Hipertensi, Hindari Gula dan Lemak Jenuh. Apa Lagi?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi steak. shutterstock.com

    Ilustrasi steak. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Hipertensi atau tekanan darah tinggi jarang menunjukkan gejala yang jelas. Tapi, penyakit ini meningkatkan risiko kondisi serius seperti serangan jantung atau stroke.

    Tekanan darah tinggi dan pola makan juga saling berkaitan. Apa yang dimakan berdampak besar pada tekanan darah. Tekanan darah setiap orang akan sedikit berbeda dan apa yang dianggap rendah atau tinggi bagi Anda mungkin dianggap normal bagi orang lain.

    Satu-satunya cara untuk memeriksa apakah tekanan darah Anda tinggi adalah dengan memeriksanya dan harus sering dilakukan. Berkaitan dengan makanan, bagi yang punya riwayat hipertensi atau tidak ingin terkena penyakit ini, ada lima makanan yang harus dihindari, seperti dilansir dari Express.

    Garam
    Garam, atau khususnya natrium dalam garam, adalah penyumbang besar tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Garam meja mengandung sekitar 40 persen natrium dan yang direkomendasikan hanya sekitar satu sendok teh sehari. Makanan berikut adalah penyumbang utama asupan garam harian:

    -Roti dan bolu gulung
    -Pizza
    -Roti isi
    Daging yang diawetkan
    -Sup

    Baca juga: Jenis Olahraga yang Dianjurkan buat Pasien Tekanan Darah Tinggi

    Daging olahan
    Daging olahan sering dikemas dengan natrium saat produsen membumbui dan mengawetkan. Bahkan, makanan yang diklaim rendah garam cenderung mengandung natrium cukup tinggi. Jadi, coba hindari. Diet tinggi garam dapat mengganggu keseimbangan normal natrium dalam tubuh, menyebabkan retensi cairan, dan selanjutnya tekanan darah yang lebih tinggi.

    Menurut angka dari Action on Salt, mengurangi asupan natrium dari 10 gram sehari menjadi 6 gr dapat menurunkan tekanan darah. Ini bisa mengakibatkan penurunan 16 persen kematian akibat stroke dan 12 persen akibat penyakit jantung koroner.

    Gula
    Gula menyebabkan obesitas. Gula juga faktor utama peningkat tekanan darah. Gula mengganggu metabolisme, misalnya dengan menyebabkan tubuh memproduksi terlalu banyak insulin dan leptin, mengurangi pengeluaran natrium dan air oleh ginjal, dan menyebabkan pembuluh darah menyempit. Beberapa makanan manis yang harus dihindari:

    -Jus buah
    -Minuman olahraga
    -Batang protein
    -Sirup jagung fruktosa tinggi

    Lemak jenuh dan trans
    Mengasup terlalu banyak lemak jenuh dan lemak trans meningkatkan kolesterol jahat dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Makanan yang mengandung banyak lemak jenuh dan trans meliputi:

    -Daging merah - daging sapi, domba, dan babi
    -Kulit ayam
    -Susu full cream
    -Mentega
    -Donat
    -Keripik
    -Pizza beku

    Alkohol
    Terlalu banyak alkohol dapat meningkatkan tekanan darah secara drastis, jadi disarankan untuk mengurangi minuman keras. Alkohol juga dapat mencegah obat tekanan darah bekerja dengan baik melalui interaksi obat. Selain itu, minuman beralkohol tinggi gula dan kalori, yang berarti terlalu banyak minuman beralkohol dapat menyebabkan obesitas dan pada akhirnya meningkatkan risiko hipertensi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.