Akan Menikah di Era New Normal, Cek Syaratnya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pernikahan tradisional. Shutterstock

    Ilustrasi pernikahan tradisional. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Buat pasangan yang akan menikah di era new normal, ada syarat yang harus diperhatikan. Kementerian Agama baru saja mengeluarkan aturan penggunaan rumah ibadah selain untuk kegiatan ibadah, yaitu untuk acara keagamaan seperti pernikahan.

    Namun, pelaksanaan kegiatan tersebut diharuskan untuk menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus corona. Acara pernikahan di rumah ibadah diperbolehkan sesuai yang diatur dalam Surat Edaran No.15/2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 di Masa Pandemi.

    Apabila rumah ibadah akan digunakan untuk kegiatan sosial keagamaan, seperti akad nikah atau perkawinan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi terlebih dulu. Beberapa persyaratan yang dimaksud antara lain, pertama, memastikan semua peserta yang hadir dalam kondisi sehat dan negatif Covid-19. Kemudian, membatasi jumlah peserta yang hadir maksimal 20 persen dari kapasitas ruang dan tidak boleh lebih dari 30 orang, Ketiga, pertemuan dilaksanakan dengan waktu seefisien mungkin.

    Perlu diperhatikan, agar pernikahan bisa dilaksanakan di rumah ibadah, pengurus rumah ibadah dapat mengajukan surat keterangan bahwa kawasan lingkungannya aman dari Covid-19 ke Ketua Gugus Tugas Daerah. Aturan ini berlaku berdasarkan situasi riil terhadap pandemi Covid-19 di lingkungan rumah ibadah tersebut, bukan hanya berdasarkan status zona yang berlaku di daerahnya.

    Menag menggarisbawahi rumah ibadah yang dibenarkan untuk menyelenggarakan kegiatan berjamaah adalah yang berdasarkan fakta lapangan serta angka R-Naught/RO dan angka Effective Reproduction Number/RT, berada di kawasan yang aman dari Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Nyoblos di Saat Pandemi, Pilkada Berlangsung pada 9 Desember 2020

    Setelah tertunda karena wabah Covid-19, KPU, pemerintah, dan DPR memutuskan akan menyelenggarakan Pilkada 2020 pada 9 Desember di tahun sama.