Tidak Hanya Pemain Basket, Intip Kerajaan Bisnis Kobe Bryant

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebasket Los Angeles Lakers Kobe Bryant, saat melawan New York Knicks dalam pertandingan NBA di Los Angeles, 29 Desember 2011. Kobe pensiun dari NBA pada 2016, dan Los Angeles Lakers memensiunkan nomor punggung 8 dan 24 yang dipakainya selama bermain. REUTERS/Danny Moloshok/File Photo

    Pebasket Los Angeles Lakers Kobe Bryant, saat melawan New York Knicks dalam pertandingan NBA di Los Angeles, 29 Desember 2011. Kobe pensiun dari NBA pada 2016, dan Los Angeles Lakers memensiunkan nomor punggung 8 dan 24 yang dipakainya selama bermain. REUTERS/Danny Moloshok/File Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan pebasket profesional Kobe Bryant meninggal dunia dengan putrinya dalam kecelakaan pesawat helikopter pada 26 Januari 2020. Dia dikenal sebagai atlet terkaya sepanjang kariernya. Dikutip dari wealthygorilla.com, disebutkan kekayaan pebasket berkewarganegaraan Amerika itu sekitar 500 juta dollar AS atau sekitar Rp 6,805 triliun.

    Bryant dikenal sebagai salah satu pemain NBA terbaik sepanjang masa. Tercatat sejumlah penghargaan telah diraihnya selama karier olahraganya. Pemain berusia 41 tahun itu memulai investasinya di tahun 2013 ketika masih aktif berlaga di lapangan. Saat itu, dia membuka perusahaan modal ventura Bryant Stibel bekerjasama dengan Jeff Stibel founder Web.com.

    Kobe Bryant menggendong putri sulungnya Natalia saat latihan bersama Los Angeles Lakers untuk pertandingan basket NBA All-Star di Houston, Texas, 16 Februari 2013. Putri bungsu Kobe yang bernama Capri, diketahui baru lahir pada Juni 2019. REUTERS/Lucy Nicholson

    Dikutip dari CNN.com, dalam mengelola perusahaan, Bryant mengikuti model sejumlah legenda olahraga lain yang telah meraih kesuksesan bisnisnya di luar lapangan basket. Pemain NBA Hall of Fame Earvin "Magic" Johnson adalah atlet pertama yang memulai pada tahun 1987, ketika ia mendirikan perusahaan investasi Magic Johnson Enterprises, yang berinvestasi dalam sejumlah bisnis yang cukup besar, termasuk Starbucks dan bandara LaGuardia New York.

    Perusahaan tersebut sekarang memiliki aset lebih dari 2 miliar dollar AS, dengan investasi dalam puluhan perusahaan teknologi, media, dan data. Bryant Stibel mengklaim setidaknya 10 jenis investasi yang sukses, termasuk Dell dan Alibaba. Dia juga memiliki investasi dalam Fortnite Epic Games, perusahaan pembayaran digital Klarna dan perusahaan produk rumah tangga The Honest Company.

    Terpisah dari perusahaan, Bryant juga menghasilkan jutaan dolar dari investasinya dalam minuman olahraga Body Armor, yang pada 2018 mendorong penilaiannya dengan menjual saham ke Coca Cola.

    Reputasi Bryant sebagai atlet bintang dan pembangun merek telah menjadi salah satu kunci kesuksesan portofolio. Pada 2016, Bryant mendirikan Granity Studios, sebuah perusahaan media yang berfokus pada penceritaan kreatif seputar olahraga.

    Melalui perusahaan ini, bintang bola basket itu menulis dan meriwayatkan sebuah film pendek berjudul "Dear Basketball," yang memenangkan Academy Award untuk film pendek animasi terbaik pada tahun 2018. Granity juga telah merilis satu set buku untuk orang dewasa muda, bersama dengan autobiografi Bryant, " The Mamba Mentality: How I Play. "

    Kobe Bryant, yang dikenal dalam bola basket sebagai "Black Mamba," mulai membangun mereknya sebagai atlet di awal kariernya sebagai pendukung Nike (NKE). Bryant pertama kali menandatangani perjanjian dengan Nike pada tahun 2003. Dia adalah salah satu dari sekelompok pemain elit NBA yang menandatangani kontrak dengan merek tersebut tahun itu, termasuk LeBron James dan Carmelo Anthony.

    Kobe Bryant memegang piala Oscar untuk kategori Animated Short Film melalui film Dear Basketball di Hollywood, California, 4 Maret 2018. Raihan ini mencatatkan Kobe Bryant sebagai olahragawan pertama yang meraih Oscar. REUTERS/Mike Blake/File Photo

    Kontrak itu membantu perusahaan sepatu tersebut memperkuat posisinya di dunia bola basket selama beberapa dekade berikutnya setelah pensiunnya Michael Jordan pada 2003. Seiring kesuksesan Bryant di lapangan, demikian pula kemitraan Nike-nya. Merek ini mengeluarkan beberapa baris sepatu dan perlengkapan Kobe.

    Nike bermitra dengan Bryant dan Los Angeles Boys and Girls Club untuk meluncurkan liga bola basket anak muda, yang disebut Liga Mamba, pada 2017, untuk memberi ratusan anak akses gratis ke olahraga. Bryant kemudian mendirikan Akademi Olahraga Mamba untuk memberikan pelatihan atletik dan gaya hidup yang lebih luas kepada para pesaing di semua tingkatan dalam sejumlah olahraga. Bryant sendiri sedang dalam perjalanan ke pertandingan Mamba Sports Academy pada hari Minggu ketika helikopter itu jatuh.

    Bryant juga telah terlibat dalam upaya NBA untuk memperluas pemirsanya di luar Amerika Serikat, khususnya di Cina. Pada 2015, ia bekerja dengan Alibaba Group untuk merilis film dokumenter bintang bola basket "Kobe Bryant's Muse" melalui Tmall Magic Box TV di Cina.

    Kesepakatan itu juga melibatkan kerja sama dengan Bryant untuk menciptakan platform media sosial baru "yang membawa jalan baru untuk menghubungkan orang-orang muda China secara langsung ke Kobe dan filosofinya," tulis siaran pers dari Alibaba yang mengumumkan kemitraan.

    Selain itu, perusahaan menjual sejumlah produk bermerek Kobe di platform ritelnya. Bryant juga memiliki kesepakatan kerjasama dengan sejumlah merek lain sepanjang kariernya, termasuk McDonald's (MCD), Sprite, Nintendo (NTDOF) dan Turkish Airlines.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.