Pertimbangkan Kalori Keripik Singkong, Lebih Baik Kalau Ada Camilan yang Lain

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja mengangkat keripik singkong yang telah dikemas di daerah Pakuhaji, Cimahi, Jawa Barat. Jumat (27/4). Dalam sehari mereka memproduksi 2,5 Ton kripik dan dijual mulai harga Rp 13.000/kg sampai Rp 34.000/kg tergantung tingkat kepedasannya. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Sejumlah pekerja mengangkat keripik singkong yang telah dikemas di daerah Pakuhaji, Cimahi, Jawa Barat. Jumat (27/4). Dalam sehari mereka memproduksi 2,5 Ton kripik dan dijual mulai harga Rp 13.000/kg sampai Rp 34.000/kg tergantung tingkat kepedasannya. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Keripik singkong paling enak jadi teman menonton film atau camilan ketika bekerja. Makan sedikit demi sedikit, tak terasa habis satu bungkus sendirian. Tahukah kamu kalau kalori keripik singkong terbilang tinggi.

    Mengutip laman Healthline, singkong tergolong sayuran atau umbi berakar dari Amerika Selatan. Singkong menjadi sumber utama kalori dan karbohidrat, umumnya dikonsumsi masyarakat negara berkembang.

    Di Indonesia, singkong biasanya diolah dengan cara dikukus, direbus menjadi campuran kolak, dihaluskan menjadi tepung, diparut menjadi combro atau misro, ditumbuk menjadi getuk, atau digoreng menjadi keripik singkong. Satu catatan penting adalah singkong harus dimasak sebelum dimakan. Sebab singkong mentah mengandung racun.

    Mengkonsumsi 100 gram singkong rebus mengandung 112 kalori yang 98 persen berasal dari karbohidrat dan 2 persen dari protein dan lemak. Dalam 100 gram singkong rebus terdapat karbohidrat 27 gram, serat 1 gram, fosfor 5 persen, kalsium 2 persen, riboflavin 2 persen. Singkong rebus juga mengandung sedikit zat besi, vitamin C, dan niasin.

    Ilustrasi singkong. Dok. Shutterstock

    Itu baru singkong rebus yang pengolahannya sederhana. Kalau kamu mengkonsumsi keripik singkong, maka kalorinya tentu lebih tinggi karena diolah dengan tambahan minyak goreng dan garam. Lantas bagaimana mengkonsumsi singkong yang aman dan sehat?

    Pertama, jangan berlebihan mengkonsumsi singkong. Cukup makan sekitar 60 gram olahan singkong dalam sehari dan sudah matang sempurna. Saat mengolah singkong, pastikan kulitnya sudah bersih karena berpotensi mengandung sianida. Rendam singkong air bersih sebelum dimasak untuk mengurangi bahan berbahaya di dalamnya.

    Masak singkong dengan cara merebus, mengukus, atau memanggangnya. Hindari mengolah singkong dengan cara digoreng karena akan meningkatkan kalori. Jika ragu mengolah singkong dari bentuk mentah, kamu bisa menggunakan variasinya berupa tepung singkong.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H