Rajin Cek Suhu Badan saat Pandemi Corona? Ini Cara Paling Akurat

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas sekolah mengukur temperatur suhu tubuh muridnya menggunakan sinat inframerah saat akan memasuki area sekolah di sekolah swasta di Lagos, Nigeria, 23 September 2014. Nigeria dan Senegal, merupakan dua dari lima negara terburuk dampak ebola. REUTERS/Akintunde Akinleye

    Seorang petugas sekolah mengukur temperatur suhu tubuh muridnya menggunakan sinat inframerah saat akan memasuki area sekolah di sekolah swasta di Lagos, Nigeria, 23 September 2014. Nigeria dan Senegal, merupakan dua dari lima negara terburuk dampak ebola. REUTERS/Akintunde Akinleye

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengukur suhu badan saat pandemi virus corona alias Covid-19 sangat penting untuk dilakukan. Jika suhu badan di atas 38 derajat celsius dan disertai dengan flu dan batuk, Anda pun mungkin memiliki risiko untuk mengidap virus corona.

    Sayangnya, melakukan pengukuran suhu badan tidak boleh sembarangan dikerjakan. Sebab ada tata cara benar dalam mengecek agar angka yang dihasilkan akurat. Sebagai bentuk edukasi, situs Times of India pun membagikan tipsnya.

    1. Pilihlah waktu yang benar
      Saat akan mengukur suhu badan, Anda harus tahu kapan waktu yang benar. Penelitian mengatakan bahwa suhu tubuh tertinggi biasanya terjadi pada pukul empat sore hingga sembilan malam. Sedangkan jam-jam lain biasanya suhu badan normal.

      Untuk mendapatkan hasil yang akurat, coba ukur dua kali alias satu kali saat suhu normal dan satu kali saat suhu tinggi. Lalu rata-ratakan dan itu akan menjadi suhu tubuh akurat Anda di hari tersebut.

    2. Menggunakan alat ukur dengan benar
      Menggunakan alat ukur dengan benar harus Anda lakukan. Bagi keluarga kecil atau individual, disarankan cukup menggunakan termometer medis sederhana, digital atau merkuri. Ia cukup murah, mudah dan akurat. Cara memakainya cukup masukkan ke mulut atau dikempit di bawah ketiak.

      Sebaliknya, hindari penggunaan teknologi inframerah untuk membantu mendeteksi suhu Anda hanya dengan meletakkannya di dahi. Sebab ini lebih diperlukan untuk mengukur suhu banyak orang seperti di pusat perbelanjaan, sekolah atau kantor.

    3. Memastikan dengan tanya suhu tubuh ke orang di sekitar kita
      Termometer memang terbukti akurat dalam mengukur suhu badan. Namun untuk lebih memastikan, Anda bisa menggunakan cara kuno yakni dengan bertanya kepada orang di sekitar Anda.

      Mereka yang memiliki tubuh sehat akan merasakan perbedaan suhu saat menyentuh Anda jika memang demam. Apabila orang di sekitar mengatakan Anda demam dan Anda pun disertai dengan menggigil kedinginan, berkeringat, dan nyeri tubuh, maka berkonsultasi ke dokter adalah hal paling benar untuk dilakukan.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | TIMESOFINDIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.