Kemenkes: Pasien Corona Bisa Tularkan Covid-19 ke Mamalia

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor anjing mengenakan masker terlihat di jalan ketika negara itu dilanda wabah virus corona baru, di Shanghai, Cina, 2 Maret 2020. Bagi pemilik hewan tidak perlu memasangkan masker kepada piaraan mereka, namun yang terpenting adalah mencuci tangan setelah berinteraksi denga binatang kesayangannya. REUTERS/Aly Song

    Seekor anjing mengenakan masker terlihat di jalan ketika negara itu dilanda wabah virus corona baru, di Shanghai, Cina, 2 Maret 2020. Bagi pemilik hewan tidak perlu memasangkan masker kepada piaraan mereka, namun yang terpenting adalah mencuci tangan setelah berinteraksi denga binatang kesayangannya. REUTERS/Aly Song

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan mengatakan orang yang sudah terinfeksi virus corona alias COVID-19 termasuk tanpa gejala bisa menularkan virus tersebut ke hewan peliharaan. "Yang kita ketahui hewan peliharaan yang tertular. Sampai saat ini yaitu mamalia," kata Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi di Jakarta, Rabu 8 April 2020.

    Ia mengatakan merujuk kepada kasus yang sudah terjadi dan diumumkan secara luas terdapat tiga penularan COVID-19 dari manusia ke hewan.

    Pertama, kejadian di Hong Kong yaitu anjing diketahui positif COVID-19 setelah tertular dari manusia. Kemudian, kasus kedua seekor kucing tertular dari penderita COVID-19 saat melakukan isolasi di Belgia. "Yang terakhir kasus harimau yang positif COVID-19," kata dia.

    Dari tiga kasus tersebut, pemerintah mendapatkan informasi bahwa dua di antara hewan itu menunjukkan gejala COVID-19 sedangkan seekor anjing di Hong Kong sama sekali tidak menunjukkan gejala. "Gejalanya sama, batuk dan pilek," ujar Siti.

    Selain mendapatkan informasi hewan tertular COVID-19 tanpa gejala, Nadia mengatakan hewan yang terinfeksi juga dekat dengan pemilik atau pemeliharanya. Artinya penularan tersebut bukan dari manusia kepada hewan liar di alam bebas.

    Hingga kini, kata dia, belum ada informasi lanjutan apakah virus tersebut juga bisa menular ke hewan jenis lainnya misalnya unggas seperti kasus flu burung atau H5N1. "Penting diingat, menjaga jarak tidak hanya dengan manusia tapi dengan hewan juga harus," ujarnya.

    Kasus penularan COVID-19 dari manusia ke hewan memang sudah ada. Namun hal itu belum menjadi masalah yang berpotensi pandemi seperti saat sekarang serta tidak termasuk kategori zoonotik.

    Sebelumnya dilaporkan seekor harimau bernama Nadia di Kebun Binatang Bronx, New York, Amerika Serikat positif terinfeksi virus corona (COVID-19). Harimau Malaya betina berusia empat tahun tersebut dites di Laboratorium Layanan Kedokteran Hewan Nasional Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) setelah harimau itu (dan enam kucing lain di kebun binatang) mengalami batuk kering.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.