Ketua Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta Positif Covid-19, WFH dan Jadi Pengamat

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat umumkan positif Covid-19. Kredit: Pemkot Yogyakarta

    Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat umumkan positif Covid-19. Kredit: Pemkot Yogyakarta

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menjalani tes Covid-19 dan hasil yang keluar pada Selasa, 20 Juli 2021, menunjukkan dia terinfeksi virus corona. Sejak positif Covid-19, Heroe bekerja dari rumah atau work from home.

    Heroe yang juga Wakil Wali Kota Yogyakarta, itu biasanya blusukan dengan mengendarai sepeda sampai ke sudut perkampungan. Kini dia harus menjalani isolasi mandiri di rumah dinas. "Insya Allah kondisi saya semakin membaik," kata Heroe melalui aplikasi pesan instan yang dia bagikan, Kamis 22 Juli 2021. Saturasi oksigen Heroe Poerwadi di angka 97 sampai 99 dan batuk berdahaknya mulai reda.

    Kini Heroe Poerwadi bisa lebih sering pergi ke area belakang rumah dinas. Dia sana terdapat beberapa pohon, seperti ceri, jambu, dan mangga. "Semuanya segera berbuah," katanya. Heroe juga memberi makan kura-kura yang ada di rumah dinas tersebut.

    Mengenai tugasnya sebagai wakil wali kota, Heroe tetap mengendalikan dari dalam rumah. "Saya masih berkoordinasi dengan teman-teman di balai kota untuk berbagai kegiatan operasional," katanya. Contoh, memantau ketersediaan tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19, pasokan oksigen, dan pelayanan kesehatan lainnya.

    ADVERTISEMENT

    Heroe menambahkan, masih menerima pertanyaan dan pengaduan dari masyarakat tentang tempat isolasi mandiri, shelter, layanan pemakaman Covid-19, hingga vaksinasi Covid-19. Selama menjadi isolasi mandiri, dia tetap memakai masker dua lapis dan selalu mengenakan sarung tangan saat berkegiatan.

    Pada hari ini, Kamis 22 Juli 2021, Heroe mengikuti rapat koordinasi pelaksanaan PPKM Level 4 di Kota Yogyakarta yang berlaku sampai Minggu, 25 Juli 2021. Rapat koordinasi tersebut, menurut dia, membahas beragam urusan, salah satunya pengurangan penyekatan jalan. Namun demikian, Heroe melanjutkan, pemerintah perlu membuat ancang-ancang supaya pelonggaran PPKM Level 4 ini tidak memicu lonjakan kasus Covid-19.

    Kendati kasus Covid-19 sudah cenderung menurun dan tingkat kefatalannya berkurang, Heroe Poerwadi khawatir pelonggaran PPKM Level 4 ini berpotensi kembali menaikkan kasus Covid-19. Jika terjadi, kondisi itu akan berimbas pada ketersediaan kapasitas rumah sakit dan stok oksigen yang masih terbatas di Yogyakarta.

    #CuciTangan #JagaJarak #PakaiMasker #DiamdiRumah

    Baca juga:
    Penjelasan Airlangga Soal Pergantian Nama PPKM Darurat Jadi PPKM Level 4


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.