Beri Angpao Saat Imlek, Tipsnya Hindari Angka Ganjil

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi angpao Imlek. bukalapak.com

    Ilustrasi angpao Imlek. bukalapak.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari Raya Imlek tinggal menghitung hari. Bagi masyarakat keturunan Tiongkok, berbagai pesta dan acara pun akan dilangsungkan. Pemberian angpao sebagai salah satu tradisi juga tak lupa dikerjakan.

    Umumnya, angpao dilakukan oleh anggota keluarga yang sudah menikah. Itu berarti, kakek nenek, ayah ibu, om tante maupun sepupu yang sudah berumah tangga akan menyerahkan angpao bagi mereka yang masih melajang.

    Sebagai pengingat jika Anda akan menyiapkan angpao untuk menyambut Imlek, beberapa hal wajib dipahami. Situs Channel News Asia dan China Highlights pun membagikan beberapa tips pentingnya itu.

    Gunakan uang kertas yang baru
    Saat memberi angpao, Anda harus memastikan bahwa uang yang disiapkan adalah uang kertas yang baru. Berbicara tentang kertas, tentu akan memudahkan Anda karena ringan dan praktis daripada koin yang berat dan merepotkan.

    Sedangkan uang baru disarankan karena ini melambangkan awal yang baru untuk tahun baru. Penelitian pun menunjukan bahwa uang kertas baru lebih mungkin disimpan dan dihargai daripada yang sudah lama dan berkerut.

    Hindari angka ganjil
    Selain memperhatikan bentuk uang, Anda juga diwajibkan untuk menghindari angka ganjil saat mempersiapkan angpao. Sebab, angka ganjil seperti lima atau tujuh dianggap tidak menguntungkan dan biasa digunakan untuk donasi pembangunan atau pemakaman. Sementara angka genap menandakan keberuntungan untuk tahun baru.

    Contohnya: 50 ribu rupiah tidak lebih baik dibandingkan dengan 26 ribu rupiah, walaupun nilainya lebih besar.

    Hindari jumlah dengan angka empat
    Bagi yang belum tahu, "empat" dalam bahasa Mandarin atau Kanton terdengar seperti kata kematian. Tak heran, menghindari pemberian angpao dengan angka empat wajib dilakukan. Contohnya, jangan berikan 4 ribu atau 40 ribu rupiah sebagai hadiah angpao.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | CHANNELNEWSASIA | CHINAHIGHLIGHTS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.