Pentingnya Konsumsi Kombinasi Susu dan Telur di Masa New Normal

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi susu segar (Pixabay.com)

    Ilustrasi susu segar (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaga kesehatan di masa pandemi COVID-19 dan new normal dengan rutin mengonsumsi kombinasi susu dan telur ditambah rutin berolahraga. Begitu menurut Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Bekasi, dr. Mulyana Syarip Panija.

    Mulyana dalam keterangan tertulisnya mengatakan cara melawan pandemi COVID-19 sangat tergantung pada kedisiplinan seluruh masyarakat secara bersama-sama dalam meningkatkan daya tahan tubuh, salah satunya melalui asupan makanan bergizi, diimbangi aktivitas fisik.

    “Di masa pandemi COVID-19 sekarang ini, menjaga gizi yang seimbang sangat penting. Selalu menggunakan masker saat keluar rumah serta meningkatkan imun tubuh. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk olahraga 15 menit setiap hari dan memperbanyak konsumsi olahan susu serta telur," katanya.

    Susu elemen yang penting untuk meningkatkan ketahanan tubuh melawan penyakit, sumber protein hewani yang mudah diserap tubuh, dan komposisi asam amino esensialnya lengkap. Susu juga mengandung beberapa sumber zat gizi penting untuk mendukung berfungsinya sistem imun, seperti asam amino esensial, vitamin B6 (piridoksin), vitamin B12 (kobalamin), seng, selenium, dan vitamin D3.

    Sementara itu, telur memiliki banyak nutrisi, seperti vitamin, mineral, dan asam amino, lalu protein berkualitas tinggi, seperti selenium, fosfor, kolin, vitamin D, B12, dan beragam antioksidan. Komponen tersebut akan membantu menjaga sel-sel tubuh dan meningkatkan imunitas. Terlebih jika ditambah madu, yang mengandung senyawa fruktosa dan glukosa serta kandungan karbohidrat, seperti sukrosa, maltrosa, dan karbohidrat kompleks lain.

    Madu juga mengandung antioksidan dari senyawa krisin, pinobaksin, vitamin C, katalase, dan pinosembrin. Kandungannya sangat bermanfaat bagi tubuh dalam menjaga imunitas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.