Heboh Wedding Organizer Abal-abal, Kiat agar Tak Tertipu

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi pernikahan (pixabay.com)

    ilustrasi pernikahan (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Wedding organizer (WO) bisa menjadi solusi tepat buat calon pengantin yang ingin menggelar pesta pernikahan, terutama yang tidak memiliki banyak waktu untuk mendesain dan merancang pesta. Namun, minimnya informasi mengenai cara memilih WO yang tepat membuat calon pengantin tertipu karena banyak menggunakan jasa WO berdasarkan informasi hanya dari brosur dan tergiur dengan harga murah.

    Berbagai bentuk penipuan pun sangat beragam, mulai dari menu makanan yang tak sesuai pesanan, baik dari segi rasa maupun jumlah, dokumentasi yang tidak baik, hingga yang paling parah adalah tidak membuat dekorasi, tidak mengirimkan makanan, dan lain sebagainya. Agar tidak tertipu oleh jasa wedding organizer penipu, Puthut Sigit, Sekretaris Umum Himpunan Perusahaan Penata Acara Pernikahan Indonesia memberikan tips.

    Pertama, hati-hati dalam memilih perusahaan penyedia jasa WO dengan cara mengecek badan hukumnya, apakah mengantongi izin resmi atau hanya dadakan. Kedua, mintalah nomor kontak penyedia jasa lain yang menjadi vendor atau rekanan WO tersebut, misal jasa rias, jasa dekorasi, jasa dokumentasi, hingga jasa katering. Hubungi satu persatu untuk meyakinkan bahwa benar mereka merupakan vendor jasa WO yang disewa dan berjanji memenuhi permintaan sesuai pesanan.

    Ketiga, hitung harga jasa yang dijanjikan, termasuk harga makanan dan menunya. Jika tidak masuk akal, bisa jadi vendor yang dipakai merupakan penyedia jasa yang abal-abal.

    Keempat, cek keanggotaan dari WO tersebut. Penyewa juga bisa mengecek keanggotaan vendor yang tergabung dalam WO tersebut. Misalnya, apakah penyedia katering sudah tercatat dalam keanggotaan PPJI. Keanggotaan ini penting untuk memastikan jaminan rasa makanan, kualitas, hingga pelayanan yang profesional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.