yang harganya cuma barangkali enggak sampai Rp 100 ribu, tidak terpikirkan sama sekali," ujarnya pula.

    Ia menekankan bahwa sumber daya manusia yang unggul bisa diciptakan dari sebelum konsepsi. Karena itu, ia mengajak para perempuan calon ibu untuk mengonsumsi asam folat karena penting sekali bagi kesehatan telur calon embrio. Sementara bagi laki-laki, ia juga mengajak mereka untuk mengonsumsi zinc dan vitamin C untuk dapat meningkatkan kualitas janin dalam kandungan. "Laki-laki (konsumsi) zinc, vitamin C, perempuan (konsumsi) asam folat," katanya lagi.

    Kemungkinan cacat pada bayi, katanya pula, dapat dihindari dengan para calon orang tua menyediakan nutrisi yang dibutuhkan oleh calon bayi dalam kandungan. Penyiapan rencana kehamilan bagi ibu, perlu juga dilakukan laki-laki dengan mengonsumsi zat zinc 75 hari sebelum pembuahan. "Mungkin sebelum itu diatur-atur dahulu hubungannya setelah 75 hari. Kemudian pilih masa suburnya untuk menghasilkan sperma yang bagus," katanya.

    Para calon orang tua juga perlu menyadari tentang pentingnya menghindari asap rokok karena paparan nikotin dapat memperlambat pertumbuhan janin. "Jadi kalau rokoknya diberhentikan dulu langsung bagus. Jadi pada saat fertilisasi langsung bagus," katanya lagi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.